MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Ailee & Gamma [Wedding Day]


__ADS_3

Ailee Kanedy. Ia pernah bermimpi, ia memimpikan berbagai macam hal. Mulai dari hidupnya yang sempurna, kebebasannya dan pernikahannya. Semua wanita mengharapkan cinta diantara mimpi mereka, begitu pula dengan Ailee. Namun sayangnya Ailee merasa semua hanyalah khayalannya.


Sedangkan Gamma. Menikah? Ia sudah mengalaminya bahkan hampir mencapai puncak sempurna. Ia hampir bahagia dengan keluarga kecilnya. Namun sayang Tuhan ingin sedikit membuat Gamma menderita. Setidaknya dengan menghilangkan sesuatu yang paling di anggap Gamma berharga. Ia bisa mendapatkan pelajaran.


Mereka disatukan setelah beberapa pertemuan. Ailee tak mencintai Gamma begitu pula dengan pria itu. Hanya lewat perjanjian pernikahan mereka akan terikat.


Hari ini adalah awal baru bagi Ailee. Bagi Gamma yang kini menjabat tangan sang penghulu didepan matanya, Gamma tak akan pernah jatuh cinta akan Ailee. Sumpah sumpah yang kini pria itu ucapkan dalam ijab untuk menjaga sehidup semati hanyalah formalitas. Ini semua ia lakukan agar Adam mau memberi tahunya pusara Aily.


Sedangkan Ailee. Wanita yang disihir menjadi seorang pengantin wanita yang paling cantik itu sudah menyerah akan cinta dan bahagia. Ia pernah jatuh hanya karena keluarganya tak sempurna, Ailee menerima banyak cacian hanya karena sang ayah yang tak pernah menjemputnya sekolah atau Astoria yang tak akan pernah memasakannya.


Ia pernah merasa dicintai dan dipedulikan dan itu saat bersama Ars. Pria itu memang terlihat sangat mencintainya. Namun Ailee tak mengerti jika memang Ars mencintainya lalu mengapa dirinya dan pria itu bercerai. Hubungan pernikahan mereka kandas tanpa Ailee tahu apa penyebabnya. Dia seperti tertidur saat proses itu berjalan. Rasa kehilangan yang amat sangat juga terus menghantuinya.


Wanita cantik nan anggun itu duduk begitu tenang tanpa senyuman. Biasanya seorang pengantin wanita akan diselimuti rasa bahagia yang begitu kentara saat diri mereka menikah, bahkan begitu banyak ketakutan bila suatu pernikahan batal dilaksanakan. Sedangkan Ailee tak merasakan euphoria seperti itu. Mendadak tak ada rasa gugup juga tak ada bahagia disetiap senyumannya. Bahkan Ellen, sang mama mertua lebih bahagia dari dirinya.


Tak peduli meski ia yang paling cantik disana nanti bahkan semua orang merasa iri pada Ailee. Belakangan ini Ailee mengetahui bahwa seorang Algamma adalah sosok pria yang juga populer dengan status dudanya. Sedangkan Ailee yang sebagai seorang janda, ia hanya menerima omongan dusta dari banyak orang yang tak suka statusnya itu. Mungkin jika Gamma mengetahuinya pria itu juga akan begitu.


"Ailee sayang..." suara Ellen yang begitu lembut memasuki ruang tunggu dimana Ailee berada. Wanita itu tengah menunggu Gamma melakukan ijab kobul untuk menghalalkan pernikahan mereka.


"Ailee hiks..." Ailee menoleh ketika mendengar suara Ellen berubah menjadi seperti orang terisak. Nyatanya yang Ailee dengar benar. Orang yang akan menjadi mama mertuanya itu menangis dihadapan Ailee seraya menghampiri menantu cantiknya. Dia terlihat akan memeluk Ailee.


Ailee yang dibawa masuk kedalam pelukan hangat sang ibu mertua yang hangat menerimanya dengan nyaman namun juga kebingungan. Sebelumnya Ellen masih baik baik saja bahkan sangat bahagia. Hanya ditinggal pergi melihat apakah Gamma sudah selesai. Wanita paruh baya itu mendatanginya dengan wajah yang tak lagi cerah.


"Ada apa ma?" 'mama' panggilan itu harus Ailee pakai karena dipaksa Ellen agar tak terlihat formal katanya.


"Semuanya berjalan lancar Ailee..." ujarnya dengan begitu lega. Yang berarti Algamma dan Ailee sudah resmi menjadi suami istri. Yang berarti Alferd tak akan pernah menghancurkan SA dan yang berarti Gamma mendapatkan apa yang ia inginkan. Hal itu membuat Ailee tersenyum lega.


"Syukurlah..."


Ellen melepas pelukannya. Lalu memperhatikan Ailee, "Aku bersyukur kau menikah dengan Gamma..." Ailee mengangguk pelan, entahlah Gamma itu beruntung atau tidak bertemu dengannya, "Ayo sekarang kita temui suamimu sayang..." Ellen merangkul tangan Ailee menuntun sang menantu baru keluar dari ruang tunggunya.


"Kita temui pangeranmu..." ujarnya membuat senyuman hangat Ailee mengembang. Anggaplah Gamma memang pangerannya.

__ADS_1


[]


Tap tap tap


Suara langkah kaki sekitar dua orang terdengar menuruni tangga lantai dua rumah besar keluarga Canis yang amat ramai saat itu. Gamma dengan jas hitam yang menambah ketampanannya tak ikut menatap ke arah tangga. Dimana bisa ia tebak Ailee akan muncul dari sana dengan momnya.


Pria itu terlihat tak ingin tahu. Dia berdiri memandang arah lain sembari membayangkan bagaimana jika Aily melihatnya menikah lagi pasti wanita itu akan sangat sedih. Membayangkannya membuat Gamma merasa sakit.


Tap tap tap


Suara langkah kaki itu malah semakin mendekat ke arah Gamma yang kala itu tengah menatap langit-langit rumahnya yang diubah sedemikian apik sebagai tempat ijab kabul. Mau tak mau Gamma melirik kedepan, Ailee sudah berdiri disana dan tak bersama Ellen. Ibunya itu malah asik menggapai tangan suaminya sembari menatap bahagia ke arah Gamma.


Ia memandang Ailee sedemikian rupa. Tak sadar jika saat ini Gamma tengah amat sangat terpesona dengan kecantikan istri keduanya itu. Ailee sangat sangat berbeda dengan Aily, Aily memiliki kulit lebih gelap dari Ailee namun manis sedangkan Ailee dia adalah definisi dari cantik.


Gadis yang sama sekali tak Gamma pandang berubah menjadi bidadari. Ditambah Ailee menambah senyum yang entah itu terlihat tulus atau tidak kepada Gamma. Wanita itu memakai Gaun yang jauh-jauh hari Ellen siapkan untuk Ellish namun dipakai Ailee.



Ia mengangkat Gaunnya agar lebih cepat menghampiri Gamma yang entah tengah menatapnya demikian intens. Ailee sedikit kesal karena pria itu tak berinisiatif sedikitpun untuk membantu istrinya ini. Meski Ailee hanya istri sementara.


Sret


Hampir selangkah lagi Ailee sampai kepada pria yang tak lain resmi jadi suaminya itu. Hak sepatunya sedikit menginjak gaun bawahnya membuat tubuh Ailee sedikit oleng. Hingga tanpa sadar wanita itu jatuh di dada seorang Gamma.


"Maaf..." Ailee mendongak menatap Gamma takut-takut.


Gamma tersadar dari renungannya ia ikut memandang Ailee juga lalu beralih melihat sekelilingnya. Mereka seperti menunggu sikap Gamma akan tindakan Ailee. Sebelum wanita itu bangun dari dadanya dia menarik tangan Ailee.


Cup


Ia mengecup kening istri barunya itu didepan semua orang dengan tiba-tiba. Ailee bahkan terkejut akan tindakan Gamma yang tanpa aba-aba itu.

__ADS_1


"Jangan pakai gaun itu lagi." Bisik Gamma dengan dingin. Ailee yang mendengarnya sedikit merasa tersayat karena secara tak langsung Gamma tak suka Ailee menyentuh tanpa persetujuannya. Sedangkan Gamma, pria itu hanya takut Ailee yang memakai Gaun dan riasan seperti itu sudah begitu menawan. Ia takut kembali jatuh dalam pesona Ailee Kanedy.


"Tak apa Ailee seringlah jatuh seperti ini..." Mimik wajah Gamma berubah. Dia tak lagi berbisik, Ia membuat humor dan berakting sedemikian rupa.


Ya pada akhirnya pernikahan Algamma dan Ailee hanyalah awal dari banyak perjalanan. Sandiwara yang begitu panjang akan dimainkan. Begitu pula ada Alpha yang diam-diam menyimpan rasa senangnya karena ia akan mempunyai mommy baru yang benar-benar nyata. Terlebih Ailee. Bidadari cantik yang suka tersenyum.


Terselip kebahagian dari semua orang yang menyaksikan pernikahan Ailee dan Gamma. Mereka mengirim doa entah itu semoga jadi keluarga yang samawa, entah itu semoga segera diberi momongan atau entah itu semoga langgeng hingga tua. Pada dasarnya kedua mempelai itu hanya tersenyum tak ada yang berniat mengaminkan doa dari para tamu. Gamma ingin cepat ini berakhir sedangkan Ailee hanya ingin menemui Alferd yang ada diujung sana. Ia ingin mengatakan sang ayah harus membatalkan niatnya.


Tak ada Astoria dalam acara yang mereka anggap bahagia. Wanita yang menjabat sebagai ibu kandung mempelai wanita alias ibu Ailee sama sekali tak terlihat di pernikahan putrinya. Ailee sendiri tak mau ambil pusing, kejadian yang lalu membuatnya yakin Astoria hanya akan datang bila undangannya berupa uang. Ya tapi mungkin juga karena sang ayah yang tak berniat mengundang wanita glamour itu atau menyembunyikan fakta bahwa Ailee menikah lagi.


"Gamma, Ailee. Sekarang kalian mending istirahat terlebih dahulu... besok kan kalian ada resepsi.." pinta Ellen.


"Iya ma... tapi Ailee pinjam toilet dulu. ingin ganti baju terus pulang ke apart..."


Ellen memandang Ailee penuh keanehan, "Kok ke apart sayang... diatas dong... kamar suami kamu..." wanita itu memandang putranya, "Gamm... ayo antar Ailee kekamarmu..."


Gamma mengangguk setuju. Toh disana juga tak ada apa-apa. Dia jarang tinggal dirumah. Dulu dia memiliki rumah pribadi bersama Aily yang memang Gamma beli setelah menikah. Namun sayangnya rumah itu kini terbengkalai.


"Gamm... suruh dia tidur ya... dia pakai hak tinggi pasti cape... besok resespi kamu."


"Dia istriku ma." Jawab Gamma sekenanya. Lalu menuntun Ailee menaiki tangga satu persatu. Terlihat wanita itu kembali kesusahan saat menaiki anak tangga.


Gamma tanpa sadar mengulurkan tangannya namun Ailee sama sekali tak berniat dibantu Gamma, "Tak perlu Al... kau tak mau aku sentuhkan..." Ailee mengingat kejadian tadi dan segala ucapan Gamma.


"Jangan bertingkah. Jika kau jatuh aku yang disalahkan." Gamma berujar ketus kesal karena Ailee menolak niat baiknya. Ia menyeret tangan wanita itu. Lalu mereka sama sama menghilang perlahan dari lantai satu.


Ailee memandang siluet bahu tegap Gamma. Rasanya sayang sekali pria sesempurna Gamma hanya mencintai satu orang dengan setia. Bahkan rela melakukan apapun demi orang yang tiada itu. Tanpa Ailee sadari ia berdoa agar memiliki seorang pria yang bisa seperti Gamma. Pastinya Ailee tak akan pernah mau pergi.


[][]


Halo! Hola!

__ADS_1


Iam sorry aku telat. Lupa janji Up banyak karena terlalu asik main keluar kerumah temen. Maklum baru keluar pertama kalinya semenjak covid.


__ADS_2