
Salah Paham
"Kak dengarkan aku dulu!!"
Drap drap drap
Suara sepatu hak dengan tinggi 5 cm yang membentur lantai terdengar kacau. Si pemakai sepatu itu mengejar langkah lebar seorang pria yang sudah jauh didepannya, pria itu tak lain dan tak bukan adalah Gamma. Sedangkan yang mengejar adalah Valery, dia terus berusaha menyusul langkah lebar lelaki itu yang bahkan menulikan pendengaran akan panggilan Valery.
"Kakak gak mau kan nikah dengan Ellish?!" pertanyaan Valery mengalun indah hingga mampu menghentikan langkah Gamma. Pria itu terpaku membelakangi Valary, seolah tengah termenung akan kata-kata adik iparnya.
Dan bagi Valery itu adalah kesempatan menyusul Gamma. Jika bukan karena dia menggunakan dress dan sepatu berhak Valery jelas akan berlari sekencang mungkin, "Kalo kakak gak mau. Cuma Ailee yang mampu menolong kakak sekarang..." desaknya setelah berhasil menyeimbangi langkah Gamma.
Setelah cukup lama terdiam Gamma kembali berjalan lurus diekori oleh Valery. Sudut matanya melirik adik iparnya dan hal itu disadari Valery dia menatap Gamma menggoda, "Tak mungkin hanya dia. Didunia ini banyak yang menanti menikah denganku."
Valery memalingkan pandangannya seolah tak suka sikap Gamma yang terang-terangan menolak Ailee, sahabatnya dengan ucapan yang begitu sombong, "Itu dulu. Sekarang akupun tak mau menikah denganmu. Duda satu anak yang bahkan tak menyayangi anaknya."
"Jaga bicaramu Valery."
"Itukan kenyataannya kak." Ia kembali menatap Gamma tajam, "Asal kaka tahu Ailee bahkan lebih baik dari kakak dalam menyayangi Alpha, ingat kenapa mam mengundangnya makan malam hari itu. Itu karena Ailee adalah orang pertama yang berhasil dekat dengan Alpha, aku bisa lihat senyum anak itu saat bersama Ailee."
Gamma melirik balik Valery hingga membuat gadis itu merasa puas sendiri karena Gamma mulai tertarik dengan pembicaraannya, "Aku tak tau bagaimana kakak langsung mengeklaim dia gadis penghibur hanya karena satu pertemuan di bar, yang jelas Ailee adalah wanita baik-baik dia punya keluarga yang lebih dari layak dalam menghidupinya," kakak iparnya terlihat tak percaya akan kalimat Valery namun gadis itu tak menyerah, "Alferd Kanedy, itu ayah Ailee. Kakak taukan siapa ayah Ailee itu?"
Melihat dari ekspresi wajah Gamma yang terlihat terkejut cukup membuat Valery yakin bahwa pria itu tahu siapa Alferd Kanedy, yang tak lain adalah ayah Ailee, "Aku tak percaya denganmu... Kau sahabatnya bisa saja otakmu telah dicuci oleh gadis itu..."
"Kak aku tak berusaha membohongimu atau membuatmu percaya. Aku setuju jika kau tak menikah dengan Ellish makanya aku mempertemukanmu dengan Ailee, namun karena kaka menyakiti perasaannya aku berusaha membela sahabatku apakah salah?"
Pria disamping Valery itu terlihat membenarkan ucapan Valery, "Ada alasan mengapa malam itu Ailee disana. Yang jelas dia bukan gadis seperti yang kakak pikirkan." Gamma tak mengindahkan ucapan Valery, dia hanya menyimpannya dalam pendengarannya sebelum akhirnya mereka berdua sama-sama berpisah menuju jalan yang berbeda.
Bukan dengan omongan satu orang saja Gamma akan percaya bahwa gadis bernama Ailee itu memang cocok menjadi pengantinnya. Butuh banyak bukti dan Gamma tak akan mungkin meminta bukti itu dari adik iparnya. Dia akan sangat malu bila memang terbukti benar Ailee bukan gadis yang seperti yang ia kira.
Pria itu menarik sesuatu dari saku celananya yang ternyata sebuah ponsel hitam elegan. Ia mencari nama Aiden yang tak lain sahabat dan baru-baru ini menjadi sekretarisnya.
"Apakah tuan Alferd Kanedy punya seorang putri bernama Ailee?"
[]
Gamma cukup terkejut mengetahui fakta dimana semua pernyataan Valery tadi siang terbukti benar. Pria itu terbukti salah paham pada Ailee dan sudah terlebih dahulu mencacinya.
Ia mengacak rambutnya lalu duduk dengan lesu diatas kursi kerjanya. Frustasi? Tentu saja, pertama dengan salah pahamnya dia kepada Ailee, belum tentu gadis itu akan mempertimbangkan kontrak pernikahan yang Gamma butuhkan. Terlebih Gamma juga manusia, ada secuil rasa bersalah ketika mengingat ucapannya yang terdengar kasar tanpa tau permasalahannya.
__ADS_1
Terlebih Aiden yang kebetulan saat ini berada satu ruangan dengan Gamma sedikit risih melihat tingkah sang bos baru. Ia terlihat bimbang akan sesuatu padahal Aiden sendiri sudah cukup pusing dengan pekerjaan yang menumpuk didepannya.
"Gam. Kau ini kenapa?" akhirnya Aiden membuka suara setelah lama menahan.
"Menurutmu apa yang harus kulakukan bila salah paham dengan seseorang?" Gamma balik bertanya dengan wajah polosnya.
Sedangkan yang ditanya mengangkat sebelah alis menunjukan wajah heran. Heran karena pertanyaan yang dilontarkan Gamma semua orang pun mampu menjawabnya bahkan orang ber-IQ rendah sekalipun yang jelas jauh dari Gamma, "Meminta maaf bodoh..." Aiden geleng kepala sendiri.
Huft
Helaan nafas Gamma makin menarik perhatian Aiden. Sudah diberi solusi masih tetap frustasi.
"Ehem..." Gamma ingin membuka suaranya, "Menurutmu cara yang tepat meminta maaf pada seorang wanita harus seperti apa? Aku ada kesalahpahaman dengan seseorang."
"Bos kau ini mendadak jadi bodoh? Coba tanyalah pada dirimu saat almh Aily marah padamu bagaimana caramu minta maaf?" Gamma memberikan tanggapan dengan mengendikan bahu.
"Aku tak tahu. Aily tak pernah marah padaku..."
"Ya pantas saja kau tergila-gila padanya."
Gamma mengangguk-angguk tanda setuju akan kata-kata Aiden yang memang benar kenyataannya. Tapi pada dasarnya Gamma dibuat jatuh cinta oleh istrinya bukanlah karena wanitanya tak suka marah, tetapi semua dari Aily membuat Gamma tergila-gila akan dirinya. "Aku jadi sangat merindukan Aily..." ungkapnya.
[][]
Saat ini pria itu dengan sabar menunggu sembari memainkan tabnya, ia menunggu kehadiran Ailee. Setalah dengan susah payah membujuk adik iparnya untuk mempertemukan mereka kembali. Untung teman Valery itu setuju tanpa perlu dibujuk keras.
Kring
Bunyi lonceng sebagai penanda seseorang memasuki cafe berbunyi nyaring menarik perhatian Gamma. Diamond Cafe, tempat yang berbanding terbalik dengan 'De Romance' cafe perjanjian sebelumnya. Cafe yang nampak biasa saja. Di ambang pintunya muncul siluet Ailee, gadis yang beberapa hari ini selalu Gamma ingat wajahnya. Tentu saja Gamma tak perlu menghafal namanya karena nama Ailee mirip dengan nama sang istri yang selalu dalam ingatan.
Gadis itu mencari-cari Gamma. Dia mencuri pandang hingga kedua sejoli itu saling menatap seperkian detik, diakhiri oleh Ailee yang memutus kontak mata mereka. Dia berjalan menuju Gamma yang sudah menunggunya dengan penuh wibawa. Kali ini tampilan Ailee berbeda dia memakai baju casual dengan make up natural membuatnya jauh lebih muda berbanding terbalik dengan Gamma yang tetap pada jasnya.
Ailee duduk dengan canggung begitu pula Gamma yang kebingungan memulai pembicaraan dari mana.
"Ehem. Sebelumnya aku sangat minta maaf atas kesalah pahamanku sebelumnya..." ungkap Gamma masih dengan nada canggung dan kakunya.
Ailee menatap si pemilik netra hitam pekat itu, mencari-cari ketulusan disana. Namun yang ia lihat hanyalah wajah kaku nan dingin seorang Gamma yang ikut balik memperhatikannya. Ailee jadi tak yakin apakah itu benar-benar permintaan maaf?
"Aku tahu banyak orang yang hanya melihat luar dan berpikir itu adalah kesimpulan yang paling benar," sindir Ailee. "Aku memaafkanmu juga tak lebih karena aku tahu kau adalah dadnya Alpha."
__ADS_1
Gamma terlihat biasa, "Terima kasih..." akunya.
"Tak masalah," sebenarnya dalam hati Ailee sangat ingin mengumpati Gamma yang sudah menyakiti harga dirinya namun dengan begitu enteng memberi maaf yang bahkan tak terdengar tulus. "Jadi sebenarnya kau mengajakku untuk bertemu kedua kalinya bukan untuk meminta maaf sajakan?"
Gamma mengangguk pelan. Bola mata hitamnya memandang wajah Ailee dengan tajam dan serius, "Aku ingin mengajakmu melakukan pernikahan kontrak," tatapan Gamma yang dingin terus menarik perhatian Ailee begitu pula dengan penawaran pria itu yang terdengar memikat.
"Aku sudah mendengarnya dari Valery. Kau sedang mencari seorang suami..."
"Ya ucapanmu memang benar, tapi aku tidak menikah atas dasar kontrak... Aku sedang mencari pria yang bisa hidup bersamaku bukan mencari rekan hidup sementara." ungkap Ailee dengan jujur. Dia cukup terkejut ketika ayah dari Alpha itu duduk dihadapannya dengan berwibawa dan menawarinya 'kontrak pernikahan' dengan wajahnya yang datar.
"Jujur Ailee..." Gamma menyatukan kedua tangannya di atas meja dan terus menusuk Ailee dengan tatapannya, "Aku tak tertarik untuk hidup selamanya dengan istri baruku. Kau tentu tahu aku seorang duda yang sangat mencintai istriku..."
"Jika bukan karena hal mendesak aku tak akan pernah mau menikah lagi."
Ailee tahu itu. Namun mendengarnya dari mulut pria didepannya, Ailee merasa bahwa wanita yang memiliki nama mirip dengannya itu begitu beruntung mendapatkan Gamma. Dia dengan begitu percaya diri mengumbar seberapa besar cintanya kepada Aily, "Pernikahan kontrak ini tak akan merugikan kita berdua Ailee. Aku membutuhkan bantuanmu dan kau? Aku yakin kau juga sedang terdesak..."
"Kenapa harus aku? Melihat dari tampangmu yang rupawan akan banyak wanita yang mau denganmu."
Pria bermanik hitam itu terlihat menyusun kata-katanya, "Wanita seperti itu tak kubutuhkan, bukankah mereka hanya akan menutut cinta dariku? Hanya kau yang aku pikirkan sekarang selain itu kau terlihat dekat dengan putraku."
"Aku tak begitu mengerti Tuan Algamm─"
"Gamma saja..." Dinginnya.
"Baiklah Al... Aku suka panggilan itu. Bagaimana jika saat kita menikah... aku," Ailee menjeda ucapannya dengan pandangan terpaku pada Gamma, "Jatuh cinta padamu?" Tak ada yang salah dengan pernyataan Ailee. Jelas tak ada yang tahu hati manusia kedepannya, mereka selalu berubah seiring timbulnya kebersamaan.
"Bukankah kau sudah tau? Aku tak akan pernah bisa membalasnya..."
Persis sekali, jawaban Gamma sangat persis dengan apa yang ada dibayangan Ailee yang pastinya sudah ia duga. Namun entahlah tak ada yang tahu hati manusia sebaik penciptanya, jika tuhan begitu mudah memberi ruh kehidupan dan mencabutnya, tentu saja mudah juga membolak-balikan hati mereka.
"Baiklah ayo kita menikah..." lirih Ailee, Gamma tersenyum puas dalam hatinya.
[][][]
Nihao wkwkw bahasa china tuh
Hi i come back.
kalian pasti komen udah makin jarang update nih authornya. maklum efek males lagi butek banget otak mikir alur. udah gitu ada ulangan tanggal 3 wkwk.
__ADS_1
Sorry ya aku gak menyalahkan jika cinta kalian hilang sama karyaku tapi aku tetap cinta kalian eaq...
:*