
Hiks... hiks... hiks
Siang itu rumah dimana keluarga kecil Algamma begitu sunyi samar-samar terdengar suara tangis seorang wanita didalamnya. Itu adalah suara isakan tangis Ailee Kanedy. Wanita itu menyembunyikan wajahnya diantara dua lutut dengan duduk diatas sofa ruang keluarga. Ia terisak sejadi-jadinya.
Padahal baru tadi Ailee merasa hari-harinya dimulai dengan menyenangkan. Bagaimana hatinya begitu melayang tinggi karena ingatan kemarin malam yang begitu membekas dalam otaknya. Gamma menciumnya dengan begitu mesra dipesta dansa, yang membuat Ailee lebih senang lagi adalah pria itu melakukannya secara sadar, tanpa ebel-ebel membawa Aily didalamnya. Mereka sama-sama hanyut dan menikmati itu.
Hal itu secara langsung Ailee anggap sebagai lampu hijau baginya. Semenjak menerima surat peninggalan sang ayah, Ailee mulai berpikir bahwa mungkin bertahan untuk mendapatkan kebahagiaan itu tak ada salahnya, karena bukankah sejak awal yang ia inginkan hanyalah pernikahan yang tak pernah gagal untuk kedua kalinya? Yang ia inginkan adalah cinta, lalu mengapa ia tak berjuang sekali lagi. Ia mulai mengubah tujuannya, wanita itu ingin melakukan segala sesuatu untuk mengambil hati Gamma. Berharap pernikahan mereka yang berlaku setahun dan berlandaskan kontrak bisa menjadi selamanya.
Ailee menyiapkan segala keperluan Gamma meski ia sendiri tahu bahwa perjanjian dalam pernikahan mereka tidaklah seperti itu. Ia tak akan menyerah. Hingga bagaimana malam itu Gamma melihatnya dengan mata penuh kecemburuan, pria itu melihatnya sebagai seorang wanita bahkan meciumnya penuh cinta. Ailee sadar berulang kali Gamma bersikap lembut padanya lebih dari ciuman satu malam itu. Dan hanya satu kesimpulan yang bisa Ailee duga, Algamma, pria itu mulai mencintainya.
Oleh karena itu pagi ini Ailee menyiapkan dirinya untuk sekali lagi bernegoisasi dengan suaminya itu, Ailee berharap Gamma mau menghapus kontrak yang melandasi hubungan mereka. Mengikat pernikahan mereka dengan hal yang sesungguhnya tanpa mengharap keuntungan apapun. Ia pergi menyusul Gamma ke kantornya. Gedung besar Canis Kingdom. Ailee meminta akses lewat ibu mertuanya, Ellen. Karena hanya dengan itulah dia bisa bebas memasuki gedung besar yang ternyata milik suaminya itu.
Ailee sengaja tak terlebih dahulu memberi tahu Gamma. Ia ingin memberi kejutan. Namun siapa sangka, niat hati ingin menyenangkan pria itu, malah Ailee sendiri yang merasa tersakiti. Perkataan Gamma pada Arslan menusuk dadanya bagai belati tajam.
‘Mikaily Adelson... hanya dialah istriku... aku tak pernah punya istri yang lain..’
Kata-kata itu terus terngiang dikepala Ailee, menghapus segala ingatan membahagiakan yang sebelumnya ia alami bersama Gamma. Ailee tanpa sadar membawa dirinya bersama luka hati yang luar biasa pulang ke rumah, niatnya hancur karena ulah Gamma sendiri. Mengakibatkan air matanya tumpah dengan dada yang sesak. Gamma tak pernah menganggapnya lalu apa arti ciuman semalam... apa arti tatapan cemburu yang pria itu berikan pada Ailee kala bersama Ars. Apakah itu bukan merujuk pada cinta? lalu apa?
__ADS_1
Berbagai pikiran buruk Ailee tentang Gamma melesak begitu saja, mungkinkah pria itu hanya mempermainkan Ailee. Tetapi Gamma, pria itu berulang kali mengingatkannya untuk tak terbawa perasaan, Ailee tahu itu. Namun Ailee tak bisa, sifat Gamma yang selalu ada untuknya disetiap saat membuat Ailee tanpa sadar terlena. Ia menghapus segala kesedihan Ailee dan membiarkannya melepas kesedihan itu. Sekali lagi Ailee lah yang salah. Perasaan sakit ini menyadarkannya bahwa sejak awal Ailee lah yang mencintai Gamma. Semua perkataan ayahnya menjadi nyata, Cinta memang akan timbul seiring kebersamaan yang di bangun dan Ailee mulai terbiasa akan sosok Gamma.
“Aku jatuh cinta Al...”
Namun mengapa disaat Ailee menyadari hal itu, hatinya harus terluka. Ia harus menyadari bahwa ia mencintai Gamma sendirian. Dan perasaan ini terasa pernah dialaminya beberapa kali. Ailee seperti pernah mengalami cinta bertepuk sebelah tangan yang juga serupa.
“Mommy...”
Ailee menoleh memperlihatkan seluruh wajahnya yang sembab didepan Alpha, putra kecilnya. Anak itu pun segera berlari kearah Ailee, ia tahu ibunya habis menangis, “Mommy... ada apa?” tanya bocah itu menatap Ailee dengan kedua bola mata bundarnya. Ada kekhawatiran di mata Alpha yang membuat Ailee merasa malu. Ia menghapus sisa air mata dan tersenyum tulus pada Alpha.
“Mommy, gak papa sayang...” ujarnya. Namun Alpha malah menggelengkan kepalanya. “Mommy nangis?”
[]
Kriett... Cklek...
Gamma muncul diambang pintu dengan wajah kuyunya. Kemeja sama sekali tak tertata sama seperti hatinya yang saat ini juga begitu bimbang. Rasa ingin bertemu Ailee yang sempat merebak pagi tadi menghilang begitu saja. Ia perlahan melangkah memasuki rumahnya disambut dengan foto pernikahannya dengan Aily yang tersenyum bahagia. Ah melihat itu membuat rasa bersalahnya semakin besar.
__ADS_1
Gamma mendudukan dirinya diatas sofa ruang keluarga sembari menghela nafas kasar, tangannya tanpa sadar terjatuh menyentuh telapak kaki seseorang. Gamma menoleh dan mendapati Ailee tertidur begitu lelap. Wajahnya dipenuhi aura kelelahan dengan mata yang kembali sembab. Sepertinya wanita itu habis menangis, tebak Gamma.
Perlahan Gamma mendekati wajah Ailee. Dulu mungkin Gamma tak akan tergoda dengan sosok didepannya itu, karena pria itu yakin cintanya hanya untuk Aily. Tapi siapa sangka sosok dihadapannya itu mampu menggodanya sejauh ini. Bahkan tubuh dan tangan Gamma tak tahan untuk menyentuh dan mengusap wajah Ailee dengan lembut. Ia sangat ingin menyelipkan anak rambut Ailee dibelakang telinganya. Tetapi tiba-tiba senyum Aily terbayang-bayang diwajahnya membuat Gamma mengurungkan niatnya.
Gamma mengguncang tubuh Ailee, “Bangun...” Ia berniat membangukan Ailee, karena Gamma ingat wanita itu akan selalu menunggunya saat pulang kerja. “Bangun... Ailee!”
Ailee membuka matanya, “Al...” Ia mengusap kedua matanya menghilangkan rasa kantuk yang begitu kentara. Lalu Ailee memberikan senyuman sambutan pada Gamma, “Kau sudah pulang?” tanyanya dengan kelembutan. Tapi Gamma memilih bangkit dan pergi hendak meninggalkan Ailee.
“Al tunggu... apa kau tak makan malam? aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu...” ujar Ailee.
Gamma menoleh sedikit, “Aku sudah kenyang.” jawabnya singkat. Tapi Ailee tak puas. Ia mendekatkan dirinya kearah Gamma hendak membuka tali simpul dasi yang terlihat acak-acakan di leher suaminya itu.
Plak
Gamma menghentikan Ailee, memukul tangan wanita itu sebelum mendekati lehernya, “Urus dirimu sendiri!” Setelah mengatakan kata yang begitu terasa menyakitkan bagi Ailee, Gamma pergi begitu saja. Padahal Ailee berusaha mati-matian mengesampingkan hal yang ia dengar tadi siang dan menganggap seolah ia tak mendengar apapun. Namun melihat Gamma seperti ini membuatnya terluka berkali-kali. Biasanya Gamma akan dengan senang hati mengangkat tubuhnya kekamar dan memakan masakan Ailee sendiri tanpa perlu Ailee minta. Pria itu akan menghargai kerja kerasnya di malam hari. Tetapi kali ini Gamma berubah, pria itu jauh lebih dingin dan gagal disentuh seperti sebelumnya.
Dan tentunya itu semakin menyakiti Ailee seribu kali lipat.
__ADS_1
[][]
Oke beres hehe. Awas Gamma jangan begitu nanti kamu nyesel hihi...