
Matahari terlihat terik. Pukul 08.00, SA terlihat dipenuhi pengunjung. Ada yang mampir sembari menikmati satu cangkir coffe dengan cupcake, ada yang melihat-lihat kue lezat yang tersaji di etalase, ada yang berminat langsung memesan cake melalui Ira. Sedangkan sang pemiliknya sendiri tengah sibuk menghiasi kue ulang tahun milik pelanggan didapur yang katanya hari ini akan diambil. Wanita itu seperti biasa dengan telaten menekuni karyanya.
“Ailee....”
Suara Ars dan wajahnya yang tampan muncul disebarang. Ailee menyapa pria itu dengan senyum manis lalu mencari posisi yang tempat sebagai tumpuan ponselnya. Ailee dan Ars kini tengah melakukan vid-call. Pria itu baru beberapa hari berjumpa dengan Ailee dan mengatakan semua pekerjaannya sudah selesai namun tiba-tiba sudah ada di negara orang lain. Ars kini ada di New York.
“Ailee maaf aku tak mengabarimu.. apa kau marah?” Wanita itu masih saja menghiasi cake-nya sedangkan Ars hanya bisa melihat wajah Ailee melalui layar laptopnya. Ailee terlihat sangat bahagia dengan hidupnya yang sekarang, membuat sedikit rasa kecewa yang timbul di hati Ars.
Marah? Ailee tertegun menghentikan sejenak kegiatannya. Ailee sendiri tak merasa keberatan Ars mau pergi kemanapun dan tanpa memberi kabar. Ia tak masalah toh Ailee bukan orang yang berhak atas Ars, ia hanya menganggap Ars kakaknya meskipun orang yang tau soal status Ars dan Ailee jelas bukan kakak dan adik. “Bodoh. Untuk apa aku marah...” Ailee menggumam namun masih mampu didengar Ars, “Apa hak ku melarangmu pergi kemanapun Ars. Ingat aku bukan lagi istrimu kalau kalau kau lupa...” Ailee terlihat mengatakannya dengan santai diselingi tawa ringan. Wanita itu jelas hanya berniat menggoda Ars.
Namun sepertinya Ars tak menganggap itu candaan dan tak terdengar lucu ditelinganya. Kalimat Ailee seolah sengaja ia berikan pada Ars, agar pria itu tau batasannya. Batasan bahwa kini mereka tak sama lagi dan itu semakin membuat Arslan kecewa, moodnya tiba-tiba hancur. Dia rindu Ailee berharap wanita itu juga merindukannya, namun sepertinya dimata jernih Ailee tak pernah ada rindu yang terpancar untuk Ars, “Ada apa, kenapa kau diam?”
“Tidak... hanya aku berharap waktu dapat terulang lagi,”
Ailee menatap Ars kebingungan, “Maksudnya apa? Jangan membuatku bingung Ars lihat aku sedang melakukan apa hmm?” Dia mengarahkan plastik segitiga berisicream ke arah ponselnya dan menunjukannya pada Ars.
“Maksudku andai aku disana pasti aku langsung memakan cake itu...” Tawa hambar Arslan menjadi akhir dari perbincangan antar mereka. Ailee tetap melanjutkan kegiatannya, ia dikejar waktu. Tak mau ambil pusing dengan perkataan Ars yang lalu. Ia merasa Ars baik-baik saja.
[]
“Valery aku tak menyangka kau yang memesan kue ultah ini...”
Ailee saat ini tengah duduk disalah satu meja cafenya. Dihadapannya duduk seorang gadis muda yang terlihat seumuran dengan Ailee. Rambut hitam legamnya dibentuk bob dengan wajah oriontal dan kulit putih bersih. Namanya Valery. Gadis itu adalah teman Ailee dulu di tempat kuliahnya, mereka seangkatan. Sudah lama Ailee tak bertemu gadis periang itu. Kini bahkan Valery terlihat mempunyai seorang putra yang jelas duduk disampingnya.
“Itu anakmu Val?” Ailee memandang wajah anak laki-laki yang terlihat baru berumur 5 tahun itu. Ketampanan anak itu begitu terpancar jelas dimata Ailee membuat dia bertanya-tanya. Sungguh setampan apa suami temannya itu jika anak saja sudah begitu tampan.
Namun tawa kecil Valery mengalihkan pandangan kagum Ailee pada anak tampan yang hanya diam saja itu, “Kau bercanda lee? Aku saja belum menikah bagaimana bisa punya anak sayang.” Seperti biasa Valery tak berubah banyak, sikapnya masih begitu ramah dengan Ailee.
“Lalu ini?”
__ADS_1
“Dia keponakanku, namanya Alpha.. dan kue ultah ini milik ayahnya...” Jelas Valery. Ailee mengangguk-anggukan kepalanya sembari menatap bocah bernama Alpha itu.
Alpha yang merasa terus dipandangi Ailee merasa tak nyaman. Ia menarik dress yang dikenakan Valery membuat si pemakai menoleh, “Tante Val... mana cake spesial untuk dad. Ayo kita segera mengambilnya...”
Valery mengelus rambut Alpha, lalu menangkup pipi kecil anak itu. Wajahnya begitu mirip dengan wajah kakak iparnya. Sedangkan sebagian yang lainnya diwariskan gen Almarhum kakak Valery, Aily. “Alpha... kamu gak mau kenalan dulu dengan tante cantik didepan Alpha.. dia baik loh...”
Alpha menggelang, “Alpha inginnya kue...” Ailee tau keponakan Valery ini sepertinya merasa tak nyaman dengan Ailee. Ia maklum wajar bagi anak kecil seumuran Alpha merasa waspada dengan orang asing.
Ailee maju menghampiri Alpha. Menjongkokan dirinya agar sejajar dengan anak itu. Ia memandang Alpha kecil seraya tersenyum manis. Ada perasaan sedih direlung hati Ailee saat melihat Alpha. Seperti ia pernah kehilangan sesuatu. “Alpha sayang kamu takut ya sama tante?” ia menyentuh tangan Alpha pelan, untung Alpha tak berusaha menolaknya dia terlihat hanya memandang Ailee, “Jangan takut... tante ini peri loh orang baik. Alpha mau ikut tante ambil cake untuk dad?”
Alpha mengangguk, dia terlihat antusias. Rasanya rasa tak nyaman karena Ailee mulai hilang, anak itu seolah tahu bahwa Ailee adalah seorang peri baik. Senyuman manis Ailee begitu sangat cantik dimata Alpha sehingga meyakinkan anak itu untuk jatuh kedalam gendongan Ailee.
Valery yang melihat Ailee langsung bisa memenangkan hati Alpha begitu senang dibuatnya, “Wah aku gak tau kalo kamu pawang anak lee...” dia tertawa renyah, “Kalo gitu aku titip Alpha bentar ya lee...” gadis berambut bob itu membuat Ailee kebingungan. Tentu saja bukankah Valery datang karena mau mengambil cake pesanan dad-nya Alpha. Lalu kenapa jadi menitipkan Alpha padanya.
“Lah kok jadi titip Alpha sih Val?”
“Bentar aja lee sayang... aku mau ke mall seberang dulu. Mau belanja terus ada janji sama pacar aku disitu.” Ailee terlihat tak yakin, ia ragu. Masalahnya Valery ini terlihat sangat sembarangan sekali, inikan Alpha masa seenaknya saja dititipkan pada orang.
“Aku janji segera akan kembali. Dia keponakanku lee tak mungkin aku buang juga...” Valery menyelonong pergi begitu saja. Alpha yang melihat tantenya pergi terlihat takut dan bertanya-tanya mengapa Valery pergi meninggalkannyaa.
“Aish Val tunggulah!!” Ailee menggeleng tak percaya, “Dasar seenaknya, mengapa juga aku harus bertemu teman menyebalkan seperti Valery ini.” Ailee bergumam sendiri. Ia tak sadar bahwa Alpha tengah menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
“Ta—tante Alpha ingin ke tante val... kenapa dia pergi?” Alpha seperti hendak menangis dan itu baru disadari Ailee.
Wanita itu lagi-lagi memberi Alpha senyuman manis nan menenangkan, “Tenang saja Alpha, gausah takut. Tante val titipin kamu sama tante... nanti dia jemput Alpha lagi kok...” Ailee meyakinkan anak berumur 5 tahun yang ada digendongannya itu. Kakinya melangkah menuju dapur tempat cake yang dinginkan Alpha berada.
“Tapikan Alpha baru kenal tante... kata oma orang baru dikenal gak boleh dipercaya...” kepercayaan bocah itu pada Ailee terlihat kembali mengendur. Tentu saja Ailee tahu tak semudah itu membuat anak kecil dekat dengan orang baru dikenal. Namun karena Valery dia jadi harus terlibat dalam hal ini. Betapa kasihannya wajah memelas Alpha.
“Oh yaudah kita kenalan dulu...” Ailee membawa tangan kecil Alpha untuk dijabatnya, “Hi Alpha aku tante Ailee...” Suara Ailee terdengar lembut dan lagi-lagi senyum manis yang terpatri bersamaan dengan lesung pipit terlihat begitu menawan.
__ADS_1
“Nama tante, Ailee?”
Ailee mengangguk, ia dan Alpha sudah sampai dipusat dapur. Ia mendudukan bocah kecil itu diatas pantry. Lalu beranjak pergi lagi mengambil satu kotak besar dan meletakannya didepan Alpha kecil.
“Nama tante mirip dengan nama mommy Al...” ucap Alpha spontan. Ailee menoleh, menghentikan gerakannya yang akan membuka tutup kotak besar itu.
“Nama mommy kamu Ailee?”
“Eem kata oma mommy namanya Aily.”
Ailee hanya mengangguk-angguk saja, “Lalu kemana mommy kamu sayang? Kok dia gak nemenin kamu ambil cakeuntuk ultah dad...?” Alpha terlihat menundukan wajahnya saat mendengar pertanyaan Ailee tentang ibunya.
“Alpha gaktau,” anak tampan itu menggeleng pelan, “oma bilang mommy sudah disurga... Alpha ingin ikut... tapi Alpha gaktau surga dimana, tante tau surga dimana?”
“Alpha suatu saat tuhan kirimkan kamu hadiah yang begitu sempurna dan amat besar. Sehingga kamu tak lagi merengut meminta kasih sayang. Kamu pasti mendapatkannya. Itulah alasan mengapa Aily ingin kamu tetap hidup.”
[][][]
Hi I Come back
Sorry ngaret update hehehe
Kalian jangan menghilang ya karena aku ngaret up. Sedih loh
:(
Tinggalkan jempol kalian disini
__ADS_1