MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Didekatmu


__ADS_3

“Baiklah Al. Jadi apa kau sudah mengetahui dimana kak Aily dikebumikan?” tanya Ailee dengan dahi berkerut menahan rasa geli yang ditimbulkan Gamma. Tangan pria itu begitu nakal bergerilya manja menyingkap kaus putih yang dikenakan Ailee dan membuat perut sang istri yang setengah buncit itu terlihat. Ia mengusap pelan perut Ailee yang entah mengapa menjadi kebiasaannya kini. “Al...” telapak tangan Ailee terulur menarik lembut rambut sang suami, “Aku sedang bertanya apa kau tak mendengarnya.”


Gamma mendongak mendapati ekspresi Ailee yang terlihat menggemaskan menjumpainya. Wanita itu kelihatannya sangat tak menyukai Gamma yang mengabaikannya, “Nanti juga kau akan tahu sayang...” pria itu kembali melanjutkan kegiatan yang tertunda, bahkan kini Gamma malah mengecupi perut Ailee bertubi-tubi membuat sang empu terkekeh geli dibuatnya, “Sudah jangan marah lagi, dad memberitahuku saat makan siang waktu itu...”


“Benarkah, lalu dimana makam kak Aily sebenarnya aku benar-benar ingin tahu Al...” Gamma kembali diam seolah memang tak berminat menumpas rasa penasaran Ailee. Pria itu benar-benar berbeda jauh, Ailee maklum Gamma berubah karena pria itu sadar bahwa Ailee adalah kehadiran penting untuknya. Namun Ailee sama sekali tak menduga perubahan Gamma akan sampai membuatnya yang dulu selalu menomor satukan Mikaily malah mengganti rutenya. Biasanya saat Ailee bertanya tentang Aily Gamma selalu antusias sekali menceritakannya tetapi sekarang. Pria itu malah asik menggoda dirinya.


Tep


“Mau kemana?” Gamma memperhatikan Ailee dengan padangan tak suka. Wanita itu tiba-tiba menutup kausnya kembali lalu bangkit hendak meninggalkannya, hal itu tentu saja membuat Gamma tak menyukainya. Tolong ingatkan pada fakta bahwa Gamma benci seseorang menganggu kegiatan yang disukainya tak terkecuali Ailee. Sekarang bagi Gamma tak menggoda Ailee sedikit saja itu akan membuatnya merasa kekurangan sesuatu.


“Mau tidur.” Jawab Ailee dengan nada yang begitu datar tanpa sedikit menoleh ke arah suaminya. Terlihat sekali bahwa Ailee marah karena Gamma berulang kali mengabaikannya.


Gamma bangkit, “Oke ayo kita tidur...” pria itu menarik tangan Ailee dengan begitu santainya namun saat mendengar suara sesenggukan wanitanya, pria itu langsung menoleh. Dan benar, Ailee terlihat menangis karena merasa Gamma tak peka dengan rasa marahnya. “Hei kenapa kau menangis lagi Ailee...?”  Gamma terlihat kebingungan, ia merasa dirinya tak melakukan kesalahan apapun yang bisa membuat Ailee mendadak badmood seperti ini.


“Hiks hiks kau mengabaikanku... aku tadi bertanya padamu Al... kenapa kau mengabaikanku...”


“Kapan aku mengabaikanmu?” Jemari Gamma menyentuh sudut mata Ailee, padahal baru tadi pagi wanita itu membuat matanya sembap dan kini mungkin Ailee akan membuat matanya bengkak lagi karena menangis, “Berhenti menangis kau akan membuat matamu bengkak nanti...”


“Jangan pedulikan aku, kau duluan yang mengabaikanku padahal aku sedang bertanya mengenai kak Aily...” Ailee menampik tangan Gamma. Ia hendak membalik tubuhnya tak mau melihat sang suami, namun sayang tangan Gamma lebih cepat dari gerakan Ailee. Pria itu menarik pinggang Ailee dan membuat tubuh mereka saling berdempet, “Aku kan sudah mengatakannya kau akan tahu nanti...”


Pria itu terlihat mengernyitkan dahinya membentuk lipatan-lipatan disana, “Lagipula aku lebih heran padamu Ailee. aku tak ingin membahas soal Aily karena kupikir itu akan membuatmu tak nyaman, tapi kau malah menangis hanya karena aku mengabaikanmu, apa kau tak cemburu?” Gamma memandang intens Ailee, “Apa kau tak panas bila aku menceritakan Aily hmm?”


Ailee membuang wajahnya enggan menatap mata Gamma, “Untuk apa panas, lagipula kan kak Aily juga istrimu dulunya, jadi kenapa harus cemburu...” Gamma tersenyum nakal sedikit kecewa mendengar penuturan Ailee yang mengatakan tak cemburu pada Aily, padahal dulu Gamma mati-matian menahan emosinya ketika istri cantiknya ini terus berdekatan dengan mantan suami. Tetapi sayangnya ada keyakinan bahwa saat ini Ailee tengah berbohong, tak mungkin wanitanya ini tak pernah cemburu padanya.


“Hmm...” Gamma terlihat berpikir cara apa yang bagus untuk menggoda sang istri, “Jadi asal dia istriku kau tak akan cemburu, lalu bagaimana jika aku membawa istriku yang lain, masih bilang tak cemburu?” Ailee langsung memandang Gamma. Mendadak cairan merembes keluar lagi dari kedua bola mata bundarnya itu. Mendengar Gamma mengatakan hal seperti itu dengan wajah yang serius, membuat Ailee tak bisa berfikir secara jernih dibayangannya saat ini adalah melihat Gamma yang dulu membawa wanita lain kedalam rumah ini, Ailee tak berpikir bahwa saat ini sang suami tengah menjahilinya.


Cup


Gamma yang melihat Ailee menangis sedikit merasa bersalah, ia pun mengecup kedua kelopak mata Ailee agar wanita itu berhenti menitikan air matanya. Ia menyesal menggoda Ailee jika akhirnya malah membuat wanitanya bersedih, “Maaf... aku bercanda sayang... sudah jangan terus menangis, nanti matamu bisa jadi seperti panda Ailee...”


Bugh bugh


“Kau jahat, kau mau cari wanita lain disaat aku mengandung anakmu, kau jahat Al...” Ailee memukul dada bidang Gamma dengan keras karena kesal pria itu membercandainnya dengan hal seperti itu. Gamma hanya bisa tersenyum tipis, menerima mentah-mentah pukulan sang istri sampai benar-benar puas.

__ADS_1


“Ailee bagiku tak ada wanita lain lagi yang mampu membuatku secinta ini selain dirimu...” mendengar penuturan Gamma Ailee menghentikan pukulannya dengan rona merah yang muncul dikedua pipi cubbynya. “Sudah tak marah lagi? Jika sudah puas memukuli dadaku bersiaplah kita ke makam Aily sekarang. Sepertinya dia juga ingin bertemu denganmu..” Gamma mengacak-acak rambut Ailee sedikit membuat wanita itu mendengus pelan karena tak suka.


“Oh iya...”


“Apa lagi?!” Ailee terlihat kembali kesal karena Gamma selalu menunda langkahnya.


Pria itu tersenyum sumringah, “Aku hanya ingin mengatakan, aku sudah cukup puas denganmu, selain masakanmu yang enak, tubuhmu juga cukup enak Ailee sampai-sampai setelah pulang nanti aku ingin memakanmu lagi...”


Masih belum hilang rona dipipi Ailee kini Gamma malah memperparah dirinya, pipinya pasti terlihat seperti kepiting rebus sekarang, “Berhenti menggodaku Al!!!”


[]


“Al... sebenarnya kita mau kemana? Katanya mau ke makam kak Aily tapi kenapa kau malah membawaku ke belakang rumah?” Ailee tak berhenti memberondongi suaminya dengan ribuan pertanyaan karena bingung. Gamma bilang, pria itu akan membawanya ke pusara sang istri pertama tapi pria itu malah membawa Ailee menuju ke belakang rumah, dimana ladang bunga mawar buatan tersedia disana.


“Aku sudah bilang kau akan tahu setelah sampai...” Gamma berjalan pelan disamping Ailee, “Hati-hati dengan durinya...” Pria itu menggeleng pelan, bisa dibilang ia benar-benar dibuat keheranan dengan tingkah laku wanita disampingnya itu. Saking bingungnya Ailee tak berhenti bertanya pada Gamma tetapi tetap saja wanita itu tergoda dengan ladang bunga disini, walaupun bingung nampak sekali Ailee menikmati keindahan di belakang huniannya itu—ia nampak seperti anak kecil yang melihat taman bermain dengan wajah penasaran sekaligus keantusiasan.


Setelah melihat penampakan sebuah pintu coklat beraksen kayu jati yang terlihat kuno Gamma melangkah mendahului Ailee. Terlihat sekali wanita itu makin tambah kebingungan karena baru menyadari adanya pintu coklat tersebut, “Aku baru menyadari ada pintu ini Al...”


“Ayo..” Gamma mengulurkan tangannya untuk menggandeng Ailee, dan wanita itu tanpa diminta pun mengekori Gamma yang perlahan membuka pintu kuno tersebut.


Ketika dua sejoli itu memasuki pintu tersebut, angin berhembus kencang menyibak rambut Ailee. Dan cahaya matahari nampak bersinar menyilaukan pandangan mata. Sebuah makam yang terlihat indah dihiasi dengan bunga juga 4 tiang yang mengelilingi pusara tersebut. Rumput hijau dengan ribuan bunga mawar terlihat bagai gerbang yang nampak cantik  dipandang.


Gamma dan Ailee menghampiri makam itu dengan langkah kecil mereka. Saat makam itu sudah didepan mata sebuah nama yang tertera dinisan menarik perhatian Ailee, ‘Mikaily Canis’ ia memandang sang suami, “Al i—ini..” Gamma mengangguk pelan mengerti apa yang Ailee maksud.


Pria itu berjongkok diikuti dengan Ailee. Tangan kanan Gamma terulur menyentuh batu nisan itu dan mengusapnya seolah tengah mengusap kening Aily. Rasa rindu yang sekian lama Gamma simpan akan wanita ini merebak, namun yang tersisa hanyalah sebuah rindu seakan hanya mengharap pertemuan saja.


“Hi apa kabar Aily... Ailyku?” Ailee memandang suaminya yang berwajah sendu, “Semoga kau baik-baik saja disana...” Wanita itu mengelus punggung suaminya pelan seolah menguatkan Gamma. Ia sama sekali tak merasakan cemburu seolah dirinya memang sudah sepenuhnya percaya bahwa pria berwajah sedih itu memang mencintainya.


“Maaf Aily... aku baru mengunjungimu harusnya sudah sejak lama aku menemanimu dan tak membiarkan kau disini sendirian.” Gamma berganti memandang wanita yang duduk disampingnya kini dengan senyuman manis, “Tapi berkat itu aku berhasil menemukan wanita yang berhasil membuatku jatuh cinta lagi... memberikan segala kebahagiaan yang sebelumnya terasa kosong karena kau tak lagi ada.”


Gamma menggenggam tangan Ailee, “Namanya Ailee Kanedy, nama yang sangat mirip denganmu bukan?” Disela itu pria itu sedikit tertawa ringan, tetapi Ailee tahu Gamma sebenarnya menyimpan rasa sedihnya saat ini terlihat sekali dari sinaran matanya yang meredup. Entah apa yang dipikirkan suaminya kini. “Aily sekarang aku hanya ingin bahagia, semoga kau juga berbahagia disana, aku sudah mengikhlaskanmu sayang... terima kasih telah meninggalkanku mutiara berharga seperti Alpha. Tanpanya aku tak akan pernah menemukan wanita yang mampu membuat hatiku tak hampa lagi.”


“Aku mencintaimu Mikaily...” pandangan Gamma terlihat memburam karena genangan air mata menumpuk dibola matanya, terasa sekali bahwa pria itu tak sanggup menahan tangisnya. Melihat makam Aily, benar-benar membuatnya tak menyangka bahwa Gamma bisa hidup sejauh ini tanpa dirinya, padahal waktu itu Gamma benar-benar amat putus asa ketika Aily tak mau membuka matanya barang sejenak. Wanita itu bukan mati suri tapi memang benar-benar pergi jauh dari jangkauannya. “Aku mencintaimu selamanya...”

__ADS_1


Ailee pun membawa tubuh kokoh yang terlihat rapuh itu kedalam pelukannya, ia mengusap pelan rambut suaminya, “Menangislah Al... aku ada disini...” sebagai sandaranmu


[][]


Gamma mengamati Adam dengan pandangan tajam. Pria itu menunggu sang ayah berbicara, namun setelah hampir beberapa menit Gamma menunggu sang ayah dengan begitu serius terlihat sekali pria yang mirip dengan namun versi tua itu tak bergeming. Tak berbicara dan hanya memilih menikmati kopi buatan istrinya, Ellen.


“Sebenarnya apa yang dad mau sampaikan padaku...?” Gamma memulai terlebih dahulu pembicaraan karena ia mulai tak sabar menunggu.


Ehem


Adam berdehem pelan lalu meletakan cangkir kopi dengan santai seolah tak terganggu dengan kesabaran Gamma yang sedang diambang batasnya. Ia lalu memandang putra ralat putra brengseknya yang dengan berani melakukan pernikahan kontrak hanya demi mendapatkan apa yang dia inginkan, “Sejujurnya aku sangat ingin memberimu bogem mentah setelah semua yang kau lakukan pada Ailee...” ujarnya skartik.


“Tapi sepertinya itu tak diperlukan mengingat Ailee terlihat sangat bahagia melihatmu... dan kuharap kau tak menyakitinya untuk yang kedua kalinya... jika sampai itu terjadi maka bukan hanya kau yang kuusir dari silsilah Canis tapi juga nyawamu...”


“Aku mencintainya sangat, untuk alasan apa aku harus menyakiti Ailee lagi...” Gamma membela dirinya, “Jika dad merasa aku akan menyakiti Ailee lagi kapanpun itu ambilah segala yang kupunya...”


Adam terkekeh seolah ucapan Gamma barusan terlihat lucu ditelinganya, “Aku ingat bagaimana kau dulu mati-matian menolak menikah lagi, tapi sekarang kau malah menjelma jadi ABG jatuh cinta ini benar-benar lucu Gamm...”


“Jangan berbasa-basi dad... aku tau ada yang ingin kau sampaikan sekarang, jika itu soal perceraian aku tak akan mau menanggapinya...”


Adam tersenyum lagi. Pria itu terlihat mencari-cari sesuatu yang ternyata adalah sebuah amplop yang entah isinya apa, “Ini adalah peninggalan Aily sebelum meninggalkanmu dan Alpha, dan soal makam...”


Gamma panas dingin mendengarnya, apakah akhirnya pria tua bandel itu akan memberi tahu dimana letak makam Aily ataukah hanya permainan untuknya lagi. Karena Gamma mengira bahwa Adam akan memberi tahunya saat Ailee melahirkan cucu kedua Canis nanti.


“Kukira kau pintar mencari hal sepele seperti itu tapi nyatanya putraku bodoh juga...” Ia terlihat meremehkan Gamma, “Bukankah Mikaily selalu mengingkan dirinya berada didekatmu? Coba tebaklah dimana seharusnya tempat peristirahatan terakhirnya...”


Deg


[][][]


Wow ini sih menurut aku part terpanjang wkwkw hampir 2000 kata.


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2