
Langit malam menunjukan kegelapannya. Ailee berdiri menatap gerbang pintu besar dengan Alpha digendongannya. Anak itu begitu terlelap dalam mimpi, menikmati dirinya dalam pelukan wanita baik semacam Ailee. Lampu tamaram bercahaya terlihat mensekelilingi rumah besar yang tersaji didepan pandangan Ailee.
Hari yang panjang setelah melewati waktu bersama Alpha, Ailee harus berakhir kerumah mewah ini. Rumah yang tak lain terdapat papan nama kotak dengan nama kebesarannya ‘Canis’. Ini adalah rumah orang tua dari kakak ipar sang sahabat, siapa lagi bila bukan Valery. Gadis itu begitu semena-mena padanya, dengan santai mengundang Ailee yang bukan siapa-siapa untuk makan malam bersama keluarga kakak iparnya tersebut. Alih-alih menolak Ailee malah menerima karena Valery mengancam tak akan mau menjemput Alpha. Ailee tak mungkin menjaga anak orang lain meskipun dia mau.
“Val... dimana? Aku didepan.” Ailee menyaut menelfon Valery untuk memberi tahu gadis itu bahwa kini ia sudah sampai pada alamat yang Valery maksud.
Kriet brak!
Dua gerbang besar terbuka begitu saja sedikit membuat Ailee terkejut, ia menoleh melirik Alpha yang masih terlelap bersandar di bahunya. Sedikit bersyukur anak itu tak terganggu karena suara gerbang.
“Tuan Muda kecil!!” pekik seorang pria dengan jas yang kini berlari tergopoh-gopoh kearah Ailee dengan panik. Dia terus menatap Alpha yang berada digendongan Ailee.
“Tenang saja tuan.... Alpha sedang tidur...” suara lembut Ailee mencoba menenangkan pria yang entah kenapa memanggil bocah cilik ini dengan ‘Tuan Muda’ pikirnya mungkin pengawal dirumah mewah ini. Maklum setaunya Canis bukanlah keluarga biasa.
Pria itu terlihat tenang, ia beralih menatap Ailee penuh tanda tanya, “Aku Ailee teman nona yang bernama Valery, apakah dia ada?” pria itu langsung membungkuk hormat dengan tiba-tiba.
“Ah maaf anda Nona Ailee, Nyonya besar menyuruh saya menjemput anda... mari silahkan...”
[]
“Jadi ini yang disebut Alpha sebagai mommy-nya...”
Dan disinilah kini Ailee terjebak dalam satu ruangan besar yang didalamnya berisi 2 orang yang tak Ailee kenal kecuali Alpha yang duduk disampingnya juga Valery, gadis itu duduk didepan Ailee dengan senyum tanpa dosa.
Saat ini mereka baru akan memulai makan malam yang entah karena apa Ailee bisa ada didalamnya. Ia tersenyum menanggapi dengan canggung cuitan wanita paruh baya yang terus menatapnya dengan pandangan ramah itu, ditambah lagi tatapan teduh lainnya dari pria paruh baya yang Ailee tebak suami dari si wanita tersebut.
“Nama kamu siapa, sayang?”
__ADS_1
Ailee dengan canggung menjawab, “Ailee tante...” ia merasa bersalah sekarang karena tiba-tiba dia harus terjebak diposisi tak menguntungkan. Bagaimanapun Ailee merasa menjadi penganggu kecil sekarang.
“Nama yang begitu sama...” lirih wanita itu sembari menatap balik sang suami, netra beda warna itu saling bertubrukan seolah memberi pertanda akan sesuatu. Namun sayangnya Ailee tak bisa membaca apa itu.
“Mom sudahkah kau menelfon Gamma untuk pulang?” Adam bertanya pada Ellen, sang istri yang langsung ditanggapi dengan anggukan kecil.
“Sudah... aku bahkan meminta Aiden membawanya kemari...”
“Baiklah sekarang kita tunggu bocah itu datang... maaf Ailee kau harus menunggu untuk putra kami...” Adam memberikan senyuman teduh pada Ailee. Ia seperti mengkode respond positif agar Ailee tak perlu canggung dengan keluarganya. Ailee mengangguk penuh arti ia lalu beralih memandang Alpha yang terlihat berubah drasti ketika sampai dirumah ini. Entah mengapa dia menjadi banyak diam.
“Alpha sayang ada apa?” tanya Ailee sedikit menundukan wajahnya untuk mensejajarkan pandangannya dengan mata Alpha. Hal kecil itu tak luput dari perhatian Ellen yang melihat Ailee begitu penuh perhatian pada cucunya.
“Tidak apa mom...” Alpha menggeleng pelan seolah memang tak ada apa-apa dengan dirinya, tetapi Ailee bukanlah orang yang mudah dibodohi apalagi oleh anak kecil seumuran Alpha. Jelas baru tadi sore Alpha hampir selalu tersenyum dan tertawa riang karena dirinya. Namun Ailee tak mau memaksa ia sadar Ailee bukanlah siapa-siapa bagi Alpha, dia hanya kebetulan dipanggil mommy oleh bocah itu lalu menjadi dekat.
“Baiklah...” Ailee mengacak rambut Alpha, dia hendak mengikis jarak diantara mereka, “Jangan takut Alpha, ingat gulali manis yang mom belikan untuk Alpha rasanya manis seperti senyum mom Ailee kan?” Ailee berbisik pelan sembari tersenyum begitu manisnya dan entah sejak kapan lengkungan bibir itu sangat menjadi favorit Alpha. Senyuman yang sangat manis, menenangkan dan begitu teduh tanpa sadar tertular kepada Alpha. Ellen yang terus memandangi interaksi mereka begitu terharu, sangat jarang Alpha begitu dekat dengan seseorang.
Kriet
“Hi tunggulah aku! Tenang saja Ellish tak ada disini!” Suara seseorang yang memasuki rumah keluarga Canis menganggu perhatian orang-orang dimeja makan.
“Bagaimana aku bisa percaya... ini sangat menjengkelkan!” kini suara berat yang lainnya terdengar begitu geram. Langkah kaki mereka semakin terdengar menuju ke arah ruang makan. Bisa Ailee tebak bahwa merekalah orang yang sedang mereka tunggu sekarang.
Siluet Gamma muncul membuat perhatian teralih kepada dirinya, disusul dengan Aiden yang terus bergumam sesuatu. “Jadi Dad kali ini wanita mana lagi yang kau undang...?” tanya Gamma, pria itu terlihat sangat kesal, dia bahkan muncul tanpa salam terlebih dahulu dengan kedua orang tuanya.
“Gamma, Aiden... duduk terlebih dahulu...” sang ibu berkata dengan suara lembut menyambut Gamma memerintah putranya itu untuk duduk di salah satu kursi. Gamma dengan kasar duduk dihadapan Alpha putranya begitu pula dengan Aiden yang begitu saja ikut mendudukan bokongnya dengan santai.
Gamma memperhatikan Alpha lalu tatapannya beralih pada Ailee, wanita yang dirasanya tak asing, “Siapa dia mom? Kali ini bukan Ellish lagi?” tanya Gamma begitu tak sabaran, ia mencoba mencari-cari wajah Ailee dalam ingatannya sedangkan Ailee menatap pria tampan yang terlihat menatapnya tak suka itu dengan pandangan bingung, “Ah.. kau bukankah wanita penghibur di bar itu...” dengan percaya diri Gamma yakin wanita didepannya ini adalah wanita yang tempo hari membuatnya kesal karena ulahnya yang menabrak Gamma dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Ailee melotot kaget ia menundukan wajahnya dalam-dalam. Ia merasa aneh bagaimana Gamma bisa mengatahui bahwa tempo hari ia pergi ke bar dan ingatannya tertuju pada wajah seorang pria setengah mabuk yang Ailee tabrak karena kabur dari kejaran anak buah Mia. Dan itu adalah pria yang ada dihadapannya kini.
“Kak apa maksudmu..? dia sahabatku, Ailee...” Valery menjelaskan terlihat tak suka dengan ucapan sang kakak ipar yang terdengar begitu frontal di telinganya.
“Sahabatmu? Kenapa bisa dia disini?” tanya Gamma. Valery memutar bola matanya malas, Gamma selalu saja mencari keributan ketika baru tiba dirumah besar keluarga Canis. Akhir-akhir ini Gamma menjadi temperamental tak sembarang manusia bisa menyinggung pria itu hanya sang ayah lah yang mampu mendebat Gamma.
“Mom yang mengundangnya...”
Pria itu beralih menatap mom-nya heran, “Mom...”
Ellen memandang Gamma tajam, “Baiklah ayo sekarang kita makan malam...” dia menerbitkan senyumnya dan mengkode pada putra semata wayangnya itu untuk tidak mengacau.
Tring
Suara sendok yang berdenting dengan piring terdengar memekakan telinga, “Aku tak biasa makan dengan orang asing....” secara tak langsung Gamma tengah menyindir Ailee yang tiba-tiba saja hadir diantara mereka. Pria itu menatap permusuhan ke arah Ailee. Gamma jelas-jelas tau keluarga Canis tak pernah memiliki hubungan dengan wanita di samping putranya itu. kecuali Valery entah mengapa mom malah mengundang wanita yang hanya sahabat Valery untuk begitu saja ikut makan malam. Terlebih wanita itu sudah meninggalkan kesan ‘bukan wanita baik-baik’ pada Gamma.
“Gamma... diam mom belum memaafkanmu atas yang kau lakukan kemarin. Kau tak berhak untuk mendebat sekarang...”
[][]
Part tak penting wkwkwk
Maaf ya jika semakin hari semakin pendek per babnya
huhu
__ADS_1