MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Alias dan Alora


__ADS_3

“Sayang, cepat bangun...”


Tak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang pria ketika mereka berhasil menjadi seroang suami  dan seorang ayah. Dihadapannya Ailee tengah tertidur cantik. Wajahnya terlihat amat damai membuat Gamma menebak mimpi indah apakah yang wanita itu impikan sehingga dia begitu betah menutup mata. Dengan sabar pria itu tak pernah menyingkir atau meninggalkan wanitanya barang sejenak.  Rasa takutnya memang sepenuhnya sirna namun Gamma ingin dialah yang menjadi orang pertama saat wanita yang membuatnya jatuh hati lagi dan lagi itu membuka kedua kelopak matanya.


Berulang kali pria itu mengecupi tangan, pipi, kening lalu kembali melakukan itu lagi. Gamma tak bosan. Itu adalah bentuk rasa syukur dan terima kasihnya pada sosok tegar didepannya ini. Rasa cintanya pada wanita itu semakin bertambah. Ketika dengan susah payah bahkan hampir kehilangan nyawa, Ailee masih tetap berjuang melahirkan kedua buah hati mereka. Bahkan dia juga memeggang janji tak akan pernah meninggalkan Gamma.


“Aku sangat mencintaimu Ailee... Thank you for All... terima kasih untuk semua yang kau berikan padaku. Kedua anak yang tampan dan cantik, mereka sangat lucu dan mirip dengan kita, tidakkah kau ingin melihat mereka?” Gamma tak berhentinya mengajak bicara Ailee. Meskipun semua kalimat-kalimatnya hanya didengar angin sekalipun namun pria itu yakin wanitanya akan segera bangun, “Bangun sayang... mereka membutuhkan momnya, aku juga membutuhkanmu...”


“Al...” suara lirih yang sejak tadi ditunggu oleh telinga Gamma tiba-tiba terdengar. Pria yang menunduk menyembunyikan tangis bahagiannya itu menoleh, melihat Aileenya telah membuka mata dengan sempurna. Sungguh tak bisa lagi Gamma sembunyikan senyuman kebahagian yang sejak tadi ditahannya.


“Ailee...”


Pertama kali Ailee membuka mata, wanita itu melirik perutnya yang terlihat datar, “Al... mana twin? ap—apakah mereka bai—“


Gamma terlebih dahulu memotong ucapan Ailee. Pria itu menganggukan kepalanya begitu antusias, “Twin baik-baik saja, mereka berdua sangat sehat sayang.”


“Benarkah? aku ingin melihat meraka...” Ailee hendak beranjak dari posisi baringnya. Tetapi Gamma tak membiarkan wanita itu begitu saja bangkit. Dengan sigap Gamma langsung melarang Ailee untuk bangun.


“Kau habis operasi, jangan terlalu banyak bergerak, nanti saja ya lihat twin... tunggu sampai kau benar-benar pulih...” Gamma mencoba membujuk Ailee dengan lembut berharap wanita itu mau menuruti perkataannya.


“Aku... mau lihat mereka Al... hiks... aku mau lihat twin..” wanita itu kini bagaikan bocah yang sangat ingin dituruti permintaannya bahkan sampai menangis. Melihat itupun Gamma mau tak mau luluh, mata Ailee yang berkaca-kaca dengan permohonan membuat sisi tegas Gamma menghilang. Dengan lembut pria itu mengusap pelan dan menghapus air mata Ailee.


“Lihat disini saja...” Pria itu langsung merogoh sesuatu dikantung celananya yang ternyata sebuah benda pipih yang tak lain ponsel bermerek Iphone. Ailee hanya melihat suaminya yang sedang berkutat dengan ponsel itu, entah melakukan apa.


“Ini... lihatlah twin...” Gamma menunjukan sebuah video berdurasi singkat yang didalamnya ada dua bayi kecil. Mereka bergerak-gerak lucu didalam inkubator, kulit merah dan tubuh mereka yang kecil membuat Ailee tak kuasa menahan air matanya. Ia memandang suaminya dengan tatapan sendu.


“Al... mereka kecil sekali... apakah karena aku yang kurang makan...?” Gamma yang ditanya seperti itu pun terbahak. Tangan kanannya yang menganggur pun langsung membawa Ailee kedalam pelukannya. Disatu sisi Ailee terlihat mengkhawatirkan disatu sisi lagi wanita itu terlihat menggemaskan. Pertanyaannya terlalu lucu.


“Ailee... itu bukan karena ibunya yang kurang makan... tapi karena twin lahir prematur, jadi mereka masih kecil...” jelas Gamma.

__ADS_1


“Tapi itu tetap salahku... twin lahir prematur karena aku yang ceroboh...” Ailee menunduk dalam. Kejadian ibunya yang mendorong dirinya sampai terjatuh masih terngiang. Ailee sungguh tak habis pikir bagaimana ibu kandungnya sendiri bisa setega itu padanya, dia hampir mencelakai anak dan cucunya sendiri.


“Itu berarti juga salahku. Aku yang gagal melindungimu dan twin...”


“Maaf Al... jika aku izin padamu saat itu mu—“


Ssstt


Gamma menutup bibir Ailee dengan jari telunjuknya. Pria itu menggelengkan kepalanya kekanan dan kekiri, “Ini hari yang membahagiakan Ailee... lupakan saja semua itu. Semua kesalahan baik yang aku atau dirimu lakukan lupakan saja. Kita hanya perlu bersyukur twin tetap baik-baik saja, terutama dirimu..” pria itu menangkup wajah istrinya, sejenak mereka saling bertatapan, “aku hampir kehilangan dirimu Ailee... sungguh tak bisa kubayangkan jika saat itu kau meninggalkanku sama seperti Mikaily...”


“Aku kan sudah berjanji tak akan pergi...” Ailee tersenyum lembut begitu pula Gamma. Mereka saling menyatukan dahi mereka, menyalurkan perasaan bahagia yang penuh rasa syukur dan membaginya menjadi satu.


“Terima kasih... terima kasih Ailee untuk semuanya, untuk twin dan untuk tak pergi dan meninggalkanku...”


“Aku mencintaimu...”


Gamma menyunggingkan senyumnya dan dengan sekali serangan pria itu langsung mengecup bibir menggoda istrinya. Membagi perasaannya yang semakin mencintai Ailee, perasaan itu semakin membuncah didalam hati. Perasaan pada wanitanya, pada kekasih hatinya dan pada belahan jiwa dihadapannya itu.


[]


Hari-hari semakin berlalu. Ailee masih tetap ditempatkan diruang inap VVIP sampai tubuhnya benar-benar pulih, itulah keiinginan Gamma meski wanita itu berulang kali mengatakan ingin pulang. Ia ingin pulang dan  segera melihat twin.


“Al...” Ailee memandang suaminya sembari mengerucutkan bibir, “Kapan  aku  bisa lihat twin? aku ingin melihat mereka, kau juga belum memberikan mereka namakan?”


Gamma mengalihkan perhatiannya ke arah Ailee sebentar lalu kembali fokus memotong-motong buah apel yang akan ia suapkan pada Ailee, “Hari ini twin akan diantar kemari... sabar sayang...” Gamma menjadi lebih penyabar dan penyayang sekarang. Pria itu memahami bagaimana rasanya setelah menjadi seorang ibu namun belum juga bisa melihat anaknya.


“Kau tidak berbohongkan Al?” tanya Ailee menyelidik dengan  tangan yang terjulur menerima garpu dengan apel yang sudah ditusuk diatasnya. Namun karena Gamma tetap ingin menyuapi Ailee, pria itu membiarkan tangan istrinya terbengkalai begitu saja.


“Suster sedang  mengambil mereka...”

__ADS_1


Ailee mengubah mimik wajahnya menjadi begitu antusias, “Benark—“


Kriet


Dret dret dret...


Sebuah keranjang bayi yang terbuat dari kaca dengan suara roda yang berderit mengalihkan fokus Gamma juga Ailee. Dilihatnya kedua bayi imut yang tertidur diatasnya dengan begitu nyaman. Mereka terlihat lucu dan sangat kecil. Dan wajah mereka nampak mirip dengan Ailee juga Gamma.


“Al...” Ailee memandang suaminya, “bayi itu?”


“Iya Ailee.”


Dalam hati Ailee menyimpan rasa harunya ‘oh twin ini mommy, syukurlah kalian baik-baik saja.’ tanpa diminta tangan Ailee langsung memberi kode pada seorang suster yang mendorong keranjang bayi twin untuk membawa bayi itu mendekatinya.


“Al... mereka lucu sekali...” Ailee menggendong salah satu bayinya yang berjenis kelamin perempuan dengan begitu telaten, “Siapa namanya Al? apakah kau sudah memikirkannya?”


Gamma mengangguk pelan, “Tentu saja, untuk putriku...” dia meletakan pisau buah dan mendekati sang istri, satu kecupan mendarat di pipi bayi mungil yang ada digendongan Ailee itu, “Alora Xaviera Canis...”  nama yang indah terucap begitu saja dari bibir Gamma.


Setelah itu Gamma berbalik menghampiri putra kecilnya, “Untuk putraku...” kembali pria itu mengecup pipi bayi berjenis kelamin laki-laki itu lalu membawanya kedalam gendongannya, “Alias Xavier Canis...”


“Alias dan Alora.”


[][]



Nih Alias ma Alora hehehe. gemesh banget author 🤗


 

__ADS_1


__ADS_2