
Grep
“Al...” Setelah mengunjungi makam Aily. Ailee dan Gamma kembali ke dalam rumah dan kembali menjalani kesibukan masing-masing. Gamma yang memilih libur dan melakukan sebagian tugas kantornya dirumah sedangkan Ailee memilih untuk menyiapkan makan siang untuknya dan Gamma. Namun saat Ailee sedang fokusnya berkutat memotong beberapa bahan masakan, Gamma dengan manjanya memeluk tubuh Ailee dari belakang.
“Al itu geli...” Ailee bergerak tak nyaman karena tingkah Gamma yang kelewat nakal, pria itu dengan begitu santai menggoda sang istri dengan cara meniup-niup ceruk leher Ailee. Membuat si empu bergidik kegelian, “Jangan jahili aku Al...” Namun Gamma sama sekali tak menggubris Ailee. Tangannya malah dengan nakal membuka kemeja putih Gamma yang Ailee kenakan, menyingkapnya ke atas hingga bra bewarna hitam yang Ailee kenakan terlihat.
“Sekarang ini milikku...” Gamma menyentuh dua gundukan milik Ailee dibalik bra, “Aku merindukannya Ailee, aku ingin memakannya... apakah boleh?” Gamma bertanya dengan suara serak. Niatnya pria itu hanya ingin menggoda Ailee tapi tanpa sadar nafsu birahinya bangkit. Entahlah semua milik Ailee selalu menggoda Gamma, dia bagaikan opium yang memabukan dan mengubah tubuhnya sendiri menjadi candu.
Bahu Ailee terangkat seolah berusaha mengusir kepala Gamma yang bersandar dibahunya, “Tidak boleh. Ini didapur Al... nanti masakannya bisa gosong karenamu...” Ailee susah payah menahan rasa risihnya. Padahal baru saja pria itu menangis karena mengunjungi makam Aily tapi kini pria itu sudah kembali membaik bahkan ini terlalu baik. Gamma seolah berubah menjadi pria manja yang mesum dan tiada hari baginya membuka pakaian Ailee sesuka hati.
“Kalau begitu tidak usah masak, kita delivery order saja...” Gamma meniup-niup lagi leher istrinya, “Dan dapur... itu bukan ide yang buruk untuk melakukannya disini... kita bisa mencobanya sayang...” Gamma tersenyum misterius.
Tak
Tanpa ia sadari sebuah sendok makan melayang dikepalanya. Ailee memukul Gamma dengan pelan untuk menyadarkan pria itu, “Jangan mengkhayalkan hal mesum menggunakan wajahku Al...” Wanita itu seolah bisa membaca seluruh pikiran Gamma yang kotor tentangnya. “Duduk! dan tunggu masakannya jadi atau aku tak akan menyiapkan makanan lagi untukmu!” Ailee berkata tegas. Sebenarnya ada sedikit rasa bersalah menolak Gamma yang sedang menginginkannya, bagaimanapun Ailee tak punya kuasa menolak karena dia adalah seorang istri. Kewajibannya adalah melayani suaminya. Tetapi bukan diwaktu yang tidak tepat seperti ini.
Diluar dugaan Gamma yang diperlakukan seperti itu sama sekali tak marah. Ia memaklumi sikap Ailee dan malah sempatnya masih menggoda sang istri, tangan kiri pria itu dengan jahil menggigit telinga Ailee gemas,”Al!!!!”
__ADS_1
“Baiklah baiklah bumil satu ini sensitif sekali. Pokoknya aku tak mau tau Ailee setelah makan siang kita lanjutkan tadi yang tertunda....” Pria itu kabur dengan tawa riangnya. Terasa menyenangkan menggoda Ailee yang seperti ini. Bagi Gamma melihat Ailee dengan wajah malu dan marahnya malah membuat wanitanya semakin menggemaskan dimata Gamma.
Gamma mengusap wajahnya dan memeggang perutnya yang sakit karena tertawa, “Hah... aku semakin dibuat jatuh cinta padamu Ailee...” Aku berharap kali ini tuhan tak merengut apapun dari kita..
[]
Setelah makan siang usai. Ailee segera membereskan peralatan makan dan hendak mencuci piringnya namun lagi dan lagi Gamma terus mengekori wanita itu. Ia terus menempel dan memeluk tubuh Ailee bahkan saat Ailee selesai dengan cuci piringnya dan ingin membuat segelas susu untuknya pria itu masih saja mengekori Ailee.
“Tidak bisakah kau diam sebentar...” Ailee terlihat kesal.
Gamma yang melihat itupun merebut sendok susu Ailee. Ia mengambil gelas kaca dan memasukan bubuk susu lalu menuangkan air panas yang sempat Ailee rebus tadi, “Jangan marah terus...” Pria itu meletakan gelas susu yang ia buat dan membuat Ailee kebingungan. Tetapi selanjutnya ulah Gamma kembali membuat ia terkejut, Gamma mengangkat tubuh Ailee ke meja pantry dan mendudukannya disana. Baru memberikan gelas susu yang ia buat pada Ailee, “Minumlah.”
“Tapi Al... apa tak masalah lama-lama disini. Bukankah dad akan marah karena kau tak segera membawaku pulang?” Ailee mengalihkan pembicaraan dengan wajah khawatir. Wanita itu terlihat takut mertuanya akan marah pada Gamma karena melanggar janji. Tetapi yang dikhawatirkan malah tersenyum seolah tak akan terjadi apapun padanya.
“Tenang saja... aku sudah mematikan semua ponsel agar dad tak merusak momment berdua kita Ailee... bukankah kau juga menginginkannya?” Ailee merona merah dan membuang mukanya kesembarang arah enggan bertatapan mata dengan Gamma, “Tidak tuh kau saja yang terlalu pede...” elak wanita itu tak jujur.
“Benarkah begitu... tapi yang aku lihat dimatamu tidak sesuai dengan pernyataanmu Ailee. Bahkan semalam kau terlihat sangat menikmatinya, kau tau desa—“
__ADS_1
Ailee menyumpal mulut sompral Gamma dengan tangannya, “Menyebalkan... kau berubah menjadi menyebalkan hanya dalam semalam...” Ailee merajuk seperti anak gadis. Bibir tipisnya terlihat mengerut karena kesal pada Gamma. Beraninya dia membicarakan hal tabu, walaupun hanya mereka berdua disini tetap saja Ailee malu.
Cup
“Emmh Al...” Akibatnya karena Ailee yang terlalu gemas malah semakin membuat Gamma tak bisa menahannya. Ia ******* bibir Ailee dengan bibirnya, merasakan sedikit sisa rasa susu manis yang baru diminum Ailee menyisa dibibir wanita itu. Rasa yang menurut Gamma tak buruk dan malah menambahkan sensasi candu bagi Gamma. Pria itu bisa gila jika seperti ini, ia bisa terus menjadi buas jika Ailee selalu nampak cantik dipandangan matanya seperti ini.
Tak berapa lama setelah Ailee hampir kehabisan nafas, Gamma baru melepaskan ciuman ganasnya. Bisa ia lihat bibir Ailee yang membengkak dan wajah wanita itu yang merah merona, “Lihat kau bahkan menikmati momment ini Ailee...” Gamma menyunggingkan sudut bibirnya ke atas. Ailee hanya diam membisu menahan malu sedangkan Gamma yang tak puas, ia mengulurkan tangan kanannya. Menyingkirkan anakan rambut milik Ailee dan menyelipkannya dibelakang telinga, “Kau...” Ailee menunggu ucapan Gamma hingga keduanya kini saling bertatapan, “Kenapa kau selalu nampak cantik dan cantik dimataku Ailee...”
“Itu membuatku tak tahan..”
“Al...” Gamma menyentuh tengkuk belakang Ailee dan memajukan wajahnya hingga jarak yang bersisa diantara mereka kini hanya tinggal beberapa senti saja. Pria itu kembali memulai ******* habis bibir yang surupa opium itu dengan ganas. Kali ini bahkan tangannya tak segan mengangkat kemeja putih Ailee ke atas dan mengusap pelat perut istrinya. Nafsunya sedang diambang puncak, ingin sekali rasanya Gamma langsung menyentuh Ailee ditempat namun karena Ailee sedang hamil sangat tak nyaman melakukan hal itu di dapur. Pria itu hendak menggendong Ailee ke kamar tetapi sayangnya...
Drap drap drap
“Kak Gamma aku datang!!” Suara cempreng Valery menggema diseluruh rumah. Gadis yang tak tahu apapun itu menyelonong masuk dan mendapati pemandangan dimana Gamma dengan mesumnya mengangkat kemeja sahabatnya sendiri...
“Oops...” didetik itu Valery menyesal menganggu momment itu.
__ADS_1
Shit!!
[][]