MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Bunda


__ADS_3

Tap tap tap


Cklek...


Seseorang masuk kedalam ruangan kantor ‘CEO’ dengan membawa sebuah berkas menumpuk ditangan. Siapa lagi jika bukan Aiden. Ia memandang lurus ke depan dimana Gamma memang sedang menunggu kehadirannya sejak tadi. Pria itu berdiri membelakangi Aiden dengan secangkir kopi ditangan, sesekali Gamma menyeduhnya sembari memanjakan mata dengan pemandangan kota yang tersaji dibingkai jendela kaca.


Brak


Suara berkas yang bersentuhan dengan permukaan meja tak mengusik Gamma dari kenikmatannya, “Wanita itu sudah ditangkap, kau mau langsung membawanya ke kantor polisi atau bagaimana?” barulah ucapan Aiden yang mampu mengusiknya membuat Gamma langsung berbalik dengan pandangan yang tak terbaca. Dia seperti sedang memikirkan sesuatu.


“Aku sangat ingin memasukannya atas tuduhan rencana pembunuhan atau apapun itu...” ada jeda sejenak diucapan Gamma sebelum meneruskan kalimat selanjutnya, “tapi apa kau pikir jika Ailee mengetahui ini, dia akan setuju?”


“Aku yakin tidak,” Aiden menebak dengan sangat akurat. Semua tau tentang kepribadian Ailee, istri Gamma, dia baik meski seseorang sudah menyakitinya entah berapa kali. Ailee pasti akan selalu berusaha memaafkan orang itu contohnya adalah Gamma.


“Tetapi kasus ini beda Aiden. Aku tak bisa membiarkan Ailee begitu saja memaafkan wanita itu. Dia hampir membahayakan nyawa Ailee dan kedua bayi kami...” ujar Gamma, pria itu terlihat tak setuju bila memang tebakannya dengan Aiden tentang Ailee akan sangat tepat.


“Ah tapi dia—siapa nama wanita itu?”


“Astoria... dia seharusnya jadi ibu mertuaku, tapi karena ulah jahatnya itu aku jadi tak mau mengakuinya,” Gamma melolongkan kebenciannya akan ibu kandung istrinya. Dulu niatnya hanyalah memenuhi mandat sang ayah mertua untuk ‘menjauhkan Ailee dari ibu kandungnya’ hanya sekedar itu. Namun sekarang rasanya ia benar-benar tak akan membiarkan Aileenya bertemu lagi dengan wanita jahanam itu. Bagaimana bisa seorang ibu begitu tega pada anak kandungnya sendiri. Selain tak diberikan kasih sayang, dia juga hampir membunuh anak dan cucunya.


Kejadian sekitar beberapa bulan yang lalu tentunya masih mengusik hati seorang Gamma. Dimana sekilas dia melihat penampakan Astoria yang berlari menjauh dari taman sepi yang bahkan tak ia kenali, ia sendiri bertanya-tanya mengapa Astoria ada ditempat dimana map menunjukan keberadaan Ailee istrinya. Apakah wanitanya itu diam-diam menemui sang ibu kandung?


Gamma yang memang berniat mencari keberadaan Ailee, memilih turun dari mobilnya dan mengkode Aiden untuk tetap didalam mobil. Firasatnya saat itu tiba-tiba berubah tidak enak. Seperti sesuatu yang buruk telah terjadi. Dan dugaannya benar, Ailee terduduk dengan dress yang bersimbah darah. Ah tak bisa Gamma bayangkan betapa syok dan terguncangnya dirinya saat itu. Melihat wanita yang begitu ia jaga dan ia cinta menahan rasa pilu membuat hatinya juga terluka terkikis sembilu.


Namun untungnya tuhan masih mau memberikan Gamma kesempatan untuk menatap kembali wajah cantik Ailee. untuk menggendong kedua putra-putrinya, Alias dan Alora.


“Tapi sejahat-jahatnya wanita itu, tak mengubah fakta bahwa Ailee tetap ada hubungan darah dengannya...” Aiden membuyarkan lamunan Gamma tentang kenangan menakutkan yang baru mampir, “dialah yang berhak memutuskan hukuman apa yang harus ibunya terima, jangan berpikir untuk berbohong hanya karena kau membenci wanita itu. Kau taukan kebohongan tak pernah berbuah baik...”


Seperti biasa Aiden adalah pakar sekaligus teman terbaik yang bisa memberikan Gamma solusi setiap kali mengalami masalah. Tak ada yang sebaik dirinya saat berceramah. Gamma bahkan pernah menganggap apakah dikehidupan sebelumnya Aiden menjadi penasihat raja. Pria itu selalu punya kata bijak.


“Baiklah, mungkin aku harus memberi tahunya sekarang...” pria itu hendak melenggang pergi meninggalkan Aiden dan seluruh pekerjaannya. Tetapi Aiden yang melihat itu langsung menghentikan Gamma.

__ADS_1


“Mau kemana kau?”


Gamma menoleh, “Tentu saja mau pulang, memberitahu istriku,” pria itu mengernyit tak suka karena Aiden membuang waktunya.


“Tidak lagi,” Aiden menggeleng keras, “jangan mencari-cari alasan untuk kabur dari tanggung jawab, tanda tangan dokumen-dokumen ini baru kau bisa pulang, boss...”


Shit!!


[]


Grep


“Sayang...”


Gamma memeluk Ailee dari belakang dengan erat. Menyelusupkan wajah tampannya diantara cerukan leher Ailee dan menghirup dalam-dalam wangi vanila yang berasal dari tubuh istrinya—wangi yang membuatnya rindu akan rumah.


“Al, mandilah dulu setelah itu kita makan malam, hari ini anak-anak tidak rewel...” Ailee menghentikan kesibukannya menyiapkan makanan karena Gamma yang tiba-tiba memeluk tubuhnya. Ia mengusap-usap pelan rambut suaminya yang terlihat berantakan setelah pulang kerja.


“5 menit... aku masih belum puas memelukmu.”


“Ini sudah 5 menit. Jika lebih kapan kita bisa makan hmm?”


“Tidak usah, makan saja dikamar...”


Ailee membalikan tubuhnya, alisnya menyatu kebingungan. Ia memandang tampang rupawan suaminya dengan sempurna, “Maksudmu? kau ingin mengajak makan dikamar? tumben sekali...”


“Bukan itu,” pria itu tersenyum, menertawakan sang istri yang tak mengerti akan maksudnya, “maksudku kau yang jadi makananku...” Ailee langsung mengerti. Ia mencubit pinggang Gamma tanpa mempedulikan apakah pria itu kesakitan atau tidak.


“Hei apa yang kau lakukan, sayang?”


“Biarkan saja, pikiranmu ini hanya soal itu saja... cepat ganti bajumu dan duduk di meja makan!” Ailee menjawab dengan tegas. Ia mendorong tubuh suaminya agar menjauh dan pergi.

__ADS_1


“Baiklah-baiklah aku tak akan minta itu hari ini, tapi besok aku akan memintanya...” Pria itu langsung beranjak pergi menuruti perintah sang istri. Meski sebenarnya ia sangat menginginkan Ailee. Setiap kali melihat istrinya, Gamma selalu tergoda. Ia seolah lupa baik itu saat dirinya lapar sekalipun. Ailee semakin hari semakin bertambah cantiknya juga semakin menambah rasa cinta Gamma kepada wanita itu. Ia menaiki satu persatu tangga menuju kamarnya juga Ailee sembari tersenyum. Lihat bahkan Gamma tak sanggup menghapus wajah Ailee dibenaknya,


Beberapa menit kemudian Ailee telah menyajikan semua menu makan malam di meja makan dengan begitu rapi dan sempurna. Membuat Gamma menjadi bangga sendiri. Tak lupa wanita itu juga menunaikan kewajibannya sebagai istri, mengambilkan Gamma makanan dan membiarkan prianya menikmatinya.


“Makananmu selalu pas dilidahku....” puji Gamma setelah selesai makan  lalu mengelap mulutnya dengan tissue yang tersedia.


“Syukurlah...” wanita itu tersenyum dengan tanggapan sang suami. Ia lalu bangkit dan hendak membereskan sisa-sisa makan malam hari ini sebelum pergi memeriksa anak-anak dan tidur.


“Duduk dulu Ailee... ada yang ingin kubicarakan...” namun suara itu menghentikan kegiatannya yang sedang menumpuk beberapa piring kotor. Ailee menatap suaminya dengan pandangan bertanya. Ia pun kembali duduk mengurungkan niatnya.


“Kenapa Al? apa ada sesuatu yang terjadi dikantormu?”


Gamma menggeleng, “Besok...”


“Besok apa?” tanya Ailee makin penasaran.


“Besok ikut aku, kita akan bertemu ibumu..”


“Bunda?”


[][]


Yooo aku kembali semuanya. Maaf ya sekali lagi baru update hehehe. Selamat membaca.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2