MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Gagal


__ADS_3

Tap tap tap


Suara langkah kaki dimalam yang sunyi kala itu terdengar mengusik telinga. Gamma yang tengah merapikan dasinya sembari menunggu Ailee didepan gerbang menoleh ketika mendengar langkah kaki tersebut. Disana matanya terpaku pada sosok indah dihadapannya—dia Ailee dengan kecantikan yang terpoles murni diwajahnya. Malam itu penampilan istrinya sama sekali terlihat sederhana dengan dress yang sama sekali tak bisa dikatakan mencolok, namun entahlah saat dress itu sempurna membalut tubuh Ailee itu malah membuatnya terlihat perfect.Terlebih hormon ibu hamil yang pastinya membuat Ailee semakin terlihat menawan.



Wanita itu memandang suaminya dengan pandangan was-was seolah menunggu sesuatu yang akan dikatakan Gamma tentang penampilannya. Namun pria itu malah terlihat termenung dengan kedua mata yang menatap Ailee terpaku, “Al... bagaimana?”


“Siapa yang memberikanmu dress itu..?” Gamma bertanya dengan pandangan tajamnya. Wajahnya terlihat tak menyukai penampilan Ailee dan itu membuat Ailee menjadi kecewa sekaligus takut Gamma akan melakukan hal yang menyakitinya lagi. Walaupun Gamma berulang kali mengatakan untuk percaya bahwa ia tak akan mengulangi perbuatan yang lalu tapi tetap saja, Ailee pernah patah hati dua kali ada banyak trauma dihatinya saat ini.


“Ini mom yang pilihkan...”


Huft


Gamma memijat pelipisnya, ia menghampiri Ailee yang menunduk lalu memeluk pinggang sang istri menguarkan sikap keprotektifannya, “Aku tak suka ini...” pandangan Gamma terlihat sayu, “Kau hanya perlu terlihat cantik untukku saja Ailee...” ujarnya dengan suara yang sedikit ada nada kecemburuan didalamnya.


“Ja—jadi penampilanku tidak burukkan?”


Pria itu terkekeh kecil, “Akukan sudah bilang kau selalu terlihat mempesona dengan apapun itu dan aku tak menyukainya...” Ya Gamma benar-benar tak menyukai sosok Ailee yang seperti ini. Penampilannya yang sederhana saja sudah mampu menimbulkan gejolak menggebu dalam diri Gamma apalagi bila Ailee dengan penampilannya yang lebih sempurna ia bawa keluar. Pasti akan banyak mata yang memandang sang istri dengan mata mereka yang jelalatan itu. Gamma tak suka miliknya dilihat oleh orang lain dengan tatapan seperti itu.


“Aku istrimu Al... tak ada yang berani menyentuhku selama ada dirimu...” ujar Ailee menenangkan, ia mengelus pelan bahu Gamma, “Lagipula mana ada yang mau dengan wanita hamil sepertiku...” Ailee bermaksud memberikan kesan candaan pada Gamma tetapi yang bisa dilihat Gamma adalah fakta bahwa istrinya tak peka dengan keadaan sekitar. Ailee seolah tak tau dalam keadaan apapun wanita secantik dirinya mampu menarik pria manapun. Begitupula dengan mantan suaminya itu.


“Entahlah mungkin jika aku pergi... akan ada banyak pria yang mengambilmu dariku...”


“Al...” Ailee memandang suaminya sedih. Bisa-bisanya pria itu berkata hal seperti itu, “Jangan katakan hal buruk seperti itu, bagaimanapun dirimu aku tetap mencintaimu Al...” Kata-kata itu membuat Gamma tersenyum samar.

__ADS_1


“Bisakah kau katakan itu lagi?”


“Apa?” tanya Ailee.


“Katakan bahwa kau mencintai diriku lagi, aku ingin mendengarnya...” Dan lagi-lagi Ailee termakan godaan suaminya.


[]


“Kuharap kau tak melakukan hal yang akan mengacaukan perayaan malam ini.” Eizen mengancingkan kancing lengan kemejanya dengan pandangan terfokus pada sang adik, Ellisha. Gadis itu hanya menatap sang kakak dengan pandangan muak seolah sudah berapa kali ia mendengar ceramah dari bibir Eizen untuknya. Tiada hari bagi pria itu untuk tidak mengomel dan membatasi setiap gerak-geriknya. Tapi toh Eizen mau melarangnya juga Ellish tetap akan melanggar. Bagi Ellish Eizen bukanlah orang yang harus ia patuhi, dia hanyalah kakak tiri yang sama sekali tak Ellisha anggap.


“Tapi terserah padamu Ellish,” pria itu masih menatap adiknya dengan pandangan tajam, “Aku yakin kau juga akan melanggar segala peringatan dan larangan yang aku berikan...” pria itu seolah mengerti isi hati adiknya dengan baik, “Namun kau taukan setiap pelanggaran itu selalu memiliki hukum dan resiko masing-masing..” Kata-kata itu menegaskan suatu ancaman agar Ellish, gadis nekat itu tak melakukan tindakan sembrono hanya karena satu orang pria. Terlebih sejak awal Eizen yakin Ellish tak akan mendengar larangannya, ia curiga ada sesuatu yang akan direncanakan adik dan ibu tirinya itu malam ini.


[][]


Setelah melewati perjalanan yang lumayan jauh Ailee dan Gamma akhirnya sampai di lobi gedung tempat perayaan perusahaan Eizen. Gamma terus memeluk pinggang Ailee tanpa berniat melepaskannya. Ia seolah waspada kini terutama pandangannya yang berubah menjadi tatapan dingin sedingin kutub dan tajam seperti pisau yang siap menikam siapapun yang memandangi sang istri dengan tatapan kagum. Tak akan Gamma biarkan.


“Aku dari tadi hanya duduk saja Al... bagaimana aku bisa lelah...”


“Yah siapa tau kau lelah lalu ingin pulang.” ucapan itu adalah harapan yang secara tak langsung Gamma lontarkan. Tetap disini hanya membuat hatinya panas, terlebih acara seperti ini juga tak bisa dibilang sebagai kesempatan ini malah membuang-buang waktunya untuk berduaan dengan sang istri.


“Ahh selamat datang Gamm...” Itu adalah suara Eizen yang langsung menghampiri Gamma dan Ailee setelah mereka masuk kegedung. Pria itu tersenyum ramah pada Ailee, “dan Ailee... hari ini kau terlihat sangat cantik...” ujar Eizen yang hanya sekedar basa-basi namun bagi Gamma itu adalah ungkapan yang membuat sekuat tenaga menahan cemburu. Beraninya Eizen memandang milikku, ujar Gamma dalam hatinya.


“Terima kasih kak Eizen..”


“Baiklah silahkan nikmati pesta ini ya... aku pamit pergi ada banyak tamu yang harus kusambut...” Eizen terlihat peka akan maksud tatapan Gamma. Pria itu benar-benar seperti seekor singa buas yang siap menerkamnya kapanpun hanya karena Ailee. Itu sedikit membuat Gamma terlihat lucu sekarang. Pria itu menjadi sensitif karena jatuh cinta.

__ADS_1


Setelah Eizen pergi, Ailee memandang Gamma yang baru ia sadari wajahnya terlihat masam. Ia pun menyentuh telapak tangan suaminya, “Al...” Gamma mengalihkan pandangannya ke arah Ailee, “Kau tidak cemburu hanya karena Eizen bilang cantik padaku kan?” tanya Ailee.


“Apakah aku harus berbohong. Kau bisa lihat suami mana yang tak cemburu bila pria lain mengatakan hal seperti itu pada istrinya...” Gamma menjawab pertanyaan Ailee dengan jujur. Wajahnya masih nampak kesal hanya karena ucapan basa-basi Eizen


Cup


Ditengah kerumunan para tamu. Ailee dengan malu-malu mengecup pelan pipi suaminya, ia berharap Gamma bisa sedikit saja mengurangi rasa kecemburuannya yang tak berdasar itu, “Sudah jangan cemburu lagi...” ujar Ailee dan cara itu terbukti ampuh terlihat dari Gamma yang kini tersenyum sumringah dengan tindakan spontan sang istri. Dan tanpa mereka sadari ditengah keromantismean Gamma  dan Ailee ada Ellisha yang terlihat mengeratkan peggangan pada dressnya seolah menahan emosi yang segera membludak karena melihat pasangan mesra itu. Ellisha tak rela.


“Al.. aku haus bisakah kau carikan air putih untukku...” pinta Ailee yang langsung diangguki oleh Gamma, “Tunggulah disini, jangan kemana-mana okey?” Ailee mengangguk pelan.


Pria itu pun segera mencarikan seorang pelayan yang bisa menyediakan segelas air putih untuk sang istri. Karena yang ada dipesta ini hanyalah wine bewarna yang tak baik untuk wanita hamil dan gerak-gerik Gamma sama sekali tak pernah dilewati oleh Ellisha. Tanpa sepengetahuan Gamma, Ellisha menghadang pelayan yang tadi dimintai tolong oleh Gamma.


Gadis itu mengeluarkan botol kecil pemberian sang ibu dan menyerahkan kepada pelayan itu, “Berikan ini pada minuman yang diminta pria itu, berapapun bayaran yang kau minta akan kuberikan...” ujarnya. Lalu pelayan itupun membawa botol kecil yang tak ia tahu apa isinya dan menaruhnya kedalam air putih pesanan Gamma. Pada saat itu Ellisha merasa dirinya telah berhasil namun sayangnya ia salah mengira. Gadis itu menduga minuman itu untuk Gamma namun ternyata pria itu malah memberikannya pada Ailee.


Ailee menegak habis segelas air putih itu tanpa jeda. Awalnya ia merasa ada rasa yang aneh dalam minuman ini namun Ailee tak mempedulikannya. Hingga efek obat itu mulai bekerja. Ia memandang Gamma dengan tatapan yang amat sayu, “Al...”


“Ada apa Ailee? Apa kau baik-baik saja?” tanya Gamma dengan perhatian.


“Panas Al... aku merasa panas...”


[][][]


Maaf ya Ellish aku bikin rencana kamu gagal dulu wkwkw.


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2