
“Panas Al...” Gamma tak berhenti memfokuskan pandangannya ke arah sang istri. Wajah pria itu dipenuhi kepanikan setengah mati karena Ailee sejak tadi tak berhenti mengatakan panas dan mengerang pelan. Mata wanita itu juga terlihat sayu dan dipenuhi nafsu membuat Gamma memutar adegan demi adegan yang membuat Ailee jadi seperti ini. Hingga ingatannya tertuju pada saat Ailee minum air putih dipesta itu.
“Pasti ada yang memasukan sesuatu keminumannya!!”
Bugh
Gamma meninju kencang dashboard mobilnya dengan kedua gigi yang bergemeletuk dan rahang yang mengeras. Wajahnya memerah dipenuhi dengan amarah dan rasa panik yang kentara terlihat dibalik sana. Akibat kondisi Ailee yang tiba-tiba seperti ini, mereka terpakasa harus meninggalkan perayaan lebih cepat dari yang direncanakan. Gamma sama sekali tak bisa berpikir rasional saat itu dan pria itu hanya ingin segera membawa Ailee pulang.
Sembari mengendalikan laju mobilnya. Ia tak berhenti menoleh kesamping dimana Ailee dengan wajahnya yang tak nyaman duduk disamping Gamma, “Ailee... tenanglah sebentar lagi kita akan sampai dirumah...” Gamma mengusap pelan kedua pipi Ailee, wanita itu dengan mudah menikmati sentuhan yang diberikan Gamma. Semenjak tubuhnya mulai merasa tak nyaman dengan rasa panas dan gerah, wanita itu seolah mendamba sesuatu. Ia terus memandang suaminya penuh nafsu tanpa tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Hanya sekali sentuhan dari Gamma dipipi Ailee seolah membangkitkan aliran darahnya yang mendidih.
Brak
Gamma membanting pintu mobilnya lalu berlari-lari kecil membuka pintu mobil lainnya. Ia menunduk hendak mengangkat tubuh sang istri dan membawanya kedalam rumah mereka—bukan rumah orang tua Gamma, karena pria itu yakin akan memakan banyak waktu untuk kembali kesana. Saat kedua tangan Gamma terulur dan akan ia selipkan diantara pinggang dan paha Ailee. Wanita itu malah tanpa sengaja memajukan tubuhnya.
Cup
Awalnya Gamma terkejut karena Ailee tiba-tiba menyatukan kedua bibir mereka tanpa aba-aba. Namun semakin lama pria itu semakin terlena, pria mana yang bisa menolak bila diberi sesuatu yang menggoda seperti ini. Terlebih yang awalnya hanyalah sebuah kecupan malah menjadi sebuah ******* penuh hasrat. Nafsu Ailee terus menggelora dan Gamma terpancing karenanya.
“Ailee...” Pandangannya ikut sayu dengan suara serak yang terlihat sekali dipenuhi dengan hasrat ingin menyentuh Ailee, “Kita masuk terlebih dahulu...” Namun Gamma tidaklah bodoh. Dia bukan lelaki yang dipenuhi nafsu dan bisa melakukannya dimanapun. Ia memikirkan kondisi Ailee juga calon anaknya, jika tak segera masuk, ia takut esok hari Ailee akan sakit.
Gamma mengulurkan kedua tangannya untuk menggendong Ailee. Tetapi sekali lagi wanita itu malah melakukan hal yang diluar dugaan, dia dengan wajahnya yang memerah karena menahan hasrat melingkarkan kedua tangannya ke leher suaminya, “Al...” Wanita itu malah menempeli tubuh Gamma, mau tak mau Gamma hanya bisa menggendong Ailee ala koala.
“Ailee....” Tubuh Gamma meremang dan itu karena ulah Ailee. Ya tuhan akibat minuman yang entah dicampur apa itu, Ailee menjadi terlihat agresif, wanita itu bahkan dengan santainya bernafas diantara ceruk leher Gamma. Entahlah apa yang akan terjadi jika saat itu bukan Gamma yang ada disamping Ailee melainkan mantan suaminya itu, mungkin Ailee akan melakukan tindakan yang sama yang ia lakukan pada Gamma kepada Arslan juga. Memikirkan hal itu sungguh membuat pria itu marah.
__ADS_1
Gamma menurunkan Ailee dengan hati-hati dari gendongannya. Memposisikan tubuh wanita itu dengan nyaman diatas ranjang besar dikamarnya. Ia menyentuh dan mengusap pelan rambut Ailee, “Tidurlah... Ailee.” Hasrat yang sempat muncul berusaha Gamma tahan mati-matian. Ia ingat bagaimana ia melakukan semua yang seharusnya dilakukan oleh pasangan dengan kondisi mabuk yang malah menyakiti Ailee dan ia tak mau membuat Ailee tersakiti hanya karena hasratnya semata. Wanita dihadapannya ini belum sepenuhnya memaafkan Gamma, mana mungkin pria itu tega memanfaatkan Ailee yang sedang dipengaruhi obat hanya demi nafsu semata.
Pria itu hendak berbalik menuju kamar mandi, ia ingin mendinginkan kepalanya yang terasa panas mungkin dengan mengguyur air sebanyak mungkin bukan ide yang buruk. Tetapi sebelum Gamma berjalan lebih jauh lagi Ailee terlebih dahulu menghentikan langkah kecil suaminya.
Dug
Ia menabrakan tubuhnya ke punggung Gamma dan memeluk pria itu dari belakang. Samar-samar indra penciumannya mencium bau parfum Gamma, aroma citrus dan kayu bergamot yang terasa maskulin membuat siapapun yang menciumnya merasa nyaman dan menenangkan—termasuk Ailee. Mungkin ini akan menjadi wewangian favoritnya. “Al... kenapa kau meninggalkanku?” nafas Ailee memburu, suaranya terdengar serak dan pelan. Bagi Gamma yang tidak ingin menyakiti Ailee lebih lagi, menghindar adalah pilihan terbaik sebelum pria itu berubah menjadi buas yang akan menerkam mangsanya kapanpun. Tapi bagi Ailee Gamma yang menghindarinya seperti ini, membuat wanita itu salah paham, pikiran Ailee bahwa Gamma yang tak mau menyentuhnya selayaknya seorang istri sedikit melukai hatinya. Mungkin saja dihati pria itu masih menyimpan rasa cinta yang amat besar untuk Mikaily.
“Hiks...” Tubuh Gamma meneggang mendengar tangis Ailee dibalik punggungnya, “Al.. sebenarnya kau bohong kan? hiks... kau tidak mencintaiku kan?” suara Ailee terdengar lirih diselingi dengan tangisnya yang sesenggukan.
“Ailee...”
“Kenapa hiks... kenapa kau berbohong padaku? kau mau menyakiti hatiku sedalam apalagi hiks...” Mendengar rancauan Ailee yang terasa mulai melantur dari kebenaran sedikit membuat Gamma tak terima. Ia membalikan tubuhnya dan bisa Gamma lihat, kedua bola mata bulat Ailee yang meredup karena tangis juga kelopak matanya yang terlihat sembab dan memerah. Mungkinkah perbuatan Gamma membuat Ailee salah paham padanya...
Gamma menghapus pelan air mata istrinya, “Aku tidak berbohong Ailee, aku benar-benar sangat sangat mencintaimu...” ucapan itu terdengar meyakinkan bagi siapapun yang mendengarnya tetapi tidak bagi Ailee. Perasaannya yang terguncang juga hormonnya sebagai ibu hamil membuat wanita itu sedikit labil dan kekanakan, walau Gamma mengatakan hal seperti itu dengan penuh keyakinan itu sama sekali tak membawa perubahan untuk Ailee. Ia tetap mengeluarkan air matanya karena sedih dan takut.
Ahh rupanya seperti itu... ujar Gamma dalam hatinya. Rupanya obat itu sama sekali tak merengut kesadaran Ailee, wanita itu masihlah sadar. Niatnya yang tak ingin melukai hati wanita yang sangat ia cintai itu malah berbalik padanya, tanpa sadar perlakuan Gamma malah tetap memberikan Ailee luka, “Dengar... dengarkan aku Ailee...” kedua telapak tangan Gamma menangkup wajah sang istri, “Aku mencintaimu selamanya akan tetap seperti itu, kau mau aku mengucapkan itu sampai berapa kali? Seribu kali? aku akan melakukannya jika itu bisa membuatmu mepercayaiku,” Kedua bola mata beda warna itu beradu, Ailee terhanyut dalam kegelapan didalam mata Gamma yang entah mengapa membuatnya merasa nyaman, “Aku hanya ingin kau yang memintaku, aku hanya ingin memilikimu dalam kondisi dimana kita sama-sama sadar tanpa dipengaruhi apapun... kau tau aku juga lelah menyakitimu, hatiku juga sakit sayang...”
Tes
Bulir air bening kembali mengalir diantara kelopak mata Ailee—kali ini adalah air mata bahagia, “Aku menginginkanmu Al... aku ingin kau menyentuhku hiks...” Sembari mengusap air mata sang istri yang kembali mengalir pria itu tersenyum samar, “Itulah yang aku tunggu Ailee...”
Cup cup cup
__ADS_1
Diantara cahaya lampu kamar dan cahaya rembulan yang remang-remang. Gamma mengecupi wajah Ailee dengan lembut, keningnya, kelopak matanya yang sembab, kedua pipinya dan terakhir kedua bibir tipis yang merah merekah dan menggoda. Gamma sama sekali tak menyisakan apapun, semua milik Ailee akan menjadi miliknya.
“Al...” Ailee menyentuh kening suaminya hendak menghentikan kegiatan Gamma yang tengah asik bermain dengan tubuhnya, “Jangan menghentikanku Ailee, ini sudah terlambat untuk berhenti...” sikap Gamma yang benci diganggu saat sedang asyik dengan kesukaannya masih tak berubah. Itu sedikit menjadi candaan bagi Ailee hingga membuatnya terkekeh pelan.
“Bukan begitu Al, aku hanya ingin bilang lakukan perlahan, aku tak ingin dia terkejut karena ulah dadnya...”
“Emm...” Gamma menggigit kecil leher Ailee yang beraroma vanila, “Tenang saja, aku akan melakukannya dengan lembut...”
Dan malam itu adalah malam pertama kalinya bagi Ailee dan Gamma melakukan penyatuan selayaknya pasangan suami istri didasari dengan cinta. Semua itu membuat Ailee lega begitupula dengan Gamma. Pria itu berharap selain malam dan rembulan yang menjadi saksi untuk mereka berdua, Mikaily juga menyaksikan mereka, menyaksikan semuanya agar wanita itu tahu kini Gamma mengikhlaskan kepergian istri tercintanya itu dan mengucapkan terima kasih karena Mikaily Gamma bisa menemukan Ailee. Gamma bisa mencintai wanita yang semula asing itu hingga sedalam ini, Terima kasih Aily aku mencintaimu... meskipun kita tak lagi bisa bertemu... aku tetap mencintaimu...
“Hah...” Ailee berusaha mengatur deru nafasnya yang terdengar penuh lelah. Wanita itu semakin merasuk kedalam dada Gamma yang memberinya kehangatan dan membuatnya merasa nyaman, “Aku mencintaimu Al... I love you, more...” lalu mata wanita itu tertutup perlahan menuju bunga tidurnya.
Cup
“Aku juga mencintaimu... sayang...” Suara Gamma masih terdengar samar dalam tidur Ailee. Dan itu membuat Ailee tersenyum dalam tidurnya.
[]
Hayo siapa yang dibawah umur wkwkwk. Jangan lupa tinggalkan jejak ya see you
Aku selalu kangen kalian hehehe
__ADS_1