MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Jangan Menangis


__ADS_3

Ailee Kanedy


Untuk putri ayah yang sangat ayah cintai,


Ailee jika surat ini sudah sampai ditanganmu itu artinya ayah sudah tak lagi ada didunia ini. Ayah tak lagi bisa memenuhi tugas sebagai seorang Ayah bagimu. Namun melalui surat ini ayah sekali lagi ingin menyampaikan...


Ailee ayah harap kau benar-benar mau berjuang sekali lagi demi kebahagiaanmu. Sungguh sesekali putri ayah haruslah egois, dapatkan apa yang seharusnya engkau dapatkan dan perjuangkan sesuatu yang bagimu amatlah penting. Mungkin saat ini kau dan Gamma sedang tak saling jatuh cinta, tapi ayah sudah katakan suatu saat nanti hati yang bahkan sebeku es pun akan meleleh seiring kebersamaan kalian.


Semenjak kau datang bersama Gamma saat kalian meminta restu. Ayah sudah mengetahui bahwa pernikahan kalian adalah sebuah kepura-puraan, namun entah mengapa ayah tetap merestuimu bersama dengan Gamma sekalipun putri ayah hanya dimanfaatkan. Karena dari Gamma ayah melihat suatu keraguan dalam dirinya, dia pria yang membutuhkan cinta sama seperti ayah.


Tuhan mengambil sesuatu yang teramat penting bagi kita karena ia ingin menggantikannya dengan yang lebih baik. Dan mungkin Gamma adalah pengganti untukmu sedangkan putri ayah, Ailee Kanedy adalah cinta yang baru untuk Algamma. Ayah bukanlah Tuhan ini hanyalah firasat dan harapan. Ayah ingin kau bahagia, Ailee. Jangan gagalkan pernikahanmu untuk kedua kalinya meski alasanmu bertahan hanyalah demi Alpha.


Jadikan Gamma melabuhkan hatinya hanya padamu. Begitu pula dirimu...


Sekali lagi Maaf. Ayah meninggalkanmu disaat harapanmu untuk ayah begitu besar, disaat semua belum selesai ayah jelaskan tentang ibumu, tentang penyakitku dan tentang semuanya. Tetapi biarlah penyakitku ikut terkubur bersama ayahmu ini, tak perlu kau mencari tahu karena itu hanya akan menjadikanmu terlibat dalam penyesalan yang lebih dalam. Dan ayah tak mengizinkan itu...


Pesan ayah yang terakhir ayah memang tak ingin kau menemui ibu kandungmu. Tapi Ailee jika suatu saat dia datang membawa seluruh rasa sesal dengan derai air mata dan berharap cintamu kembali padanya. Maka maafkanlah dia, jangan biarkan membenci mengakhiri hubungan kalian. Sampaikan padanya bahwa aku Alferd Frans Kanedy masihlah sangat mencintai dirinya.


Selamat Tinggal Aileeku. Terima kasih sudah membuat ayah bangga pernah memilikimu sebagai seorang putri, sebagai seorang Ailee...


Untuk putriku,


Ailee Kanedy.


Butiran-butiran kristal bening jatuh diatas kertas putih menghiasi surat pemberian Ayah Ailee. Sekali lagi Ailee menangis merasakan matanya mulai berkaca-kaca karena untaian kata yang diciptakan ayahnya. Bahkan tinta hitam yang semula mengering itu menjadi ikut basah karena air mata Ailee. Ia menangis tanpa suara berharap tak ada seorang pun yang mampu mendengar betapa sedihnya hatinya saat ini.


Mendadak rasa rindu yang kemarin sempat menghilang menyeruak dan kembali lagi. Ia merindukan ayahnya, sangat-sangat merindukan sang ayah. Ailee sangat ingin memeluk ayahnya meskipun rasanya itu mustahil. Ia ingin saat dia pulang ke rumah, ada Alferd yang menyambutnya dengan tatapannya yang tajam meskipun ia tahu tatapan itu tak akan lagi terlihat.


“Ayah... maaf...” Kata itu keluar begitu saja dari mulut Ailee. Padahal Ailee tahu Alferd pasti akan sangat benci bila ia mengucapkan kata ini. Namun hanya inilah yang mampu dikeluarkan bibir tipisnya di sela derai air mata yang semakin menderas. Disela betapa sesaknya dada Ailee saat ini bahkan untuk bernafas pun Ailee merasa tak mampu. Surat ini membuat semua rasa sedih yang belum sepenuhnya Ailee keluarkan, pecah dan berjatuhan.

__ADS_1


 Cklek


Gamma membuka pintu yang menghalanginya untuk melihat kondisi Ailee. Pria itu melihat Ailee memukul dadanya seolah mencoba menghilangkan rasa sakit yang memenuhi rongga dadanya dengan sebuah surat berada di atas pangkuannya. Ailee menangis, membuat Gamma menghampiri wanita itu menghancurkan segala tembok penghalang dalam hatinya.


Ia biarkan dirinya mendekap Ailee entah keberapa kalinya. Membiarkan wanita itu dengan mantap jatuh tepat dalam pelukannya dan terlena. Dengan pelan ia menyentuh puncak kepala Ailee dan mengusapnya lembut. Sejak memberikan surat itu kepada Ailee, Gamma sudah menebak bahwa wanita itu pasti sekali lagi akan menangis.


“Apa kau tak lelah menangis Ailee?” Tanya Gamma yang padahal pria itu mengetahui dengan jelas seberapa berat ujian beberapa hari ini menghampiri wanita dipelukannya itu. Yang pastinya air mata Ailee lebih berhak mewakilkan segalanya.


“Jangan menangis Ailee...” Lirih Gamma, ia melepaskan pelukannya pada Ailee dan menangkup wajahnya dengan kedua tangan.  Kedua mata wanita itu benar-benar sembab bahkan hidungnya memerah karena menangis, “Kau terlihat sangat jelek saat menangis.” elak Gamma lain hal dengan hatinya. Dia ikut sedih melihat Ailee seperti ini.


‘Kumohon jangan menangis, kau melemahkanku Ailee. Aku tak bisa seperti ini lagi.’


 Ailee mendongak, ia menatap Gamma samar-samar, “Al....” suara serak Ailee menghentikan perang batin Gamma. Wajah mereka hanya berjarak beberapa centi sekarang. Ailee yang bisa melihat seberapa tampannya suaminya itu sedangkan, Gamma yang bisa melihat wajah Ailee yang faktanya sama sekali tak berkurang kecantikannya meski menangis sekalipun. Mendadak kedua netra pria itu melihat bibir Ailee dan muncul hasrat ingin mencicipi bibir merah merekah itu.


“Terima kasih...”


Cup


“Al...” Dilain sisi yang dikecup malah terpaku. Perbuatan Gamma yang masuk kekamar dan memeluknya sudah cukup mengejutkan Ailee, dan kini pria itu malah mengecup dua kelopak matanya tanpa aba-aba. Ini jelas-jelas tak terlihat seperti sifat asli Gamma yang selalu menjaga jarak dari Ailee. Pria itu seperti berubah menjadi sosok lain.


“Diamlah.” Nyatanya Gamma sendiri sedang menurunkan rasa malunya. Dia sendiripun merasa asing dengan dirinya, Gamma merasa ia selalu melakukan hal-hal yang tak seharusnya dia lakukan didepan Ailee. Dan ini adalah hal ternekat yang ia lakukan untuk wanita itu bahkan tanpa ebel-ebel akting atau sandiwara. Gamma jelas melakukannya secara sadar lahir dan batin. Ia pun menjauhkan dirinya dari Ailee.


“Al... kau baru saja men—“


“Diam!” Gamma membentak Ailee. Ia mendadak emosional didepan Ailee, “Ini hanya akting Ailee, akting ya hanya itu...” ungkapnya kebingungan. Namun Ailee merasa tak yakin bahwa semua yang barusan pria itu lakukan hanyalah sekedar akting karena Ailee jelas merasakan setiap ketulusan yang Gamma lakukan saat menenangkannya.


“Atau mungkin itu hanya bentuk ibaku...” Gamma bicara pada dirinya sendiri seolah mencoba meyakinkan dirinya dan menolak fakta yang baru saja terjadi. Hingga akhirnya pria itu berjalan hendak meninggalkan Ailee sebelum dirinya melakukan hal yang lebih memalukan lagi. Namun tiba-tiba sekelebat ingatan menghentikan langkah Gamma.


“Bersiaplah. Valery bilang Alpha bisa ditemui sekarang...” ucapnya tanpa berbalik lalu selanjutnya Gamma berlalu pergi begitu saja.

__ADS_1


[]


“Mommy!!!!”


Itu adalah suara Alpha Xavier Canis. Anak itu berlari dan menghambur kedalam pelukan Ailee ketika mendapati kedua orang tuanya benar-benar sudah tiba di kediaman ‘Adelson’. Ailee dengan begitu senang hati mendekap erat tubuh kecil Alpha dan mengangkatnya.


Cup cup cup


Ia mengecupi satu-persatu kedua pipi dan kening Alpha dengan sayang, “Mommy rindu kamu sayang...” ungkapnya tanpa kebohongan. Ada rasa senang di hati Ailee ketika Alpha kembali seperti semula. Alpha tak lagi menghindarinya bahkan sebelum dibujuk oleh Ailee, Alpha mau menemuinya begitu saja.


“Alpha juga rindu mommy hiks...” jawab Alpha diikuti dengan tangis sesenggukan seorang bocah. Ia mendengkap erat leher Ailee dan menumpahkan tangisnya. Ailee dan Gamma yang ada disampingnya mengernyit heran, mereka bahkan menatap meminta penjelasan pada Valery. Namun wanita itu hanya tersenyum samar.


Valery menghampiri keponakannya dan mengelus surai hitam Alpha, “Alpha coba katakan apa yang membuatmu tak mau pulang waktu itu...” bujuk Valery.


Alpha semakin menenggelamkan wajahnya diceruk leher Ailee, “Tante Ellisha bilang jika Alpha dekat dengan mommy, Alpha bisa bikin mommy Ailee meninggal dan hilang seperti mommy kandung Alpha...” Alpha berkata lirih. Walaupun begitu perkataan bocah kecil itu mampu membuat siapapun yang mendengarnya merasakan hatinya mencelos. Ailee melirik Gamma yang entah merespon apa terhadap ucapan Alpha kecil.


“Alpha gamau kehilangan mommy lagi... hiks...”


Diam-diam ada yang melihat interaksi antara Ailee dan Alpha didepan rumah keluarga 'Adelson'. Orang itu berdecak kesal dan memukul berulang kali setir mobilnya marah.


"Sial!!"


Lalu pergi menghilang meninggalkan kediaman keluarga Valery.


[][]


 Halo! Siapa nih yang rindu author, eh tapi rindu aku atau ceritanya ya wkwkw.


Semoga kalian suka ya dengan bab baru. Silahkan comment tentang alurnya baik yang lebih atau yang kurang hehehe. Karena kalian juga motivasi aku buat terus lanjut. makasih luv u ; *

__ADS_1


Oh iya untuk soal up setiap hari. InsyaAllah aku akan coba jalanin karena terkadang buat menghasilkan alur yang bagus dan nyambung aku perlu memperbaiki mood dulu hehehe.


__ADS_2