MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Ceraikan Dia!


__ADS_3

Algamma Epsilon Canis. Kedua bulu mata lentiknya bergerak naik turun. Perlahan kelopak mata itu naik dan terbuka. Sinar lampu tamaram satu persatu merasuk kedalam celah penglihatan Gamma membuatnya sedikit menyipit berusaha membiasakan cahaya. Rasa anggur terasa mengering ditenggorokan Gamma dan membekas. Disana Aiden menghampirinya seolah tahu bahwa pria itu membutuhkan air minum untuk membasahi kerongkongannya.


“Kau pingsan tadi...” ujar Aiden. Gamma menegak Air putih yang disodorkan Aiden sekali teguk. Pria itu benar-benar haus.


Tak


“Apa Ailee tak pulang selama aku pingsan...” Aiden menggeleng dan itu cukup menjadi penyebab perubahan mimik Gamma yang semakin muram. Pria itu kini menyadari ternyata Ailee memang sudah benar-benar masuk kedalam hidup Gamma yang hampa. Tetapi sayangnya terlalu sulit bagi Gamma menyadari seberapa pentingnya Ailee. Rasa rindunya baru terasa merebak lagi begitu Ailee pergi.


“Sebenarnya aku penasaran dengan apa yang terjadi antara kau dan Ailee... tapi sepertinya tak akan baik memaksamu bicara..” Aiden bangkit membawa gelas kosong dan hendak mengembalikannya ke dapur. Tetapi langkahnya tertunda ketika Gamma mulai mengeluarkan suaranya.


“Dia pergi...” Gamma menjeda ucapannya. Pria itu seolah berat menceritakan hal yang menurutnya salah dan begitu menyakiti Ailee, ia yakin Aiden akan marah mendengar betapa brengseknya ia kemarin. “Setelah aku membawa wanita lain kedalam rumah ini dan mengatakan bahwa aku akan bersenang-senang dengan wanita itu...” jelas Gamma sembari menunduk dalam.


“Lalu?”


“Kau tak marah?”


Aiden memutar bola matanya, “Aku paham betul kebiasaanmu itu. Kau hanya akan mengikuti emosi dan menyesal diakhir seperti biasanya...” Ia menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu.


“Aku melakukan itu juga bukan tanpa alasan. Ailee membohongiku, Selama ini dia menyembunyikan fakta bahwa ia pernah menikah sebelumnya, dia juga pernah memiliki anak...” Gamma mengenang bagaimana ia membokar semua kebohongan seorang Ailee Kanedy, “Ditambah lagi ia sedang mengandung yang aku sendiri tak tahu itu anak siapa...”


“Dan kau melakukan pembalasan dendam padanya?” Gamma membetulkan ucapan Aiden. Ia akui setelah mengetahui itu semua Gamma terlalu marah dan merasa dibodohi oleh Ailee. Gamma memilih kabur seperti biasanya dan berharap bisa mencari penghiburan ditempat lain. Lalu entah mengapa pikirannya yang tak sehat memintanya untuk membalas perbuatan Ailee dan menyakiti hati wanita itu.


“Aku terlalu terkejut karena jujur selama kau menikah dengan Ailee kau menjadi sosok yang bisa mengatasi segalanya...” Aiden menatap Gamma, “Tapi terlepas dari fakta bahwa Ailee menikah bukankah kau juga pernah menikah sebelumnya?”


“Tapi itu berbeda ia membohongiku Aiden...”


“Berpikirlah secara rasional. Ailee membohongimu pasti ada alasannya, lagipula mungkin wanita itu berpikir kau terlalu tak peduli padanya. Dalam hidupmu kau selalu melakukannya hanya untuk Mikaily...”

__ADS_1


“Lalu soal Ailee yang hamil... tunggu,” Aiden terlihat berpikir. Adegan dimana ia membawa pulang Gamma yang mabuk saking frustasinya pria itu terulang dan terputar kembali di ingatan, “Apa Ailee mengakui bahwa dia hamil dengan pria lain..?”


Gamma menggeleng, “Dia bersikeras mengatakan bahwa ia mengandung anakku. Aku jelas-jelas tak merasa pernah melakukan hal seperti itu dengannya...”


“Mungkin itu hanya perasaanmu. Kau ingat saat kau pulang dalam kondisi mabuk...” Gamma mencoba memutar otaknya, memutar adegan demi adegan dimana pria itu terbangun dengan kondisi tanpa sehelai benangpun. Mendadak ingatannya seolah kembali. Dimana ia melakukan penyatuan bersama Ailee, wajahnya yang tersiksa dipenuhi dengan genangan air mata berharap Gamma menghentikan semua tindakannya dan berharap Gamma berhenti mengucap rindu pada Aily.


Tetapi setelah kejadian itu terjadi paginya Gamma masih bisa melihat Ailee yang tersenyum menenangkan padanya. Seolah tak terjadi apapun padanya. Gamma mengacak seluruh rambut dan menjabak setiap helainya. Ia sudah menyakiti Ailee sedalam itu rupanya. Menghina harga diri wanita itu, menyakiti Ailee dengan menyebut cinta untuk Aily, melakukan segalanya atas nama Aily tanpa menyadari bahwa hal itulah yang akan menyakiti keduanya. Adegan dimana Gamma begitu entengnya mengeluarkan kata-kata yang pastinya memberikan luka yang amat dalam, adegan dimana pria itu membuat Ailee terus meneteskan air matanya kini baru terasa menyakitkan bagi Gamma.


Ya pria itu memang berjanji akan selalu mencintai Aily, hidupnya hanya akan selalu berporos pada Aily. Tapi Gamma tak pernah menyangka janji itu menjadi tembok penghalang antara dirinya dengan Ailee, hingga tanpa sadar menyakiti wanita ceria itu. Gamma menolak fakta bahwa Ailee, wanita itu benar telah memasuki hatinya. Rasa takutnya melihat Mikaily yang tak bahagia disana disisi lain malah menimbulkan air mata untuk Ailee. Gamma mengatakan agar Ailee tak jatuh cinta padanya, tetapi empati Gamma membuat Ailee melayang. Lalu Gamma pula yang menjatuhkan wanita tegar itu.


Gamma dengan terburu-buru bangkit dari posisi setengah duduknya. Mendadak rasa pusing merebak dan membuat tubuhnya oleng untungnya Aiden menangkap tubuh sahabatnya itu dengan begitu sigap, “Kau mau kemana?”


“Aku harus bertemu Ailee... aku ingin membawanya pulang... aku menyadari bahwa kini aku mencintainya... dia harus pulang bersamaku...”


“Pria bodoh yang pergi dalam kondisi seperti ini...” Aiden memandang Gamma yang bahkan untuk berdiri saja begitu kesulitan. Tetapi pikiran Gamma saat ini hanyalah pergi ke tempat dimana istri yang berhasil merebut cintanya itu berada. Gamma ingin kembali dan minta maaf. Ia tak lagi peduli soal pusara Aily yang sejak awal menjadi tujuannya menikah lagi. Yang ia pikirkan hanyalah bayang-bayang Ailee yang tersenyum padanya, bayang-bayang Ailee yang khawatir dan terlihat menatapnya penuh cinta. Gamma rindu itu sehingga tanpa sadar dirinya ketakutan, jika bukan sekarang mungkin Ailee akan menghilang.


Huft


Aiden menghela nafas pelan. Kekeras kepalaan Gamma membuatnya tersenyum manis, “Aku pernah bilang bukan jika kau melepaskan Ailee hanya akan ada penyesalan setelahnya...” dan itu baru disadari Gamma, “Baiklah pertama kita harus kemana?”


“Kerumah orang tuaku...”


[][]


“Kau tak perlu mengetahui dimana keberadaan Ailee...” Suara Adam terdengar begitu tegas, matanya memandang Gamma begitu dingin dan tajam menusuk seolah pria itu telah mengetahui segalanya yang dilakukan Gamma pada Ailee. Ellen yang ada dibelakang Gamma juga menunjukan ekspresi kecewa yang amat mendalam pada Gamma.


“Aku tak menyangka kau menjadi pria yang sangat keterlaluan setelah perginya Aily. Dad kira kau benar-benar sudah mengikhlaskan kepergian istrimu itu... tapi nyatanya apa? kau benar-benar memanfaatkan Ailee demi kepentinganmu...”

__ADS_1


“Dad... aku menyesal sekarang. Aku hanya ingin bertemu Ailee kumohon biarkan aku masuk dan membawanya pulang...”


Adam terkekeh menyeramkan, “Ailee tak ada disini, pergilah jangan pernah mencarinya lagi...”


Gamma menjadi geram, keiinginannya bertemu Ailee semakin dalam, “Aku hanya ingin bertemu dia!! Aku tak akan pergi!! kenapa kalian semua menghalangiku bertemu istriku!!”


Plak


Adam menampar pipi Gamma. Sudah terhitung tiga kali ia menampar pipi mulus putranya itu. Susah payah Adam menahan keinginannya untuk memberi bogeman mentah pada Gamma, putranya malah memancingnya. Adam terlalu emosi, Gamma pikir semua hal tentang dirinya dan Ailee tak pernah diketahui oleh Adam, nyatanya pria itu selalu memiliki mata dimanapun. Ia tahu bagaiamana Gamma membuat menantunya pergi begitu saja membawa Alpha bersamanya. “Baru sekarang kau mengakuinya sebagai istrimu hah!? Kemarin kemana dirimu?!”


“Dad menyesal menyetujui pernikahanmu dengan Ailee...” Adam memajukan wajahnya, “Pernikahanmu dengannya hanyalah sebuah kontrak, berikan kontrak itu padaku dan akhiri pernikahanmu dengan Ailee sekarang!”


Gamma menatap Adam dengan sangar, “Mengapa kau selalu seenaknya padaku dad!! bukankah kau yang menyuruhku menikah!! Lalu kini kau memintaku untuk menceraikan istriku?! Jangan berharap aku akan menurutinya!!”


“Aku melakukan hal itu juga demi dirimu yang bodoh itu... kau terus terlihat merana bahkan hampir mati hanya karena kematian Aily. Kau menelantarkan putramu dan terus menyalahkannya!! kau pikir aku hanya akan berdiam diri!!”


“Setelah Ailee melahirkan bayinya, kau harus menceraikan dia!!”


Gamma tetap pada pendiriannya, “Sampai matipun aku tak akan pernah membiarkan Ailee pergi dariku...”


“Baiklah kalau begitu matilah agar Ailee bisa bebas darimu... keluarga Canis tak pernah memiliki keturunan sebrengsek dirimu Gamm...”


[][][]


Not Comment hehe gatau mau ngomong apa.


 

__ADS_1


 


__ADS_2