
KARYAKU MASIH BELUM KEK AUTHOR SUPERSTAR LAIN YANG SEKALI UP LANGSUNG DAPET RIBUAN LIKE
OTHOR MASIH NGERANGKAK
JADIII....
BANTU LIKE, COMMENT POSITIVE, VOTE N GIFT NYA YA MAK EMAK
BIAR TETEP SEMANGAT BERKARYA
MAAF KALO AKHIR AKHIR INI UP NYA NGIRIT KARENA TENAGA DAN OTAKNYA LAGI DIIRIT🤭
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH SHAUM RAMADHAN BAGI YANG MENJALANKAN🤗
...****************...
Tak hanya dewan direksi yang dikumpulkan, namun tenaga spesialis juga dihadirkan termasuk dokter umum.
Millie masuk ke ruang konfrensi bersama rekan se profesinya.
"Perasaan direktur yang sebelumnya gak pernah tuh konfrensi konfrensian. Batal kan makan malem aku sama ayang" keluh rekan Millie bernama Marisa. Dia dan Millie bersama sama ditempatkan di bagian IGD sebagai dokter umum.
"Iya gak pernah ngadain yang kek beginian. Hasilnya? bangkrut. Duitnya di maem sendiri" timpal Millie yang kesal karena bayarannya belum cair selama 3 bulan ini.
Saat semua sudah kumpul, barulah Ardy masuk ke ruangan luas itu diikuti sang ajudan.
"Uwau... cakep bo.. aku mau nih yang begini" gumam Marisa terkagum kagum pada sosok Ardy yang dari tampilan ber jas lengkap saja sudah seksi, apalagi kalo...
Astaghfirullah puasa mak🙈
Millie lantas menaikkan sebelah alisnya, lalu menyadari jika seisi ruangan itu tak satupun orang yang bergender wanita tak terkesima dengan sosok si burung pipit.
Millie heran..
Lalu dia bergender apa?
Othor juga heran🤔
"Baiklah selamat malam.."
"Waaaaa......"
Ardy terkejut karena sapaannya saat memulai rapat umum disambut riuh ramai teriakan para wanita.
Apa yang salah dengannya.
__ADS_1
"Ekhem, bisakah.."
"Bisaaaa.... aaaa..."
Lagi lagi ucapannya terpotong hingga suara helaan Ardy terdengar melalui mikrofon.
Berbeda dengan Millie yang menutup kedua telinganya karena teriakan di kiri dan kanan nya.
"Biar saya saja bos" Amir menawarkan diri untuk menggantikan Ardy berbicara.
"Harap tenang para hadirin" ucap Amir menenangkan.
"Boooo... turuuuun...." kembali sorakan itu menggema.
"Baiklah, jika saya turun, maka bayaran kalian ikut dengan saya. Deal?" ancam Amir yang lantas tampak membereskan berkas.
"E eh.. mana bisa gitu.. ini lagian napa si pada hahuhahu mulu.. bang bagi dua ya sama saya" celetuk Millie memprotes ancaman Amir.
Sontak semua mata melirik padanya.
"Hehe.. makanya perhatiin orang ganteng mo ngomong" celetuk Millie lagi membuat suasana geger.
"Hahaha.. dokter Gumy bisa aja.. ekhem.. terimakasih dokter Gumy, atas.."
"Maksud saya bukan anda. Silahkan pak Depit" Millie memotong ucapan Amir lantas mempersilahkan Ardy kembali mengambil alih. Amir seketika melipat mulutnya, merasa dipermalukan. Baru kali ini mendapat pujian bahwa dia ganteng, dan ternyata hanya angannya saja.
"Ekhem, selamat malam. Perkenalkan nama saya David Michael, Direktur baru rumah sakit ini. Ah ya, nama saya Da-vid, pakai V" jelas Ardy menyindir Millie.
"Beda tipis pak Depit" seru Millie dengan lantang.
"Baiklah, saya anggap itu sebagai panggilan sayang dari penggemar" kelakar Ardy membuat forum kembali riuh.
"Cuma saya yang boleh manggil gitu, enak aja kalian" protes Millie yang kembali mendapat sorakan para rekannya.
Millie memang terkenal dengan ceplas ceplosnya, dia bahkan sering menghibur pasien yang emosi karena lelah menunggu.
Ardy menahan senyum.
Itu memanglah panggilan sayang untuknya dari Millie sejak mereka masih ingusan.
Ardy lantas menjelaskan beberapa hal mengenai masalah utama rumah sakit dari manajemen sebelumnya.
Dia juga sudah mengganti orang orang manajemen lama dengan yang baru.
Ardy pun berjanji akan mengganti gaji yang belum dibayarkan selama beberapa bulan ini dengan syarat mereka mengikuti aturan baru yang dia buat.
__ADS_1
Peraturan yang bukan hanya menguntungkan rumah sakit, namun juga tak curang pada pasien.
Selain itu Ardy memutuskan untuk menaikkan tarif kamar VIP dan Kelas 1, untuk mensubsidi kelas 3. Karena menurut laporan yang dia baca, tak sedikit pasien kelas 3 yang melarikan diri karena tak mampu bayar tagihan rumah sakit yang membengkak.
"Baiklah, sampai disini apa ada yang mau ditanyakan?" Ardy menawarkan setelah selesai menjelaskan peraturan barunya.
Sontak semua anggota forum wanita mengangkat tangan. Kecuali Millie tentunya.
Millie tengah memutar bola matanya malas dengan tingkah para rekan wanitanya.
Pasalnya mereka kebanyakan sudah berstatus double, tapi masih saja megap megap kala melihat lelaki kinclong.
"Baiklah kalau tidak ada yang akan bertanya saya tutup forum hari ini" cetus Ardy yang sudah menebak apa yang akan mereka tanyakan.
Sorak kekecewaan menggema, dan Ardy tampak tak perduli.
Millie memindai sekitar, merasa keadaan kurang seru. Dia lantas mengangkat tangannya tinggi tinggi.
Ardy meliriknya, menghentikan kegiatannya membereskan dokumen lantas memberi Millie kesempatan.
"Ya, silahkan dokter Gumy"
"Apa bapak sudah punya pasangan?" tanya Millie disambut riuh para wanita dengan sorakan antusias.
Ardy mengangakan mulutnya, tak menyangka Millie akan mewakili pertanyaan yang akan dilontarkan para anggota forum wanita.
"Menurut rumor, benarkah bapak penyuka sesama jenis?" lanjut Millie membuat suasana semakin riuh.
Ardy menghela nafas. Memposisikan duduknya menyandar dan melipat kedua tangannya di dada. Menunggu suasana tenang agar dia bisa berbicara. Menatap satu per satu yang hadir hingga suasana tenang.
"Baiklah, apa kalian siap mendengarkan?" tanya Ardy membuat forum menjawab serempak "Siaaaap"
"Sebenarnya pertanyaan pribadi ini diluar dari pembahasan. Tapi jika itu bisa membuat kalian puas, akan saya jawab. Ya, saya pria normal dan sudah mempunyai pasangan. Mungkin sebentar lagi saya akan menikah dengannya. Do'a kan saja secepatnya. Baik saya anggap selesai. Oh ya, dokter Reza, bisakah kita bicara sebentar?" pernyataan Ardy membuat forum serempak kecewa. Mereka bahkan membubarkan diri tanpa diminta. Namun tidak dengan Millie. Dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, Millie melipat kedua tangannya di dada. Menunggu hingga Ardy selesai dengan urusannya dengan dokter spesialis bedah vaskular itu.
Ardy tampak beradu argumen dengan spesialis pembuluh darah itu, namun masih bisa mempertahankan ketenangannya dalam menghadapi dokter licik itu. Berbeda dengan sang spesialis yang tampak berapi api menyanggah apapun yang keluar dari mulut Ardy.
Lalu dokter Reza tampak meninggalkan Ardy dengan ekspresi marah dan menghampiri Millie di tempatnya duduk.
"Aku tahu kamu pasti akan mengadu. Lihat saja pembalasanku" desis dokter Reza dengan emosi. Lalu melangkah pergi dengan menyenggol bahu Millie dengan keras.
bugh..
Millie sampai hampir terjungkal kebelakang, mengangakan mulutnya tak percaya dengan sikap kasar dokter spesialis itu.
Millie menatap punggung orang menyebalkan itu hingga menghilang dibalik pintu.
__ADS_1
"Apa kamu melihatnya?" tanya Millie pada Ardy yang tengah sibuk membereskan berkas dibantu oleh Amir yang memilih untuk diam dan menulikan telinganya.
"Depit.. aku bicara padamu. Apa kamu melihat sikapnya padaku?" Millie kembali mengulang pertanyaannya seraya mendekati Ardy sambil memegangi sebelah bahunya.