My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Pengkhianat


__ADS_3

"Mbok gak punya kacang, non. Orang disini kita cuma berdua. Lagi pula, nyonya gak pernah minta apa apa sama simbok" tukas Sari saat Millie menariknya ke dapur untuk menghindarkan dirinya yang kerap kehilangan kontrol.


"Trus, nyonya suka ngemil apa?" tanya Millie lantas membuka lemari pendingin 8 pintu itu satu per satu untuk mencari bahan yang bisa ia jadikan camilan.


"Nyonya gak pernah ngemil, non. Makan pun kalo gak saya suapi gak akan mau" jelas Sari dengan sendu. Merasa prihatin dengan kondisi mental sang majikan.


Ternyata, banyak harta tak menjamin kebahagiaan. Buktinya majikannya itu tak kekurangan apapun, bahkan kelebihan harta dan kerap membuang buang uang demi mendapatkan kebahagiaan yang bagaikan fatamorgana.


Namun sepertinya kebahagiaan itu tak kunjung menghampiri.


"Boleh saya pake bahan bahannya, mbok?" tanya Millie meminta izin. Dia gemas dengan isi kulkas yang penuh dengan bahan bahan segar.


"Silahkan non. Saya senang kalau bahan bahannya dipakai. Tiap hari tuan besar membuangnya dan menggantinya dengan yang baru. Semuanya demi nyonya mendapatkan bahan makanan yang segar" tukas Sari membuat Millie terheran.


"Tuan besar seperhatian itu sama ibu?" tanya Millie penasaran. Bagaimana mungkin seorang Jordan perduli pada seseorang. Dia bahkan jahat pada anaknya sendiri.


"Tuan besar sangat mencintai nyonya, non. Beliau hanya tak tahu bagaimana mengungkapkannya. Perilaku kasarnya pada orang lain merupakan bentuk pelampiasan dari kemarahannya pada keluarga besarnya.


Ck, seandainya bukan demi melindungi nyonya besar, beliau tak akan pernah mau menikah dengan nyonya Sheryl.

__ADS_1


Tuan besar.. tuan besar terpaksa membawa nyonya Ardina karena sedang diincar ayah tuan besar.


Salahnya adalah, tuan besar tidak tahu cara menyampaikan pada nyonya jika nyawanya terancam, lalu tiba tiba menikahinya dalam penculikan itu dan membuat nyonya hamil.


Jika saja tuan besar mau bersabar untuk meraih hati nyonya, mungkin prahara ini tak akan pernah terjadi" terang Sari panjang lebar.


Millie mendengarkannya dengan seksama. Merasa tak percaya dengan apa yang dituturkan wanita tua yang tampaknya sangat mengenal keluarga besar Jordan.


"Apa mbok Sari sudah lama ikut keluarga tuan?" tanya Millie menuntaskan rasa penasarannya.


"Saya dan kedua orang tua saya sudah lama ikut keluarga besar. Semua baik baik saja sampai ayah tuan Jordan menikah lagi sepeninggal istrinya.


Keluarga istri ke dua nya sangat serakah dan mulai berambisi menguasai seluruh harta keluarga besar tuan. Yah.. simbok hanya bisa menyaksikan dan mendoakan yang terbaik bagi keluarga yang telah sangat baik pada keluarga mbok" terangnya lagi.


"Pergiii..."


Tiba tiba terdengar teriakan dari arah dalam.


Sontak Millie dan Sari menoleh kearah pintu yang menghubungkan dapur dengan ruang tengah.

__ADS_1


Karena Millie selesai dengan camilannya dan siap membawanya ke ruang tengah sebagai teman menonton drama.


"Nyony, non.." panik Sari lantas bergegas keluar kala menyadari jika yang berteriak itu adalah suara Ardina.


Millie mengikutinya dengan nampan stainles ditangan telah terisi berbagai macam camilan.


"Gawat, apa lagi ini" gumam Millie kala melihat Jordan tengah berlutut dihadapan Ardina dengan mengarahkan laras senpi yang dipegang Ardina pada keningnya sendiri. Tampak pasrah.


Namun tanpa Millie duga, pergerakan dibelakang Jordan mengusiknya.


Bagaimana tidak, Millie melihat Amir tengah menodongkan senpi pada Ardina dari jarak yang tak terlalu jauh.


"Dasar penghianat" geram Millie lantas berlari membawa nampan berisi camilan lalu menumpahkannya, dan..


Dorrr


"MILLIIIIII..."


ADUDUDUUUUH...

__ADS_1


JEMPOLNYA PADA KETINGGALAN YAK


TONGOLIN JEMPOLNYA DONG MAK BIAR EYKE SEMANGAT LANJUTIN CERITA😖


__ADS_2