My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Efek Obat


__ADS_3

"Bos, gadis itu sudah datang" seru anak buah Jordan dari balik pintu kamar mandi.


Jordan yang berkeringat karena pelepasan paksa merasa kesal.


Selain tidak jadi mempersembahkan tembakan jitu nya yang sudah cukup lama tak ia lepaskan, juga karena ia masih terikat.


"Masuklah bodoh, dan bantu aku" teriak Jordan membuat sang anak buah mengernyit keheranan.


Perlahan ia masuk lalu sedikit tercengang dengan keadaan bos nya itu.


"Jangan bengong, cepat cari kuncinya" sentak Jordan yang merasa jatuh harga dirinya.


"Kemana larinya para *** *** itu?" tanya Jordan murka.


"Eeee... mereka.. lari keluar mansion, bos... tel anjang.." jawab anak buahnya, terbata. Ingin dia berkata sempat sedikit mencicipi salah satunya, tapi takut kena amukan banteng tua ini.


"Sialan mereka. Dimana gadis itu?" lanjut Jordan masih dengan ekspresi murka nya.


Anak buahnya terkesiap saat Jordan keluar dari air begitu saja tanpa perduli dengan kehadirannya. Memperlihatkan tongkat ajaib yang masih tegang dan.. lebih besar dari miliknya.


💪


💪


💪


"Dia.. dia sudah ditempatkan di ranjang, bos" jawabnya menundukkan kepala saat Jordan melewatinya untuk meraih bath robe.


Millie dibaringkan anak buah Jordan yang menculiknya dalam keadaan tak sadarkan diri.


Jordan menatap tubuh tak berdaya itu dengan degupan jantung yang tak biasa.


Kilatan ingatan tentang malam pertamanya bersama mantan istri yang merupakan ibu dari Ardy melintas.

__ADS_1


Cinta pertamanya yang tak menginginkannya, namun dengan segala cara ia dapatkan sehingga berhasil menikah dengannya, lalu memaksanya melayani birahi Jordan dengan tangisan yang tak Jordan gubris.


Perlahan Jordan melangkah mendekat. Dengan air yang masih menetes dari rambut basahnya, dan tongkat yang semakin menegang, menelan ludah dengan kasar karena kembali menginginkan pelepasan rudal.


Anak buahnya segera meninggalkan kamar setelah memberikan botol pesanan Jordan.


Perlahan Jordan merangkak keatas ranjang, menyibak rambut yang menutupi wajah Millie, memindai wajah cantik itu dengan jari menelusuri setiap inchi wajah Millie.


"Tak heran anakku menyukaimu" lirihnya.


"Tapi aku yakin kamu akan lebih menyukaiku" lanjutnya lalu membuka botol kecil yang ia dapatkan dari anak buahnya. Menegaknya namun tak menelannya, lantas mentransferkannya pada mulut Millie.


Hanya sedikit yang ia telan, namun segera memberikan efek yang luar biasa.


Millie yang tadinya pulas tertidur karena efek obat bius tampak gelisah, menggeliat dan nafasnya mulai memburu.


"Panaas.." racau Millie masih memejamkan mata.


Tangannya berusaha menyingkirkan apapun yang melekat pada tubuhnya.


Jordan tersenyum licik penuh kemenangan. Membiarkan Millie datang sendiri padanya.


Jordan membaringkan diri disebelah Millie dengan posisi miring menghadap Millie dan menyangga kepalanya menyaksikan Millie menggeliat dan melepas satu persatu anak kancing dalam keadaan tak sadar. Dalam pandangan Jordan, Millie tengah melakukan tarian ero tis, membuat ha sratnya kembali memuncak.


"Apa ini.. ahh.. tolong.. tolong aku... panaaas..." racau Millie lagi menanggalkan piyama bagian atasnya menyisakan pembungkus bukitnya


Jordan tak kuasa menahan has rat nya karena terpengaruh efek obat yang ia telan sedikit itu.


Meraup bibir sensual Millie dengan rakus dan disambut Millie dalam ketidak sadarannya.


Sekilas kesadaran Millie kembali, matanya membeliak karena dia tengah bercumbu dengan lelaki yang sangat dia hindari.


"Apa yang kamu lakukan?" sentak Millie sembari mendorong kasar tubuh Jordan.

__ADS_1


Namun Jordan menahannya dan Millie berusaha memberontak.


"Lepaskan.." pekik Millie meronta dalam cekalan Jordan. Namun efek obat itu tak sejalan dengan akal sehatnya.


Sentuhan Jordan terasa seperti obat bagi tubuhnya yang kepanasan.


Jordan sangat mengetahui hal itu, tanpa banyak bicara Jordan terus memberikan sentuhan dan rang sangan yang membuat Millie mendamba dan menghiba. Hanya hal itu yang bisa menghalau rasa panas di tubuhnya. Millie menginginkan penyatuan yang belum pernah ia rasakan.


Brakk


Pintu kamar didobrak seseorang dari luar. Namun hal itu tak membuat Jordan terusik dengan kegiatannya.


"Singkirkan tangan kotormu darinya" sentak Ardy sembari menancapkan sesuatu pada lengan Jordan.


Buggh


Ardy lantas membogemnya saat Jordan tengah terkesiap akan suntikan di lengannya yang merupakan obat bius.


Jordan terpental jatuh dari tempat tidur dalam keadaan tak sadarkan diri.


"Aarrggh... to long.. enghh.." raung Millie saat terlepas dari sentuhan Jordan, lalu menarik Ardy dan menyerang bibirnya membabi buta.


Ardy tak bisa menolak karena tenaga Millie tiba tiba sangatlah kuat untuk menahan tubuh Ardy.


jleb


Suntikan lain mendarat pada tubuh Millie dan membuatnya lemah.


Ardy yang pakaian bagian atasnya sudah dikoyak Millie merasa hampa saat dia juga sudah siap dan pasrah jika harus memberikan pertama kalinya pada Millie sang sahabat.


Ardy melirik kearah pintu saat kesadarannya kembali.


"Bos.." seru Amir yang berkeringat karena bertarung dengan anak buah Jordan.

__ADS_1


Ada rasa kesal dalam diri Ardy karena has ratnya tak jadi ia tuntaskan. Namun lebih banyak rasa lega karena tak jadi merenggut mahkota Millie.


"Tolong kasihani saya, bos" lanjut Amir menghiba karena harus menyaksikan pergulatan panas bos nya meski belum sampai melakukan hubungan badan.


__ADS_2