My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Keberingasan Millie


__ADS_3

Millie terkejut dengan situasi menegangkan di ruangan luas itu.


Bagaimana bisa Amir mengkhianati Ardy yang selama ini diikutinya. Apa modusnya? Ataukah memang selama ini dia patuh dan setia pada Ardy hanya pura pura demi melancarkan rencananya? Apa dia berkonspirasi dengan seseorang?


Sungguh Millie tak mengerti apapun. Kepercayaan pada orang yang setia kini memudar.


Lalu bagaimana dengan Ardy, apa dia juga akan berkhianat jika Millie sudah menaruh kepercayaan sepenuhnya padanya?


Pikiran pikiran itu berputar di kepalanya. Hingga dia melihat tindakan tak terduga Amir yang menodongkan senpi kearah Ardina yang tengah menodongkan senpi ke kepala Jordan dengan tangan bergetar.


Tentu saja Ardina, Jordan, maupun Ardy tak ada yang menyadari hal itu.


"Dasar pengkhianat" desis Millie dengan geram. Dia lantas menumpahkan camilan yang sudah dia buat begitu saja ke sembarang arah dan secepat kilat berlari untuk menghadang peluru yang akan Amir muntahkan melalui senpi yang dia genggam.


Namun saat jaraknya hampir dekat, Millie lebih dikejutkan lagi.


Ternyata Amir bukan menodongkan senjata api itu pada Ardina, melainkan pada..


Arsen


ciiit


Millie menghentikan langkahnya seketika lantas memanuver tujuannya.

__ADS_1


"Slebewww..."


bangg..


Dorr


Millie menghantam tangan Arsen yang menodongkan senpi pada Ardy dengan nampan berbahan stainless itu.


Namun senpi itu tetap meletus dari tangan Arsen ke arah lain membuat semua orang sontak menundukkan kepala dan berlindung dengan tangan masing masing karena terkejut.


Tanpa diduga, Jordan jatuh tersungkur kesamping.


"Millie.." seru Ardy kala menyadari Millie yang menghantam Arsen.


"Enggak kakaknya enggak bapaknya, sakit jiwa semua. Elo mau macem macemin calon lakik gue, hah?" sentak Millie sambil terus memukuli Arsen dengan nampan stainless secara bertubi tubi sambil terus berteriak.


"Elu yang bodo, bego, sarap, gua kuliti lo sampe abis, gak ada lagi yang namanya rengginang, semua kaleng gua isi kerupuk kulit elu trus gua kasih makan cecunguk di rumah kontrakan biar cakepan dikit... " cerocos Millie tanpa menghentikan hantaman nampannya. Arsen yang tengah menjadi korban keberingasan Millie tampak pasrah melindungi kepalanya.


Tubuh Millie lantas direngkuh Ardy dari arah belakang.


Tubuh Millie yang melayang karena diraih Ardy terus meronta.


"Lepasin, pit.. Gue belom puas hajar kakak abal abal elo" pekik Millie sambil terus meronta.

__ADS_1


"Mana mungkin gue lepasin elo. Gue gak rela lo nempel nempel sama laki laki lain" timpal Ardy membuat pergerakan Millie seketika terhenti.


Millie kini tenang, lalu memutar tubuhnya sehingga berhadapan dengan Ardy.


"Gua gak mau kehilangan elo lagi, pit. Lo gak tau gimana kesiksanya gue liat orang uwu uwuan ama ayangnya" tukas Millie sambil memeluk Ardy erat.


"Ekhem.. kacang, kuaci, ale ale, mijon.." celetuk Amir yang jengah dengan sikap kedua pasangan anti badai itu.


Amir menyergap Arsen yang hendak meraih kembali senpi yang terpental dari tangannya karena hantaman Millie.


......................


"Jelaskan" pinta Ardy pada Arsen sang kakak yang kini tengah disidang di ruang tengah nan mewah itu.


Mbok Sari sibuk mengompres kepala bagian samping Jordan yang terantuk lantai.


Jordan sempat pingsan karena terkejut dengan ledakan yang keluar dari senjata milik Arsen. Dia sempat berfikir jika Ardina benar benar menarik pelatuknya dan nyawanya telah melayang.


Jordan meraih handuk putih yang sudah dibasahi air hangat oleh Sari, lalu menyerahkannya pada Ardina. Meminta perhatian darinya dengan menunjuk kepalanya yang sakit sambil merengut.


Ardina yang tak pernah berinteraksi dengan baik pada Jordan merasa canggung sekaligus iba.


Akhirnya dengan sedikit kaku, Ardina mengambil alih handuk itu lantas sedikit mendekat untuk mengompres kepala Jordan, membuatnya tersenyum bahagia karena ini adalah pertama kalinya Ardina memperhatikan dirinya.

__ADS_1


Jordan bahkan menyandarkan kepalanya pada bahu Ardina membuat Millie yang sedari tadi memperhatikannya memutar bola matanya.


"Gak anak gak babeh, bucinnya akut" cebik Millie.


__ADS_2