
"Bukannya kamu masih menstruasi ya?" tanya Ardy mendekap Millie erat berselimut kain tipis. Pertarungan 2 ronde itu membuat mereka lelah namun malas untuk turun ke bawah untuk mengisi perut mereka.
"Kemarin tuh sebenernya hari terakhir aku. Udah gak keluar sih, tapi jaga jaga aja tiba tiba keluar lagi" jawab Millie santai sambil memejamkan matanya.
Kenikmatan itu membuatnya terbuai dan kembali mengantuk.
"Kenapa gak bilang?" lanjut Ardy bertanya sedikit memundurkan tubuhnya agar bisa melihat ekspresi Millie yang pasti tengah cengengesan.
"Emangnya cuma kamu aja yang bisa ngerjain" balas Millie menampakkan barisan gigi putihnya sedang matanya masih terpejam.
"Kamu.. gadis nakal.. mau tak tusuk tusuk lagi hah..." gemas Ardy lantas melancarkan serangan kecupan dan gelitikan membuat Millie tergelak kegelian.
tok tok
Suara ketukan di pintu menghentikan keintiman mereka.
"Siapa tuh?" tanya Millie yang merasa lega bisa terbebas dari gelitikan Ardy.
Millie menoleh pada pintu lantas melirik jam dinding yang berada di samping atas pintu.
"Udah ampir waktunya makan siang ih. Em el terus" cebik Millie lantas bangkit untuk membersihkan diri dan berniat turun bergabung untuk makan siang bersama.
"E eh.. mau kemana?" tanya Ardy menahan tangan Millie.
"Laper lah, pit. Begituan juga kan butuh asupan gizi" timpal Millie merajuk.
"Mau turun pake apa, huh?" ledek Ardy menunjuk pakaian yang tadinya dikenakan Millie telah terongok begitu saja di lantai dalam keadaan tercabik cabik.
"Kamu sih pake sok ngerobek robekin segala, trus aku gak akan makan dong..." Millie merajuk menghentakkan kakinya dengan tubuh polos membuat Ardy kembali gemas.
__ADS_1
Perlahan Ardy berjalan mendekat dengan sorot mata yang tajam serta senyum cabul terukir di bibirnya.
"Apa? kamu mau ngapain?" tanya Millie waspada. Dia curiga akan kembali ditumbangkan.
Millie merutuki Ardy karena membuatnya mondar mandir di kamar tanpa busana.
"Enggak ngapa ngapain... cuma mau..."
"Aaakk..." pekik Millie berlari mengelilingi ruangan menghindari kejaran Ardy.
tok tok
Suara ketukan kembali menginterupsi mereka.
"Stop... atau aku bakalan lari keluar kek gini" ancam Millie terengah sambil meraih gagang pintu seolah siap untuk keluar saat itu juga.
Dia kalah. Akhirnya memberikan selimut kain pada Millie untuk menutupi tubuh polosnya.
"Masuk kamar mandi" lanjutnya memberi titah dengan tegas.
Enak saja mengumbar miliknya pada orang lain. Pikir Ardy.
Setelah memakai celana piyamanya, Ardy membuka pintu.
"Bos, maaf mengganggu. Tapi saya mendapat amanat dari Tuan Jordan untuk menyerahkan ini" Amir menyerahkan 2 buah tiket perjalanan ke Maldives. Tiket yang berbeda dari yang pertama Jordan berikan saat di panggung pelaminan.
Ardy yakin sesuatu telah terjadi dan dia tak bisa mengabaikan hal itu.
"Beliau sudah berangkat terlebih dahulu karena ada keperluan, dan pesawat anda dijadwalkan berangkat sekitar 2 jam lagi" lanjut Amir.
__ADS_1
"Apa? 2 jam lagi? Yang bener aja, kita belom makan belom..." Millie tiba tiba menginterupsi dengan hanya mengenakan selimut kain membuat wajah Amir bersemu merah.
"Masuk kamar mandii.." Ardy mendorong tubuh Millie hingga Millie benar benar masuk kamar mandi.
"Ya sudah, kamu siapkan semuanya. Dan tolong antarkan makan siang kami kesini" titah Ardy.
"Yang ini diapain, bos?" tanya Amir menunjuk 2 troley berisi masing masing 2 porsi makan pagi dan makan siang.
"Aku mau yang fresh" tegas Ardy.
"Hhhh.... nasiiib nasib. Udah lah gebetan diambil, makananpun dapet sisa" keluh Amir menghela nafas.
Ardy dan Millie selesai dengan persiapannya.
Karena ada hal lain selain bulan madu maka Amir diperintahkan untuk ikut.
Ardy juga memerintahkan Amir agar membelikan beberapa pakaian casual dan pantai untuk Millie, namun langsung Millie tolak.
"Masa dia yang beliin? tau apa laki laki sama selera perempuan? sama Ningsih aja sana, sekalian ajak juga ke sana" pinta Millie membuat Ardy dan Amir saling beradu pandang.
"Aku mau Ningsih mulai sekarang dampingin juga. Aku gak nyaman kalo harus dibeliin barang pribadi sama cowok" lanjutnya membuat Ardy manggut manggut.
"Lah, pekerjaan saya gimana, non?" tanya Ningsih terperangah dengan keputusan tiba tiba itu.
"Saya bayar kamu 3x lipat" tawar Millie mantap.
"Oalah, siap kalo gitu" antusias Ningsih lantas menanggalkan apronnya dan memilih mengundurkan diri.
"Sayang, bayarin ya" rayu Millie pada Ardy dengan gaya membujuk yang seksi.
__ADS_1