
"Iya, apa dia pegawai laundry?" imbuh Amir.
"Kalau yang anda maksud adalah Millie pegawai di rumah sakit ini, anda bisa mencari yang namanya dokter Gumy" tukas petugas laundry membuat dahi Amir berkerut.
"Dokter Gumy? tapi saya disuruh mencari kesini oleh beliau" timpal Amir.
"Hhh... anda dikerjai dokter Gumy. Nama asli beliau adalah Millie. Kalau mau tanya dari mana nama Gumy berasal, ya dari permen karet yang selalu beliau kunyah, tak jarang mengotori seragam perawat. Termasuk pakaian anda" sergah petugas tersebut seraya menunjuk pada lengan Amir yang terdapat tempelan permen karet.
"Haaaahh... gak si bos, gak dokter, aneh semua" keluh Amir frustasi.
Amir lantas berlari kembali kearah lobby. Tentu saja tempat Millie bekerja yaitu IGD berdekatan dengan lobby.
"Dok.. dokter Gumy... bisakah anda ikut saya. Tuan presdir sedang gawat" seru Amir yang ingin mengerjai balik Millie.
Dengan acuh Millie menyerahkan suntikan berisi obat yang sudah dia takar untuk disuntikkan pada infusan pasien kepada perawat yang mendampinginya, lantas melangkah keluar ruangan.
Di dalam lift, Amir melirik Millie melalui sudut matanya. Mulutnya yang tak berhenti mengunyah menampilkan ekspresi cuek dan innocent.
Apa dia tak merasa bersalah gitu, sudah mengotori jas nya dengan benda menjijikan yang dikunyahnya. Pikir Amir.
Mereka saling terdiam membiarkan kotak besi berukuran 2x3m itu membawa mereka ke lantai paling atas.
__ADS_1
Millie langsung masuk ke ruangan yang pintunya tak menutup itu.
"..... Masa nyari satu orang di rumah sakit yang gak sebanding dengan satu kota aja susah.
Mesti dikasih pelajaran tu orang. Udah mulai ngelunjak. Bener bener...
Astaga.."
Ardy terkejut, sangat terkejut dengan kemunculan Millie yang tiba tiba.
Tak mau membuang kesempatan, secara reflek dia pura pura pingsan dan terjatuh.
Millie memutar matanya. Merasa jengah dengan kepura puraan Ardy.
"Dok.. gimana ini.. kayaknya si bos kena serangan jantung. Perlu nafas buatan ini" tukas Amir sedikit improvisasi. Tentu saja membujuk sang bos agar tidak marah padanya. Dengan memberikan ikan pada kucing yang kelaparan, pastilah dia akan berjasa besar padanya.
Ucap Amir dengan bangga dalam hatinya. Membayangkan reward apa yang akan bos nya berikan selain membuka blokiran rekeningnya tentu saja.
Millie berlutut dan merubah posisi Ardy menjadi terlentang, lantas menatap tajam pada Amir yang juga berlutut di sebrangnya.
Tatapan Amir tak sengaja bertabrakan dengan sorot mata Millie yang tajam.
__ADS_1
Dengan memberikan kode melalui matanya, Millie memerintahkan sesuatu pada Amir yang kembali meringis kala mengerti dengan kode dari Millie tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Millie memposisikan kedua tangannya diatas dada Ardy untuk memompa. Menekannya beberapa kali lalu memerintahkan Amir dengan matanya untuk melakukan perintahnya.
"Ppfuuuuh.." Amir meniup mulut Ardy yang lantas dibalas *******, membuat Amir terkesiap.
"Ish ish iiiish... gak nyangka ternyata presdir kita berperilaku menyimpang" ucap Millie dengan santai, membuat Ardy seketika terlonjak dan bangkit.
"Sialan... kamu apain aku hah.." hardik Ardy mengelap mulutnya berkali kali dengan punggung tangannya.
Sedangkan Amir tengah menangisi nasibnya yang sudah berapa kali dalam sehari ini dikerjai Millie.
"Ck.. ck.. ck.. ternyata rumor tentang anda benar. Selain perempuan, anda doyan batangan pula" sindir Millie menggelengkan kepala seraya bersidekap.
"Ini.. bukan seperti.."
"Sebaiknya kalian memakan buah kedondong untuk menetralisir virus el ge be te" tukas Millie memotong sanggahan Ardy.
Ardy dan Amir saling beradu pandang, merasa mendapat solusi.
"Sana, kamu beli kedondong 2kg" titah Ardy dengan tegas.
__ADS_1
Tentu saja Millie menyembunyikan senyum kemenangan.