My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Kita Hukum Dady


__ADS_3

"Momy momy janan mayah cama dady.." mohon David merangkul kaki Millie agar tak pergi menghukum Ardy sang dady.


"Kata siapa momy marah sama dady? momy cuma mau nyuruh dady pulang. Kebangetan mainnya gak tau waktu, gak pulang pulang. Awas aja kalo sampe digondol wewe gombel... waah.. gak bisa dibiarin.." amarah Millie memuncak kala membayangkan Ardy tengah dikerjai oleh wanita lain.


Tanpa menyingkirkan David yang menggelayut di kakinya, Millie berjalan menyeret kakinya, membiarkan David bergelantungan di kaki.


Alih alih takut, David si bocah tampan itu terkikik girang karena tubuhnya melayang layang.


"Ayo momy, kita hukum dady.. hahaha..."


Ardy yang tengah melakukan meeting pun merasa gelisah.


"Mata itu.. amarah itu.. bukan, itu bukan amarah, tapi.. bahagia? kangen? cinta.. ya.. itu cinta.. tapi.." Ardy bergelut dengan pikirannya mengabaikan orang yang tengah melakukan presentasi.


"Sekian penjelasan dari saya, barangkali ada yang kurang ataupun ada yang ingin ditanyakan, silahkan" ucap perwakilan dari marketing perusahaan makanan beku itu.


Ardy bergeming menatap kosong pada satu arah.


"Tuan, apa anda baik baik saja? tampaknya anda sedang kurang fit" tegur salah satu anggota meeting yang duduknya dekat dengan Ardy.


Dia melihat keringat bermunculan di pelipis sang direktur mall terbesar di negeri ini.


"Ah, iya. Saya baik baik saja. Jangan khawatir. Baiklah akan saya pelajari lebih lanjut. Untuk sementara kita sudahi dulu pertemuan ini. Untuk keputusannya nanti sekertaris saya yang akan menghubungi anda" putus Ardy yang memang tak bisa fokus.


Mereka pun segera membereskan berkas dengan sedikit kecewa karena mereka dituntut perusahaan untuk membawa hasil meetingnya hari itu juga.


brakk


"Nona, anda tidak bisa seenaknya seperti ini.." sergah sekertaris Ardy yang kewalahan dengan Millie yang merangsek masuk bahkan berhasil mendobrak pintu.


David si bocah lucu hanya mengikuti langkah Millie dengan berlari kecil.


Ardy terkejut dengan kedatangan Millie yang secepat kilat. Dia bahkan lupa jika jarak rumah sakit tempat Millie bekerja hanya setengah jam dari mall nya.


Semua anggota rapat pun sama terkejutnya.


Tanpa menghiraukan kehadiran orang lain, Millie memindai satu per satu orang yang ada di ruangan itu, hingga matanya berhenti pada sosok yang berada di ujung meja dengan posisi berdiri dan sedikit memepet tembok.


Tampak ketakutan.

__ADS_1


"Nona.. nona.." sergah sang sekertaris namun segera dihadang tubuh mungil David.


"Ssstt.. tante jangan beyisik.. atau nanti tante ikutan diteykam macan.. roarr" ancam David menunjukkan cakarnya.


Millie mengambil langkah lebar agar bisa segera sampai pada Ardy. Dia bahkan menyingkirkan dengan kasar kursi yang menghalangi jalannya.


brakk


Kedua tangan Millie mencengkeram jas Ardy lantas mendorong kasar tubuh Ardy ke tembok.


"Nona.. saya akan panggil-" ancaman sekertaris terpotong oleh isyarat tangan Ardy yang memerintahkan untuk membiarkan Millie meluapkan emosinya lalu memintanya keluar.


"Maaf tuan tuan. Kami ada masalah... rumah tangga, silahkan anda kembali ke kantor kalian" pinta Ardy pada anggota rapat yang tengah saling berbisik.


Ardy ingin menyelamatkan nama baik Millie dari gunjingan.


Millie menatap tajam mata itu. Mata yang ia rindukan selama ini.


"Kenapa?" tanya Millie dengan suara tercekat.


"Aku.."


"David.. hei apa yang kamu lakukan?" pekik seorang wanita yang baru saja datang dan terkejut dengan situasi membagongkan itu. Pasalnya dia tak pernah sedekat itu dengan lelaki idamannya.


"Apa.. apa yang akan kamu lakukan pada suamiku?" tanya Mia gugup.


"Suami?" Millie dan Ardy terkejut bersamaan dengan pengakuan Mia.


Millie lantas melonggarkan cekalannya.


Ardy dengan sigap menangkap tangan Millie dan menekannya kembali ke dadanya.


"Jangan ngaco kamu Mia. Suami apaan? keluar kamu, gak liat apa aku lagi terancam?" ketus Ardy menyanggah pernyataan Mia.


Millie kembali menatap Ardy yang membalas tatapannya.


Ardy bahkan menggelengkan kepalanya sebagai tanda jika apa yang dibicarakan Mia tidak benar adanya.


prakk

__ADS_1


Millie merobek paksa kemeja Ardy hingga kancingnya bertebaran membuat Ardy, Mia, juga David mengangakan mulutnya.


Millie menghidu dalam aroma tubuh khas Ardy lantas menoleh pada Mia yang tengah shock dan berkata "Dia suamiku".


Millie menatap tajam pada Mia seolah mengklaim miliknya dan tak seorangpun boleh merebutnya.


"Tante ayo keyuay.. ini nda bagus buat diliat anak kiciy" ajak David menutup wajahnya dengan memberikan celah bagi matanya.


Meski tak rela, namun Mia berhasil diseret keluar oleh tangan mungil David lalu menutup pintunya.


Cekalan Millie melemas, kepalanya menunduk. Dengan nafas terengah dan tubuh bergetar, Millie menangis tersedu seraya memukul dada polos Ardy.


"Kenapa baru muncul... kamu jahat.. kamu jahat.. kamu gak tau gimana kesiksanya aku hidup tanpa kamu... hik.. kalau saja.. kalau saja aku gak hamil anak kamu.. mungkin.. mungkin aku.." Ardy merengkuh tubuh Millie.


Mendekapnya erat.


Meski belum mengingat semua, namun firasatnya mengatakan jika mereka memanglah memiliki hubungan spesial.


Terbukti dengan jelasnya wajah Millie dalam setiap mimpinya, juga namanya yang mulai merasuk ingatannya.


Ardy meraih dagu Millie dan menyeka lelehan air mata yang tak kunjung surut.


"Bagaimana aku bisa kembali padamu kalau aku tak mengingat apapun saat sadar dari koma" ucap lembut Ardy membuat isakan Millie mereda.


"Koma?" ulang Millie mempertanyakan keterangan Ardy.


Ardy mengangguk perlahan. Tangannya tak henti menyeka lelehan air mata dan menyelipkan helaian rambut ke belakang telinga Millie.


"Hanya satu yang kuingat pertama kali" ucapannya dijeda.


Mata mereka saling mengunci, mendalami perasaan masing masing untuk satu sama lain.


"Wajahmu dan nama yang kamu sematkan untukku" lanjutnya lirih tepat didepan bibir Millie.


"Depit" lirih Millie lantas mereka menyatukan bibir mereka dengan lembut.


Tanpa *******.


"I miss you.. i miss you so much.." lanjut Millie menangis melepaskan pautan bibir mereka.

__ADS_1


TAHAN MAK TAHAAAAN😆


EITS JEMPOLNYA JANGAN DITAHAN😉


__ADS_2