My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Suka Anak Remaja


__ADS_3

Para mahasiswa kedokteran berhamburan ke jalanan untuk mencari data tentang tugas yang diberikan pak Bandi.


Bandi bersikukuh memisahkan Ardy dan Millie agar mereka bisa berbaur dengan yang lain dan tidak saling bergantung satu sama lain.


Meski suatu saat mereka berjodoh, tetap saja ada orang lain di sekitar mereka yang akan menjadi anggota tim.


Ardy tampak tak bersemangat siang ini, jika bukan untuk mengisi kolom nilai, dia enggan untuk mengikuti rombongan tak jelas menurutnya.


Kenapa para wanita di kelompoknya sibuk dengan penampilan saat sedang mewawancara warga. Keluh Ardy yang terus menatap ke seberang jalan dimana kelompok Millie tengah melakukan hal yang sama.


Ardy semakin kesal kala melihat Millie baik baik saja tanpanya dalam kelompok Millie. Gadis itu justru terlihat beberapa kali melontarkan candaan pada mahasiswa lain.


"Ck, kenapa dia biasa aja tanpa gue, pake ketawa ketawa segala" cebik Ardy bergumam menampilkan tatapan tak suka dari wajah murungnya.


Matanya tak lepas dari sosok di seberang jalan. Hingga tatapannya berhenti pada beberapa sosok di depan Millie yang tak disadari gadis itu karena sibuk mewawancara warga sekitar.


"Orang orang itu.." gumam Ardy saat matanya mengunci sosok beberapa orang yang dia rasa pernah dijumpainya tak berapa lama ini.


"Millie.." seru Ardy lirih saat matanya menangkap Millie tengah diganggu para lelaki berotot yang Ardy baru teringat jika mereka adalah orang orang suruhan ayahnya.


"Millie.." seru Ardy berteriak memanggil Millie kala Millie terlihat meronta saat diseret paksa oleh para pesuruh sang ayah.


"Depiit...." Millie membalas seruan Ardy dengan teriakan meminta tolong.


Tanpa menoleh ke kiri dan kanannya, Ardy bergegas menyebrang jalan untuk menyelamatkan Millie.


tiiiiiiin...


"Depiiiiiiiit...."


brakk


😢


😢


😢


Millie terbangun dan merasakan sakit di kepalanya.


"Enghh.. Piit.. Depiit.." gumamnya lirih saat baru sadar. Matanya terasa berat untuk dibuka, Millie terus berusaha mengembalikan kesadarannya agar bisa mencari Ardy dan melihat keadaannya.

__ADS_1


Millie menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana mobil sedan itu menghantam telak tubuh Ardy sehingga tubuhnya terpental beberapa meter ke depan dan mendarat diatas kap mobil lain.


shasss...


Millie dikejutkan dengan semburan air dingin dari ember, memaksanya untuk sadar sepenuhnya.


Namun Millie lebih dikejutkan lagi saat tangan dan kakinya terikat.


"Siapa kalian.. hah.. hah.." tanya Millie pada beberapa pria berotot, nafasnya tersengal setelah mengerahkan tenaganya untuk melepaskan diri.


Alih alih terlepas, kulit tangannya mengelupas karena rontaan yang dilakukannya dalam upaya melepaskan diri.


"Apa kamu kenal dengan wanita bernama Madame Bunga?" salah seorang pria itu balik bertanya.


"Mak Uung?" lirih Millie bertanya pada dirinya sendiri.


"Aku selalu mengirimkan uang padanya setiap bulan, kenapa dia masih melakukan ini?" tanyanya frustasi.


"Hehehe.. kamu pikir uangmu cukup untuk terbebas darinya? sungguh naif" cibir lelaki itu mendelik merendahkannya.


Mata Millie menyala karena amarah. Bagaimana tidak, dia mati matian bekerja paruh waktu bersama Ardy agar bisa mengirim uang kompensasi pada Mak Uung agar Millie tidak kembali diganggu oleh orang suruhannya. Namun sekarang, usahanya itu seolah sia sia.


"Lalu.. apa yang kalian inginkan?" lanjut Millie bertanya dengan sedikit was was. Dia tak mau memberikan mahkotanya pada pria brengsek manapun.


Millie mengerutkan dahi, merasa tak pernah melihat lelaki tua berpenampilan eksklusif itu selama berada di tempat mak Uung.


Lelaki itu melangkah mendekat dengan elegan. Tangan yang terbebas ia masukkan pada saku celananya. Sesekali menghisap cerutu kuba nya dengan tatapan mengunci Millie.


"Halo, kucing kecil" sapa pria berpakaian elegan itu dengan suara rendah dan seringai licik menghiasi bibirnya.


"Siapa kamu" tanya Millie dengan mata menyorot tajam. Dari garis wajahnya dia teringat akan teman sekamarnya yang sangat dia khawatirkan keadaannya saat ini. Apakah dia baik baik saja?


"Hehehe.. siapa aku, tidak penting" tawa rendah mengiringi jawaban pria itu.


"Aku hanya ingin tahu, semenarik apa kamu hingga anakku melindungimu" lanjutnya membuat ekspresi Millie berubah.


"Dimana dia.. bagaimana kondisinya.. lepaskan aku.. biarkan aku menemuinya.." Millie meracau sambil terus meronta agar ikatannya terlepas. Namun usahanya semakin membuat luka di tangannya semakin besar.


Millie meneteskan air mata, menampilkan tatapan memelas sambil berkata "Tolong bawa aku padanya.. aku ingin lihat kalau dia baik baik saja.." pintanya memelas sambil terisak. Millie tak siap jika harus kehilangan Ardy, mengingat kecelakaan yang menimpa pemuda itu.


"Apa kamu bersedia melakukan apapun demi anak itu?" Pria yang ternyata adalah ayah Ardy menyusuri pipi Millie dengan jarinya lalu mengapit kedua pipinya.

__ADS_1


Millie menatapnya dengan pikiran campur aduk. Tak mungkin seorang ayah dari sahabatnya juga merupakan lelaki brengsek yang sering ditemuinya di sarang cinta mak Uung.


"Apa kamu bersedia mengorbankan dirimu demi keselamatannya?" lanjut Jordan mengalihkan tatapannya pada leher jenjang Millie yang berkeringat.


Lalu tangan yang mencengkeram pipinya turun kebawah, melepaskan satu per satu anak kancing kemeja Millie.


Tubuh Millie bergetar, merasa jijik dengan apa yang akan dilakukan pria tua ini padanya.


"Jauhkan tangan kotormu dariku" sentak Millie berteriak lalu menyundul kepala Jordan, membuatnya terpental kebelakang dan mundur beberapa langkah.


duggg...


Pandangan Jordan sekilas tampak buram karena hantaman pada hidungnya. Lalu darah mulai menetes keluar mengotori stelan mahalnya.


"Gadis sialan.." desisnya lalu menampar Millie sekuat tenaga.


Plakk..


Bibir Millie sobek cukup parah karena tamparan itu. Namun Millie tak perduli selama mahkotanya utuh, dia akan mati matian menjaganya.


"Berani melawanku hah.. kamu tak tahu sedang berurusan dengan siapa, pastinya kamu tak tahu siapa pacarmu itu sebenarnya" tegas Jordan kembali mencengkeram pipi Millie dengan rahang mengetat.


"Seharusnya kamu berterimakasih padaku karena aku membelimu dari setan betina itu, dan kini hanya aku yang bisa menikmatimu" Jordan langsung meraup bibir Millie dengan rakus dan kasar setelah menyampaikan kata kata yang membuat Millie semakin merinding.


"Aaarrggh.. gadis brengsek.." Jordan mengaduh kala Millie menggigit bibirnya sekuat tenaga hingga mengeluarkan darah.


Prakk..


Jordan merobek pakaian atas Millie hingga kancingnya bertebaran.


Millie kembali meronta sambil menangis.


"Tolong lepaskan aku.. aku ini teman anakmu dasar tak tahu malu.." pekiknya dalam isakan.


Jordan menikmati pemandangan didepannya. Meskipun dada nya tak seheboh para penjaja kenikmatan, namun Jordan melihatnya dari sudut lain.


"Aku suka anak remaja, hahaha..."


"Jangan sentuh akuu..." pekik Millie kala Jordan perlahan mendekatinya untuk merasakan kenikmatan yang sudah lama ia damba. Selama ini dia hanya bermain main dengan wanita murahan dan rasanya sangat membosankan.


Air liurnya menetes kala membayangkan akan menikmati pertama kalinya gadis ini.

__ADS_1


INGET!!!


JANGAN DULU HUJAT OTHOR😎


__ADS_2