My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Badut


__ADS_3

Ningsih berlari dengan terengah. Pasalnya dia dimintai tolong oleh Millie untuk membelikannya pembalut juga dalaman.


Salahkan Ardy yang membuat acara dadakan jadi dia tak membawa bekal apapun selain pakaian yang dia kenakan ke pesta.


Semalam saja saat turun untuk mengambil minum, Millie memakai kemeja dan celana bahan milik Ardy.


Millie sempat merutuki ulah suaminya yang menyiapkan pakaian untuk dirinya sendiri, namun tidak untuk Millie.


Alasannya adalah karena mulai malam ini Millie tak membutuhkan sehelai pakaianpun di kamar.


Brukk


Ningsih yang berlari terburu buru menabrak tubuh seseorang kala berbelok keluar dari dapur ke ruang tengah dan mengarah ke tangga menuju lantai 2.


"Maaf-"


"Dasar bego. Liat liat dong kalo jalan, mana bau lagi. ewww..." sarkas seorang wanita bernama Ayu yang merupakan putri dari salah satu kolega Jordan, merasa jijik kala tubuhnya yang berbalut gaun mahal dengan perawatan kulit yang glowing harus bersentuhan dengan seorang rakyat jelata dengan peluh bercucuran.


Ayu mengendus tangan putih nan mulusnya yang tertabrak tubuh Ningsih lalu menyekanya dengan tisue basah mengandung disinfektan.


"Ma.. maaf nona, saya terburu buru" ucap Ningsih lantas memungut kantong plastik pesanan Millie yang tak sengaja tercecer karena terhempas dari tangannya.


Ningsih lantas melanjutkan langkah cepatnya menaiki undakan tangga, tak mau Millie yang sudah menyatakan dirinya kini berteman dengan Ningsih, menunggu lama.


"Pembalut?" gumam Ayu kala melihat benda yang Ningsih pungut lalu ia bawa dengan tergesa ke arah kamar pengantin.


Senyum jahat terukir di bibirnya yang mengkilap karena pelembab bibir yang mahal.

__ADS_1


"Kasian pengantin baru. Ah, mungkin dia butuh camilan" lanjutnya menyusun strategi.


tok tok


klek


"Maaf lama, non. Tadi-"


"Udah, gak pa pa. Makasih ya, Ning" potong Millie membuat Ningsih menghela nafas lega karena keramahan Millie yang tak seperti wanita yang baru dia tabrak dengan tak sengaja.


"Abis ngapain kamu?" tanya Amir menyelidik saat Millie baru menutup pintu.


"Ooh, urusan cewek, kang. Permisi" jawab Ningsih dengan ramah lantas pamit karena masih banyak pekerjaan.


"Saya tanya, kamu barusan ngapain ganggu bos saya?" tekan Amir menahan sebelah lengan Ningsih agar memberinya penjelasan.


"Jangan bohong kamu. Biasanya juga beliau minta tolong sama saya" sergah Amir menatap tajam.


"Oh ya? apa beliau juga suka minta tolong dibelikan pembalut dan dalaman?" ucap enteng Ningsih menantang Amir yang sok peduli pada istri bos nya. Padahal dia tahu kalau Amir hanya modus ingin berinteraksi dengan istri bos nya.


Amir gelagapan lantas melonggarkan cekalan pada lengan Ningsih.


Ningsih tersenyum dan berlalu meninggalkan Amir yang kini wajahnya memerah seraya bergumam "Moddusss..."


tok tok tok


Suara ketukan di pintu membuat Ardy yang sedang berbaring malas di tempat tidur menoleh.

__ADS_1


"Si Ningsih ngapain lagi ke sini?" gumamnya lantas bangkit dan berjalan ke arah pintu kamar mandi dimana Millie sedang berada di dalamnya.


"Yaaang.. kamu pesen apa lagi sama Ningsih?" tanya Ardy sedikit berteriak dari depan pintu kamar mandi.


"Gak ada.." jawab singkat Millie.


tok tok tok


Ketukan itu kembali terdengar, membuat Ardy yang hanya mengenakan celana piyama panjang memutuskan untuk membukanya.


"Apa Amir? lagi lagi anak itu gangguin mulu" cebiknya menggumam.


klek


Ardy membolakan matanya kala melihat siapa yang bertamu di hari yang masih terlalu pagi bagi orang untuk bertamu. Terlebih bertamu ke kamar pengantin.


"Ada siapa, sayang?" tanya Millie yang baru keluar dari kamar mandi, namun mendapati Ardy tengah menatap tajam pada si pengetuk yang tak bisa Millie lihat karena tertutup daun pintu.


"Ada badut" jawab Ardy sembari tersenyum miring nan jijik.


Millie yang mengetahui trauma Ardy pada badut lantas menyingsingkan lengan baju kemeja yang dikenakannya seraya meraih sendal jepit.


Dengan emosi yang tak bisa ditahan Millie melangkah ke ruang depan untuk menghajar mahluk pencetus trauma sang suami.


"Sini gue hajar-" raungan Millie terpotong kala daun pintu itu ia buka lebih lebar.


Kini Millie pun membola kan matanya berikut mulut yang menganga.

__ADS_1


__ADS_2