
"O em jiii... pawang IGD sekarang jadi penghuni IGD, akakakakak...." gelak Marisa mengejek Millie yang terbaring di brankar IGD atas perintah Ardy.
Millie sebenarnya menolak dengan tegas saat turun dari ambulance karena sudah merasa lebih baik sebab Ardy sudah memberikan cairan infus ples nutrisi hati.
Namun Ardy ingin Millie benar benar ditangani dengan tepat.
Ardy bahkan mengancamnya akan membuat Millie menjadi janda sebelum dinikahi.
Eeee.. Gimana bang🤔
Sambil merengut dan melangkah kasar, Millie menurut.
Riuh sorak sorai para pegawai terdengar nyaring saat mereka baru keluar dari lift menuju bagian IGD.
Bagaimana tidak, Ardy langsung menggendong Millie yang tengah merajuk. Tak perduli Millie meronta karena malu, tapi kemudian Millie diam saat Ardy menambah rasa malu Millie saat tiba tiba mengecup bibirnya sekilas.
"Masih mau berontak?" ancam Ardy yang siap kembali mengecup Millie.
Tubuh Millie seketika mengkerut, menyembunyikan wajahnya di leher Ardy karena menjadi sasaran bisik bisik pegawai yang siap mencecarnya dengan ledekan.
"Berisik lo" desis Millie pada Marisa yang tak bisa menghentikan gelak tawanya.
"Udaaah sana kerjaa..." usir Millie pada Marisa sambil mendorongnya karena ledekan Marisa membakar para perawat untuk membalas kejahilan Millie pada mereka.
__ADS_1
"Yah, ga jadi mecahin rekor jomblo sejati dong"
"Kasian amat yang dapetin perawan somplak"
"Kalo udah mantan, buang ke saya ya dok"
"Iya dok. Mau direcah terus dibagi bagiin ke kita juga gak pa pa. Kita siap nge daur ulang kok"
Ejekan ejekan para petugas medis di ruangan itu saling bersahutan dari bilik yang berbeda.
"Kalian mulai songong ya. Gak tau apa sekarang status gue apa, minta dipecat tanpa pesangon ya" balas Millie mengancam.
"Emang berani?" tanya mereka bersamaan diimbuhi kikikan tawa.
"Sialan, mereka tau kalo gue gak tegaan" gerutu Millie bersidekap.
"Tuh dengerin dok. Jangan marah marah kata bebepnya, nanti tua duluan saya sosor loh" timpal perawat lain di bilik seberang.
"Aku bilang juga apa, gak mau masuk sini gimana sih gak bisa dibilangin. Ambyar kan harga diriku" gerutu Millie manja pada Ardy.
"Euh ngomongnya pake 'aku' 'kamu' sekarang mah. Kemana atuh si aku teh" timpal perawat di bilik sebelah membuat Ardy semakin terkekeh.
Ardy senang jika ternyata selama ini Millie tak kesepian tanpanya. Bahkan sepertinya rekan rekan sangat menyayanginya.
__ADS_1
"Tapi cairan infusnya belum habis, sayang" bujuk Ardy dengan lembut membuat pipi Millie bersemu merah.
"Uluh uluh.. kamana atuh sayang.."
"Depit ih.. ngomongnya biasa aja. Lagian ni inpusan kan bisa dibawa. Yuk ah pergi, gerah seruangan sama kompor meleduk semua" tukas Millie meraih turun labu infusan lalu turun dari brankar dan mengajak Ardy pergi dari ruangan IGD.
"E eh.. neng sayang mau kemana? belom boleh kemana mana, harus disuntik dulu baru boleh pergi" sergah Marisa mencekal lengan Millie yang terbebas dari infus namun mencengkeram tangan Ardy.
"Sssuntik?" lirih Millie.
"Heem, suntik vitamin biar cepet pulih. Maap ya pak ganteng, pacarnya saya suntik dulu. Bahaya kalo belom disuntik berkeliaran bisa kena rabies" cerocos Marisa terus menggoda Millie yang tak berkutik hari ini karena diledek berjamaah.
"Siyalan lo, Mar. Dipikir gue an jing gila" sergah Millie tak terima namun membuat Marisa semakin tergelak.
"Iya iya. Maap ya pak ganteng.. disuntiknya disini aja sama saya, kalo sama pak ganteng bahaya bisa bengkak 9 bulan" lanjut Marisa membuat Millie melayangkan tamparan cukup keras di lengannya.
"Permisi, dokter Gumy. Ada yang nyariin pak presdir sama emmm.. nona Millie, yah, itu" seru seorang front liner yang bernama Siska masuk ke bilik dimana Millie dirawat menurut petunjuk perawat yang melintas kedepan meja front line karena tak bisa menghubungi nomor Amir.
"Siapa namanya?" tanya Ardy mengernyitkan dahi.
"Katanya kerabat anda, tapi... wajahnya mirip dengan anda, hanya agak sedikit lebih tua dari anda" jawab Siska.
Ardy dan Millie saling bersitatap.
__ADS_1
"Gawat" gumam keduanya bersamaan.
Tanpa banyak bicara, Millie langsung mencabut selang infus yang menancap pada punggung tangan kanannya lalu menarik tangan Ardy dengan tergesa. Millie bahkan tak mengindahkan seruan Marisa yang mencegah Millie melakukan hal bodoh.