
"Apa yang kalian lakukan, cepat bawa mayatnya, harus segera di autopsi" pungkas seorang petugas dari kepolisian membuyarkan diskusi kedua petugas medis yang diinstruksi membawa kembali jenazah pelaku mesum tersebut.
"Tapi.. ini ada.." ucap salah satu petugas medis terbata sambil menunjuk kearah 3 brankar.
"Ini.. emmm.. bukan milik rumah sakit kalian?" tanya petugas polisi terbata.
Kedua paramedis serempak menggeleng cepat.
"Bawa yang dikantongi saja. Ada cap kepolisian berarti milik kepolisian" putus petugas polisi lantas menarik brankar yang berada di tengah.
Kedua paramedis itupun segera mengikutinya dengan langkah cepat dan ketakutan.
"Haahhh... perawat sekarang penakut semua" tukas Millie membuka kain penutupnya.
"Mir.. udah keluar tuh" seru Ardy menengok pada Amir dan Arsen yang kainnya belum juga dibuka.
Apa roh mereka ikut dengan jenazah tadi? pikir Ardy.
Millie turun dari brankar disusul Ardy yang juga penasaran.
Perlahan mereka mendekat dengan dahi berkerut. Merasa heran karena tak ada pergerakan dari keduanya.
srett
Millie menyibak kain putih penutup itu lalu merubah ekspresinya.
"Ya elah, malah kelonan..." cebik Millie yang melihat tingkah Amir dan Arsen yang tengah tertidur lelap.
__ADS_1
......................
"Jorok lu, Mir. Pake ngiler segala" ketus Arsen mencium lengan nya yang tak tertutupi kain karena pakaiannya merupakan t shirt yang mana berlengan pendek.
"Maaf, tuan. Abis adem ruangannya" pungkas Amir menggaruk pelipisnya, merasa tidak enak karena kebiasaan tidurnya yang tak bisa ia kontrol.
"Bagaimana situasinya?" tanya Ardy menyela perseteruan Arsen dan Amir.
Mereka tengah berjalan cepat kearah luar melalui lorong dan jalur yang jarang dilalui para pegawai rumah sakit dan umum.
"Mereka sempat dihadang beberapa sekuriti, bos. Tapi jumlah mereka terlalu banyak. Sekarang mereka tengah mengarah pada kantor anda, bos" terang Amir memberikan informasi yang baru didapatnya.
"Giring mereka ke pabrik lama" tukas Arsen dengan senyum miringnya.
Amir memerintahkan anak buahnya yang merangkap sebagai petugas kebersihan untuk memberikan informasi pada gerombolan Jordan.
"Tuan, apa yang kalian lakukan?" tanya orang suruhan Amir saat melihat Jordan tengah mengamuk di ruangan bos besarnya.
"P.. p.. pak pres.. presdir.. tadi.. t..turun ke basement.." jawab orang suruhan Amir tergagap.
"Siyalan.. mereka kabur.." tukas Jordan lantas berlalu keluar ruangan diikuti pasukannya.
"Umpan sudah diambil, bos" lapornya pada Amir.
"Bagus. Bereskan kekacauan" titah Amir.
"Baik"
__ADS_1
Tak berapa lama
"Tuan, gawat. Saya menemukan penyadap" ungkap suruhan Amir kala membereskan kantor Ardy. Dia meniliknya dengan teliti dan hati hati.
"Bagaimana bentuknya?" tanya Amir dari seberang.
"Warna putih, seperti kapsul"
"Hhh.. itu memang kapsul ambeyen saya" tukas Amir lantas menutup mulutnya karena keceplosan.
"Pabrik lama? apa Ardy mengetahui mengenai pabrik lama, atau.." gumam Jordan terheran dengan arah tujuan mobil Ardy yang dikendarai Amir.
Seingat Jordan, Ardy malah tak pernah mengetahui mengenai keberadaan pabrik lama yang sudah tidak beroperasi semenjak ibu mereka meninggal.
Jordan segera turun dan melangkah tergesa ke dalam pabrik yang tampak gelap dari luar.
Jangan sampai Ardy mengetahui apa yang ia simpan di dalam pabrik itu. Pikir Jordan dengan panik.
Para anggota Red Fox dihadang anggota Black Hawk yang telah bersiap menyambut kedatangan bos besar beserta musuh bebuyutan mereka. Sehingga langkah Jordan sedikit tertahan untuk mencegah Ardy menemukan rahasianya.
Baku hantam tak terelakan diantara dua pasukan yang saling bermusuhan.
Jordan bahkan beberapa kali terkena pukulan dari anggota Black Hawk sebelum diselamatkan anggotanya sendiri.
Hingga Jordan berhasil masuk ke ruang inti dari pabrik lama itu yang sebenarnya ruangan mewah dengan desain interior a la Eropa, sehingga menyerupai sebuah mansion jika sudah berada di dalamnya.
"Apa ini, AYAH" suara Ardy terdengar nyaring di ruangan mirip ruang tengah sebuah mansion.
__ADS_1
Tampak Ardy tengah menggenggam tangan seorang wanita paruh baya dengan garis wajah yang mirip dengan Ardy.
MVOTE DULU YOK😉