
"Bos, kami sudah terbebas dari kejaran" lapor ajudan baru Jordan melalui sambungan telfon.
"Bagus. Perubahan rencana, bawa dia padaku sekarang.. hahahahaha...." tawa nyaring Jordan membuat suasana ngeri meresap ke tulang para anak buahnya.
"Baik, bos"
"Siapkan kamar, kita akan kedatangan tamu istimewa" titah Jordan pada para asisten yang langsung dilaksanakan oleh mereka.
"Ah.. sudah lama aku tak memanjakan diri.. fiuuuhhh... tak lama lagi kamu akan merasakan sensasi luar biasa dari bercin ta..." monolog Jordan didalam bath tube sembari mengelus pusakanya. Menyiapkannya untuk pertempuran terhebat sepanjang abad.
"Uuuhh.. baby.. I really want you.. ahh.." lanjut Jordan sedikit melakukan pemanasan dengan tongkat ajaibnya
Sendirian....
Disaksikan para pemuas yang tak pernah memberikan kepuasan masing masing menelan ludah karena tubuh proporsional milik Jordan yang tanpa sehelai benangpun tertutupi sabun, namun riak air dari pergerakan tangan Jordan yang memanjakan tongkat ajaibnya membuat siapapun yang melihat, membayangkan nikmatnya berada dalam kehangatan tubuh lelaki berusia 50an itu.
Usia boleh setengah abad, namun keperkasaannya tak membuatnya tampak tua.
"T.. tuan.. biar saya bantu.." ucap salah seorang dayang menawarkan diri karena tak kuasa menahan hasrat.
Meski Jordan selalu bermain kasar, namun mereka tak mempermasalahkannya.
Semakin kasar Jordan, mereka merasa semakin puas.
__ADS_1
Jordan menghentikan gerakan tangannya lalu menoleh pada wanita itu.
"Apa katamu?" tanya Jordan datar dengan tatapan tajam.
Sang wanita merasa mendapat kesempatan lalu melangkah mendekat dengan senyum cantik nan menggoda. Berlutut disamping bath tube lalu mengulurkan tangannya masuk kedalam air untuk meraih pusaka idamannya.
"Biarkan aku membantumu..." ulang si wanita dengan nafas memburu, terpancing khayalannya sendiri.
Grepp
Jordan menangkap tangan yang hampir menyentuh pusakanya itu.
"Kamu berani menyentuhku dengan tangan kotormu ini?" desis Jordan sembari mengeratkan cekalannya. Jika mau, dia bisa saja mematahkan tangan wanita itu.
Tanpa dia sangka, kedua wanita lain yang sama tergiurnya dengan tubuh atletis Jordan, dengan kompaknya memasang borgol yang berada dibelakang bath tube.
Borgol yang Jordan pasang untuk menikmati para gadis belia.
Tanpa menunggu lagi, wanita yang tangannya dicekal itu segera masuk kedalam bath tube dan menancapkan pusaka Jordan pada celahnya yang sudah menghiba.
"Eengghh.. sialan kamu.. kamu berani.. aarrghh.." erang Jordan kala merasakan kehangatan celah yang bergerak liar.
Sedangkan kedua wanita yang menunggu antrian tengah saling mencecap, dengan tangan yang tak diam saling memberi pemanasan.
__ADS_1
Barulah saat wanita pertama tiba pada puncaknya, wanita dengan rambut cepak menariknya keluar dari bath tube dan menggantikannya menikmati tongkat sakti Jordan yang perkasa.
Dia tak pernah mendapatkan kenikmatan seperti saat ini karena selalu diasingkan dan hanya dijadikan pajangan.
"Sshitt.. ternyata seenak ini.. aahh.." pekik wanita berambut cepak membuat Jordan memejamkan matanya.
"Kamu... kamu.. per awan?" tanyanya kemudian yang lantas ikut bergerak dari bawah.
Meskipun terasa sakit, namun selanjutnya terasa sangat luar biasa dirasakan wanita itu.
"Kamu yang bodoh karena tak mau menyentuhku.. ahhh... lebih cepaahhhh..." pekik wanita berambut cepak itu lantas terkulai karena diapun telah mencapai puncaknya.
Namun Jordan yang masih bertahan, menginginkan pelepasan karena sudah hampir tiba masanya pada puncak.
Wanita berikutnya merasa tak mau sampai terlewatkan begitu saja. Diapun ingin merasakan sensasi puncak yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.
Segera dia menarik teman saingannya itu untuk dia gantikan posisinya.
"Aaaarrgghh... kenapa bisa segede inii..." pekik wanita terakhir lantas beraksi liar karena has rat nya sudah berada diubun ubun hanya menyaksikan kegilaan mereka. Dan kini saat dia bisa merasakan kegilaan itu, rasa nikmat yang tak terbendung itu langsung meledak, bersamaan dengan meledaknya rudal jumbo milik Jordan.
Setelahnya, ketiga wanita itu meninggalkan Jordan masih dalam keadaan terikat borgol.
Mereka melarikan diri karena tahu akan dieksekusi Jordan berkat kenekatan mereka menodai malam sakral Jordan dengan wanita incarannya.
__ADS_1