My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Rasa Penasaran Millie


__ADS_3

"Pit.." seru Millie dengan wajah cemberut.


Kini mereka dalam perjalanan pulang, hanya berdua karena Amir dibebas tugaskan sepulang dari pabrik lama.


"Hm?" balas Ardy lembut. Sebelah tangannya ia gunakan untuk menggenggam tangan Millie, sementara tangan lain ia gunakan untuk menyetir.


"Elo.." ucapan Millie menjeda karena ragu. Membuat Ardy sedikit menoleh padanya lalu kembali fokus pada jalanan.


"Jadi nikahin gue, kan?" tanya Millie akhirnya.


Ardy tersenyum namun matanya tetap fokus pada jalanan.


"Maunya gimana?" Ardy bertanya balik. Dia ingin sedikit menggoda wanita yang sudah resmi menjadi kekasihnya ini.


"Ish, kamu mah malah balik nanya. Niat gak sih nikahin gue, kok kesannya gue yang mohon mohon buat dinikahin" gerutu Millie memajukan bibirnya.


"Yaudah sih, kalo ga mau. Berkarat berkarat dah" lanjutnya melepas pautan tangan mereka sambil menunduk.


Ardy merasa gemas melihat gadis barbar putus asa.


"Yakin gak mau? gua bisa ko jadi cewek sundal buat elo, muasin elo tiap malem" lanjut Millie membujuk tanpa Ardy duga. Dia pikir Millie akan merasa tersinggung lantas merajuk.

__ADS_1


Ardy yang sudah siap menggoda Millie mengatupkan kembali mulutnya. Merasa tak percaya Millie gigih membujuknya untuk menikahinya.


"Kamu itu cantik, pinter, banyak yang suka. Yakin mau dinikahin aku yang latar belakang keluarganya berantakan?" Ardy kembali bertanya.


"Ya... kalo bisa sih... elo genti bapa dulu" jawab Millie terbata sambil menunduk.


Ardy mengernyitkan dahi. Sedikitnya dia paham kenapa Millie tak mau punya mertua seperti ayahnya yang pernah hampir melecehkannya.


"Ma-"


"Gak kebayang kan kalo gue lagi ditinggal kerja ke luar kota sama elo, gak sengaja khilaf selingkuh sama mertua. Secara papa elo tuh ibarat pohon kayu jati. Semakin berumur, semakin berkualitas" cerocos Millie yang reflek mengeluarkan isi otaknya.


"What?!" Ardy terperangah dengan ocehan tak bermoral Millie. Bisa bisanya dia berfikiran seperti itu.


"ehm.. maaf.." ucapnya lantas kala menyadari keterdiaman Ardy diiringi ekspresi dingin dan aura kejam.


Ardy memilih bergeming tak menghiraukan Millie.


"Gawat, ni mulut mesti disekolahin lagi keknya" rutuk Millie menampar mulutnya sendiri yang tak bisa dia kontrol.


"Yang.. jangan maraah..." bujuk Millie manja sambil menggoyangkan lengan Ardy.

__ADS_1


"Gue kan cuma ngomong yang kek di nopel nopel online itu loh, yang menantu selingkuh sama mertua hot gitu" lanjutnya.


"Tapi gak niat kok, suer. Gue cuma mau nyentuh sama disentuh elo, sumpah" Millie mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya tanda berjanji.


Dia lantas merebahkan kepalanya pada bahu Ardy sambil mengusap lengan atasnya karena Ardy tak kunjung bicara.


"Uwaw.... lengan lo.. gede juga, pit" celetuk Millie bergumam kala merasakan undakan otot pada lengan atas milik Ardy.


Millie bahkan terus mengusapnya keatas dan ke bawah untuk memastikan ukuran lengannya.


Ardy seketika merasa sesuatu menjalar pada tubuhnya karena usapan lembut itu.


Dia mulai sedikit risih karena mulai terpancing.


"Millie, stop it. Aku lagi nyetir ini" gusar Ardy yang mulai berkeringat karena Millie tak kunjung menghentikan usapan naik turun di lengannya.


Bagaimana jika bagian lain yang diperlakukan seperti itu, pikir Ardy yang mulai menelan ludah.


"Gue serius, pit... lengan elo.. gua jadi penasaran sama burung pipit kesayangan gue.." Millie lantas menjamah sleting celana Ardy untuk membukanya.


"MILLIIIIII......"

__ADS_1


...----------------...


OTHOR MO INTIP DIKIT DONG MILL😭🙈


__ADS_2