My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Ternyata Kita Berjodoh


__ADS_3

"Jadi selama ini kak Hendrik diasuh om Bagas?" tanya Ardy yang baru mengetahui lika liku perselisihan di keluarga besar Wijaya.


"Dia bahkan di adopsi sedari bayi. Kamu pasti tak tahu kalau dia adalah saudara kembar Arsen" terang Jordan lantas menyeruput sisa cairan hitam nan pekat itu.


"Saudara kembar? Kak Arsen punya kembaran?" tanya Ardy kembali terkejut.


Sungguh dia benar benar tidak mengetahui informasi apapun mengenai hal ini. Yang dia ketahui saat masih kecil selama hidup dengan ibu sambungnya yaitu Hendrik merupakan kakak sepupunya yang tak tahu sepupu dari siapa.


Mereka berhasil menutupnya rapat rapat sehingga orang lain tak menyadari tentang riwayat hidup mereka.


Selain itu, yang dia ketahui ialah Hendrik ditinggal kabur istrinya saat pesta pernikahan mereka.


Pernikahan 3 jam yang sangat singkat.


"Bagas mencekokinya dengan alkohol sedari Hendrik masih remaja. Jadilah dia seperti sekarang. Bak lelaki tua yang haus akan kelam in" sarkas Jordan berekspresi jijik.


Tak sadar saja Jordan jika dia sempat seperti seorang penjahat kelam in.


Dia mengetahui hal itu namun karena kebenciannya pada Sheryl saat itu membuatnya tak perduli dengan anak yang lahir dari benihnya. Yang dia perdulikan hanyalah Ardy.


"Lapor tuan. Maaf, nona Millie pergi" suara ajudan Jordan terdengar melalui sambungan radio tangan itu.

__ADS_1


"Apa?" Ardy dan Jordan dengan kompak berdiri hingga kursi yang mereka duduki terjungkal ke belakang.


"Dasar bodoh. Apa saja kerja kalian?" hardik Jordan pada handy talkie itu.


Sedangkan Ardy langsung melesat berlari ke arah unitnya berada.


Dia yakin jika Millie tak akan jauh dari tempat mereka menginap.


Millie berlari dengan senyum kemenangan karena berhasil mengelabui ajudan mertuanya.


Brukk


"Kamu.. kesini juga? apakah ini semacam reuni keluarga? bukankah ini adalah bulan madu kami?" Millie memberondong lelaki bertubuh jangkung itu dengan pertanyaan sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Kembalilah ke unitmu, atau kamu dalam bahaya besar" alih alih menghiraukan pertanyaan Millie, Arsen malah memberi peringatan.


"Heh.. lupa ya kalo disini yang berbahaya itu kamu" cebik Millie menatap sinis padanya.


"Aku sudah memberi peringatan" ucap singkat Arsen lantas berbalik pergi.


"Cih, dasar gak bisa ngaca. Bilang kalo gak punya kaca di rumah. Gue beliin selusin biar puas" cebik Millie menggerutu sambil melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


Millie menatap takjub pada pemandangan indah pantai yang sepi pengunjung.


"Emeejiiing..." gumamnya dengan penuh rasa takjub.


Dia bahkan menghirup aroma laut itu dalam dalam. Menyimpannya di memori agar suatu saat akan kembali kala teringat dengan aroma air asin.


Millie benar benar meluapkan rasa suntuknya terkurung di kamar dengan berlarian di pasir pantai dan kejar mengejar ombak yang datang dan pergi sesuka hati.


"Halo, gadis manis. Kita berjodoh ternyata" sapa seseorang dengan suara yang sangat Millie hafal terdengar dari arah belakangnya.


degg


Millie terkesiap kala mendengar suara bariton menjijikan yang selalu menjadi mimpi buruknya dahulu kala.


Lelaki itu sudah memperhatikan Millie kala Millie tengah berinteraksi dengan Arsen lalu mengikutinya hingga ke pantai ini untuk memastikan jika gadis yang dia sangkakan adalah benar gadis yang pernah diincarnya di rumah bordil milik madame Bunga.


"Sudah ku bilang kalau kamu gak akan pernah bisa lari dariku, bukan? Takdir selalu mempertemukan kita layaknya kita berjodoh. Dan aku tak keberatan menjadi jodohmu" ucap tenang nan berat Hendrik melangkah perlahan kearah Millie yang masih tertegun membelakanginya, lalu mengendus dan menghirup aroma rambut Millie yang kini terasa semakin manis.


Entah kenapa kaki Millie seolah tertanam kedasar tanah yang sangat dalam sehingga dia tak bisa mengendalikan kakinya untuk berlari menjauhi si penjahat kelam in itu.


MVOTE NYA JANGAN LUPAAAA😆

__ADS_1


__ADS_2