My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Drama Millie


__ADS_3

"Bos, sepupu anda dirawat di rumah sakit ini" Amir memberi laporan membuat Ardy menegakkan tubuhnya dan mendongak.


"Hansel?" tanya Ardy memastikan. Tapi untuk apa dipastikan. Dia hanya memiliki satu orang saja sepupu dari pihak ayahnya. Dan entah kenapa segala sesuatu yang berhubungan dengan ayahnya selalu tidak ada yang beres.


"Benar, bos. Saya bertemu orang orangnya barusan, dan sepupu anda itu sudah sedari pagi dibawa kemari dengan ambulan karena ditemukan di pinggir jalan dalam keadaan tak sadarkan diri" lanjut Amir memberi informasi.


Ardy mengangguk tanda mengerti "Baiklah, dirawat di ruangan mana. Ah siapa dokter yang menanganinya saat masuk?" tanya Ardy yang terpikirkan akan sesuatu.


Jangan sampai bertemu Millie, pikir Ardy. Karena sifat playernya yang menghawatirkan dan mampu melakukan apapun demi mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Itu.. yang menanganinya adalah.. dokter Gumy"


Ardy seketika membolakan matanya karena informasi yang disampaikan Amir.


"Gawat..." batin Ardy.


Dia lantas bangkit dan berjalan dengan tergesa mencari keberadaan Millie.


"Bos.. sepupu anda ada di ruang rawat VVIP. Sekarang sedang bersama non dokter"


ciiit


Sol sepatu Ardy mendecit karena gerakannya yang tiba tiba menghentikan langkah. Beruntung Amir mempunyai pengendalian manuver yang handal sehingga tak menabrak tubuh bos nya itu.


"Sialan.." desis Ardy dan langsung melesat berlari kearah ruang rawat VVIP.


"Jangan kegoda, plis plis plis..." gumamnya penuh harap agar Millie tak terjebak rayuan maut Hansel.


"Jadi anda yang memanggil saya dengan cara seperti itu" cetus Millie kala menyadari pasien yang tengah setengah berbaring itu adalah orang yang pernah ditanganinya karena serangan jantung.


"Bagaimana kondisi anda" lanjut Millie memeriksa infusan dan kondisi vital pasien melalui monitor.


"Apa ada yang terasa sakit?" lagi, Millie bertanya karena sang pasien tak kunjung merespon. Millie pikir dia kesulitan berbicara karena merasakan nyeri.


Mulutnya tampak megap megap, seperti ingin menyampaikan sesuatu. Millie mendekatkan telinganya pada mulut Hansel yang sedikit terbuka.


"Menikahlah denganku" lirih Hansel berbisik di telinga Millie.

__ADS_1


"Hmm.. ya. Ini sudah ketiga kalinya anda berbicara seperti itu. Tampaknya kondisi anda stabil. Baiklah, karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi saya un.."


"Bersiaplah, siang ini kita menikah" potong Hansel bersuara dengan jelas.


Millie menghentikan pergerakannya seraya tertawa miring.


"Anda tahu? mungkin anda harus menunggu antrian jika ingin menikahiku. Sayangnya anda berada di urutan ke 101 yang melamarku. Berarti anda harus ekstra bersabar untuk menunggu jandaku" seloroh Millie membuat rahang Hansel mengeras.


"Aku bisa menyingkirkan para pesaingku dengan uangku" timpal Hansel.


"Haha.. tuan apa anda bercanda? mungkin anda memiliki seluruh dunia, sayangnya jantung anda tak kan kuat untuk menanggung beban itu. Lagi pula suamiku sudah punya segalanya. Dia bahkan sehat jasmani dan rohaninya untuk menyenangkanku, dan mungkin dia bisa membeli anda untuk dia jadikan budak. Ingat tuan, masih ada langit di atas langit" tukas Millie membungkam Hansel. Namun membuat kedua sudut bibir seseorang dibalik pintu melengkung keatas.


"Good girl" lirih Ardy mendengarkan percakapan mereka.


"Baiklah, saya harus memeriksa kehamilan saya dulu.."


"Kamu sedang mengandung?" tanya Hansel menjeda Millie.


"Ya, kehamilan pertama kami. Kami sangat bahagia menyambut hadirnya ke dunia ini" ucap Millie membelai lembut perutnya yang terasa perih.


"Bisakah aku menggantikannya menjadi ayah anakmu?" timpal Hansel dengan nada tak suka.


"Kamu merendahkan kondisi jantung saya?" Hansel berkata dengan kesal. Bukan salahnya jika dia menderita penyakit jantung bawaan lahir.


"Saya hanya menjelaskan. Apa lagi kita tak ada chemistry dalam hubungan. Jadi simpan keinginan anda untuk wanita yang dicintai dan mencintai anda"


"Saya bisa membuatmu mencintai saya" timpal Hansel.


"Aduhh.. ahh.. m.. maaf tuan.. ahh.. saya.. saya harus.. AHHH.." Millie memekik kesakitan seraya memegangi perutnya.


Millie memutuskan untuk mengakhiri perdebatan yang melelahkan dengan pasien arogan itu.


Ardy yang tengah menikmati sandiwara Millie tiba tiba panik kala mendengar rintihan Millie.


klek


"Ahh.. sayang.. kamu sudah.. ahh.. bawa aku.." Millie langsung merangsek ke pelukan Ardy. Dia bahkan mengalungkan kedua lengannya ke leher Ardy dan mengangkat kakinya untuk ditopang Ardy, sehingga Millie kini berada dalam gendongan Ardy ala bridal style.

__ADS_1


"Ada apa denganmu?" tanya Ardy cemas.


"Perutku.. bayi kita.. AAAAHHH... cepat bawa aku ke bagian Obgyn, sepertinya aku akan melahirkan, cepaaaat..." pekik Millie meraung, membuat Hansel panik dan merasa bersalah karena telah menahan wanita itu.


"Kamu bisa turun-"


"Ssstt.. teruslah berjalan. Mereka mengikuti kita" tukas Millie menjeda Ardy yang hendak menurunkannya dari gendongan.


Tentu saja itu hanya akal akalan Millie saja agar bisa berlama lama digendong Ardy.


Millie menikmati perannya dengan terus memeluk leher Ardy dengan erat.


"Aku tak bisa bernafas" cetus Ardy berbisik.


"Maaf, aktingnya terlalu totalitas" timpal Millie sedikit melonggarkan pelukannya.


"Kita sudah jauh dari mereka, apa mereka masih mengikuti?" Ardy kembali bertanya.


"Hemm.. mereka mengintip dibalik tembok" jawab Millie sembari menutup matanya menikmati aroma Ardy yang memabukkan dari ceruk lehernya.


Ardy yang menyadari tingkah Millie segera melepas tangannya yang menopang tubuh Millie, sehingga Millie seketika terjatuh.


Cupp


Tanpa sengaja bibir mereka bersatu karena rangkulan Millie di leher Ardy yang cukup erat. Saat bobot tubuhnya dijatuhkan Ardy, otomatis Millie menggantung di leher Ardy membuat tubuh Ardy sedikit membungkuk karena tertarik bobot tubuh Millie.


Bola mata Ardy membelalak kala hal tak terduga itu terjadi.


Bukannya segera lepas dan menjauh. Millie malah semakin memperdalam ciuman dan semakin erat merangkul Ardy.


"Ou maygaaat... dokter Gumy..." seru seorang perawat yang terkejut menyaksikan aksi Millie dan Ardy di koridor yang sepi dari lalu lalang.


plokk


Sontak Millie mendorong Ardy sehingga keintiman mereka terlepas.


"Adduuuhh... perutku sakiiitt.." ucap Millie mengaduh seraya membungkuk memegang perutnya yang sempat lupa terasa sakit.

__ADS_1


Dia lantas berjalan gontai mendekati perawat yang masih mengangakan mulut karena setia dengan keterkejutannya, lalu Millie meraih bungkusan pesanannya lantas berlari menjauh.


"Ekhem.. kamu gak liat apa apa, bukan" titah Ardy menegaskan. Sedikit mengibaskan jas nya lalu melangkah pergi.


__ADS_2