My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Haus


__ADS_3

"Gimana?" tanya Ardina kala mereka tengah bersiap untuk makan malam.


Millie sedang memotong buah sedangkan Ardina dan Ardy tengah berada di meja makan.


Melihat sang anak yang lesu membuat Ardina yakin benar akan tebakannya.


"Hhh... niat ngasih kejutan malah aku yang terkejut. Dia lagi masa period nya bu" keluh Ardy membuat Ardina terkekeh sekaligus iba.


"Mungkin ini karma buat Ardy" lanjut Ardy dengan sendu. Kepalanya ia rebahkan di atas meja makan.


Ardina hanya bisa mendengarkan sambil menahan kekehannya.


Jemarinya ia gunakan untuk membuai kepala sang anak yang sangat ia rindukan.


"Pantesan dia bilang Ardy bakalan nyesel karena gak bilang tentang rencana Ardy nikahin dia" lanjut Ardy menumpahkan keluh kesalnya dengan cemberut.


cupp


"Makanya jangan sok ngerjain calon istri. Nyesel sendiri kan? aaaak..." sela Millie yang langsung mengecup pipinya lantas menyodorkan potongan buah pada lelaki yang kini telah resmi menjadi suaminya.


Ardy membuka mulutnya lalu kembali merebahkan kepalanya.


"Ya udah yang penting udah halal pegang pegang. Cuma nunggu 7 hari kan bentar. Lagian nih ya, meskipun kamu gak bisa ngapa ngapain Millie dulu, kan kamu bisa di apa apain Millie" saran Ardina membuat Ardy dan Millie menunduk malu setelah saling bersitatap.


Millie bahkan menggigit garpu yang terbuat dari plastik itu hingga patah.


"Ibu nyari ayah dulu ya. Bahaya kelamaan keluyuran nanti disamber wewe gombel" celetuk Ardina membuat mereka gugup karena godaannya.


"Kamu..." mereka berucap bersamaan setelah saling terdiam beberapa lama.


"Kamu dulu" pinta Ardy.


"Kamu aja duluan" tolak Millie malu malu.


"Mmm... kamu mau ngapa ngapain aku?" tanya Ardy akhirnya sedikit ragu namun penuh harap.


"Kamu mau diapain?" Millie bertanya balik.


"Terserah kamu, aku pasrah" jawab Ardy menatap lekat Millie. Lantas bergerak mendekat pada Millie.


Perlahan jarak mereka semakin menipis.

__ADS_1


Dengan tatapan saling mengunci mereka memiringkan wajah secara berlawanan, menatap bibir masing masing sebagai sasaran dan..


kress


krauk krauk krauk


"Makan malam nya kacang ya?"


krauk krauk


Sela Amir yang tiba tiba berada di meja makan sambil mengupas dan memakan kacang kulit yang selalu tersedia sejak ada Millie di keluarga mereka.


"Sialan lu, Mir. Ganggu aja orang lagi kasmaran" ketus Millie lantas menarik tangan Ardy menjauh dari ruang makan.


"Kalo gak kompeten udah gue mutilasi ke kutub utara lo" lanjut Millie menggerutu sambil berjalan menjauh.


"Mutasi, non" ralat Amir sedikit berteriak karena pasangan baru halal itu telah menaiki tangga.


"Duuh.. makasih ya bang udah nyelametin kita kita" tukas salah seorang kru wedding planner yang langsung membereskan meja lalu menata hidangan untuk makan malam keluarga besar penyewa gedung.


Amir meliriknya sekilas dengan sudut matanya lantas bangkit dan pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Ya ampun, orang ganteng kalo jutek malah tambah ganteng ya" celetuk kru yang bernama Ningsih itu sambil menyandarkan dirinya pada tembok di belakangnya seraya menghela nafas.


"Mending jutek tapi nantinya milik gue sendiri, dari pada manis tapi milik rame rame" timpal Ningsih enteng.


Keluarga besar telah berkumpul untuk makan malam.


Meski terlalu malam, namun moment itu Jordan manfaatkan untuk membuat pengumuman.


ting ting ting


Dentingan gelas kristal mengatensi seluruh anggota keluarga besar Wijaya.


Mereka yang sedari acara akad nikah Ardy tengah berbisik bisik seketika hening.


Tentu saja mereka tengah menjadikan Ardina sebagai sasaran gosip mereka di kalangan keluarga.


"Baiklah, terima kasih atas kehadirannya pada pernikahan anakku Ardy Wijaya. Namun hari ini saya mengumpulkan kalian semua bukan hanya untuk merayakan pernikahan anak bungsu saya, melainkan sekaligus merayakan kebersamaan saya dengan istri ke dua saya. Dan kami telah resmi menikah" ucapnya dengan mantap membuat saudara jauh dan kerabat saling berbisik.


"Saat ini dia adalah satu satunya istri saya yang paling saya cintai. Dan saya tak akan pernah meninggalkannya demi apapun" Jordan menekan kata katanya karena mereka kerap mengirimkan wanita murahan untuk menjebaknya demi posisi dalam perusahaan turun temurun keluarga.

__ADS_1


"Selain itu saya ingin mengumumkan jika saya akan mengundurkan diri dari perusahaan keluarga, dan akan dilanjutkan oleh penerus saya, Ardy Wijaya" lanjut Jordan membuat salah satu saudara dari pihak ayahnya membantah keputusannya.


"Mana bisa seperti itu? kalaupun kamu mengundurkan diri, maka yang bisa menggantikanmu adalah yang saat ini menjabat sebagai wakil.


Anak ingusan seperti anakmu itu mana bisa mengurus perusahaan sebesar ini. Dia hanya bisa menghancurkannya, terlebih dia seorang anak haram-"


"DIAM.." raung Jordan membungkam mulut wakil presdir juga yang lain yang saling berbisik tak setuju dengan keputusan sepihak dari Jordan.


"Apa kalian lupa telah menjual saham kalian padaku?" hardik Jordan mengingatkan membuat semua anggota keluarga menunduk tak berdaya.


"Kalaupun saham kalian digabungkan pun tak bisa mengalahkan sahamku dan Ardy. Lagi pula apa yang bisa kalian lakukan selama ini, hah?" lanjut Jordan berapi api.


"Apa kalian tahu? Ardy anakku itu telah membeli sebuah rumah sakit dengan kondisi keuangan yang bobrok, tapi dia berhasil mengembalikan kondisinya menjadi stabil dengan otaknya, dan dengan uang yang dihasilkannya selama menjabat sebagai wakil direktur operasional. Hanya seorang wakil direktur dia bisa membeli rumah sakit juga membentuk kelompok saingan Red Fox.


Aku tanya kalian, selama puluhan tahun menduduki jabatan di perusahaan turun temurun ini, apa yang sudah kalian berikan pada keluarga besar, apa yang sudah kalian miliki selain mobil mewah, rumah mewah, lusinan wanita simpanan, dan bisnis narkoba kalian, hah?" panjang lebar Jordan menjabarkan apa yang diketahuinya namun ia simpan selama ini untuk menohok mereka di waktu yang tepat.


Tanpa mereka sadari, Millie tengah bersidekap dengan senyum mengejek tersungging di bibirnya.


Amir yang menyadari keberadaan diam diam istri bosnya itu mendekat, mencoba mencari tahu apakah bos nya memerlukan sesuatu.


"Nyonya bos, apa perlu sesuatu?" tanya Amir dengan sopan.


Millie menjawab dengan mengangkat sebelah telapak tangannya sedangkan fokusnya mendengarkan orasi Jordan yang menarik perhatiannya.


"Apa tuan bos tak akan turun untuk memberikan sambutan sebagai mempelai sekaligus presiden direktur?" tanya Amir.


"Dia sudah tidur" jawab enteng Millie.


Amir mengernyit "Anda tidak menemaninya-"


"Ya ampun, Mir. Bawel banget sih kamu kek emak emak tau gak. Wanita itu kalo abis nyusuin ya pasti haus" jelas Millie lantas berlalu ke dapur untuk mengambil minum.


EEEE.... GIMANA?


MON MAAP BARU UP LAGI YA MAK


OTHOR LAGI BROKEN HEART NIH JADI MOOD NYA AMBYAR.


RIBET KAN JADINYA MUSTI MUNGUTIN HATI YANG BERANTAKAN BERCECERAN


SEMANGATIN OTHOR DONG

__ADS_1


TONGOLIN JEMPOLNYA BIAR OTHOR GAK SEDIH LAGI😢


__ADS_2