My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Waspada


__ADS_3

"Ayo masuk ke rumah" ajak Millie sedikit cemberut. Dia sedikit kesal karena belum mendapat kepuasan.


"Tunggu dulu" sergah Ardy menahan tangan Millie.


"Kenapa? kamu mau nerusin yang tadi?" tiba tiba Millie kembali antusias.


"Kamu itu otaknya perlu dicuci ya" Ardy kembai menyentil kening Millie sambil terkekeh.


"Auhh.. punya istri malah disakitin melulu. Kabur tau rasa lo" ancam Millie mengerucutkan bibirnya.


"Eh jangan kabur. Nanti aku diambil Mia gimana?" timpal Ardy membalas ancaman Millie.


Millie memelototkan matanya tak percaya dengan balasan Ardy.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, dengan wajah ditekuk Millie meraih payung besar yang Jordan berikan lantas membukanya dan meninggalkan Ardy sendirian di dalam mobil.


"Millie.. Mill.. kok aku ditinggal.. Millie.. ikhlas nih diambil Mia?" seru Ardy dari dalam mobil menggoda Millie yang tampak menghentakkan langkahnya.


"Loh Millie, kenapa Ardy ditinggal di mobil? kamu kenapa cemberut gitu?" sapa Ardina terheran dengan kembalinya Millie seorang diri.


"Maklum bu, lagi nanggung keburu lemes" goda Jordan seraya menyeruput teh panas.

__ADS_1


"Mana ditinggalinnya di dalem mobil ya gampang kan, tinggal ngengg ke tempat lain" lanjut Jordan membuat Millie mendelik kearahnya.


Jordan hanya tersenyum licik menanggapi tatapan sinis sang menantu.


"Siapa yang ninggalin. Orang mau genti payung juga" ketus Millie lantas meraih payung dengan ukuran lebih kecil yang sebelumnya dipakai Jordan.


"Lah.. gimana sih itu anak. Kan buat berdua kenapa genti yang kecilan" heran Ardina.


"Biar anget bu, makanya pake yang kecil" timpa Jordan lantas menarik Ardina ke pangkuannya.


"Ayah, ih malu nanti diprotes David" sergah Ardina namun tangannya merangkul pundak Jordan.


"Kok genti yang kecilan, Yang?" tanya Ardy terkekeh dengan tingkah Millie.


"Induk ayam nyariin anaknya yang ilang tuh. Cepetan dingin" ketus Millie masih menekuk wajahnya.


Ardy terkikik lantas bersiap turun setelah memastikan semua jendela tertutup lalu masuk kepelukan Millie.


"Nanti aku angetin lagi ya. Senyum dong" goda Ardy membuat Millie mengulum senyumnya.


"Kayak sayur aja diangetin" timpal Millie tersenyum lantas memeluk erat pinggang Ardy erat kala Ardy mengambil alih gagang payung.

__ADS_1


"Liat tuh kelakuan mantu ibu. Heran deh, lengket kayak materai 10.000" tukas ayah sambil menerima suapan pisang goreng dari Ardina.


"Yee.. ngaca dong yah. Waktu itu siapa yang mepetin ibu mulu kek permen karet" balas Millie yang mendengar protes Jordan membuat Ardina terkekeh dengan perselisihan keduanya yang kerap saling tak mau mengalah.


Ardina merasa senang karena Millie tak merasa canggung pada mereka.


Layaknya seorang anak kandung yang sering merajuk pada orang tuanya, itulah yang Millie lakukan pada mereka.


Mungkin karena Millie memang merindukan sosok kedua orang tuanya sehingga dia menganggap mereka orang tuanya sendiri.


Merekapun merasa terhibur dengan sikap dan keberadaan Millie ditengah kehilangan mereka akan Ardy saat itu.


Namun Ardy bersikap waspada dan tak suka akan kedekatan sang istri dengan ayahnya.


"Ada yang waspada tuh" gumam Jordan kala Ardy dan Millie telah masuk ke dalam rumah.


"Apaan sih ayah ini. Baru juga ketemu udah tegang lagi" timpal Ardina lantas bangkit dari pangkuan Jordan.


Namun Jordan segera menahan Ardina dan meraih tangannya lalu mengarahkannya pada area intinya.


"Yang ini udah tegang nih" tukas Jordan sedikit serak dengan senyum cabulnya.

__ADS_1


__ADS_2