
"Jelaskan" titah Jordan tegas di meja makan yang luas itu sambil bersidekap.
Ayu yang dihakimi terus menundukkan kepalanya. Sedangkan Millie yang duduk di seberangnya masih menampakkan amarah dari raut wajahnya.
"Aku.. aku hanya menawarkan bantuan.. om" jawabnya mencicit namun masih bisa didengar.
"Heh.. bantuan" Millie mendengus. Tangannya terus digenggam Ardy agar Millie tak kembali kalap.
"Seperti hal nya om yang menyukai selingan, kupikir.. kupikir Ardy juga menyukainya, apa lagi... malam pertamanya harus tertunda karena istrinya sedang berhalangan" lanjutnya.
"Dasar gila" desis Millie.
"Aku gak masalah kok melayani om atau pun Ardy kalo istri istri kalian sedang-" kalimat lanjutan yang antusias itu dipotong Millie dengan raungannya.
"Layani aku dulu cewek sun dal" raung Millie yang tak tahan lagi ingin merobek mulut wanita ja lang satu ini.
Millie merangsek menaiki meja makan dan tangannya mengincar wajah Ayu yang panik akan amukan Millie.
"Maafkan saya" ucap Ardy pada semua yang tengah terperangah dengan sikap diluar dugaan mereka tentang wanita cantik yang baru semalam menjadi istri Ardy.
Ardy menahan kaki Millie agar tubuhnya tak bisa menggapai Ayu, tak masalah jika Ayu mendapat pelajaran berharga karena menginjak harga diri sang istri, masalahnya Ardy tak mau berurusan dengan kepolisian jika Millie dilaporkan atas tindakan anarkis.
sreett
Ardy membalikkan tubuh Millie hingga terlentang di atas meja lantas menariknya dan membungkam mulutnya dengan ciuman dalam, sampai sampai Millie tenang karena cara Ardy menenangkannya benar benar efektif.
Semua yang menghadiri sidang Ayu memalingkan wajahnya karena cara Ardy yang tak mereka duga.
"Tenanglah, jangan buang tenagamu untuk hal yang sia sia" ucap lembut Ardy lantas membantu Millie bangkit lalu pamit kembali ke kamar.
"Bersiaplah Bagas. Kamu saya mutasi ke luar kota. Pastikan keluargamu ikut serta, jika tidak, maka aku tak segan membuangmu dari dinasti perusahaan" tegas Jordan yang ikut bangkit dan berniat kembali ke kamar.
"Ah satu lagi, berhati hatilah pada anakku yang satu itu, dia tak segan menyakiti wanita yang berusaha menyentuhnya, terlebih sekarang ada istrinya yang tak akan melepaskanmu begitu saja" ancam Jordan memperingatkan ayah dan anak yang percaya akan ancamannya itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu gak biarin aku buat ngerobek mulut genderuwo itu- hmmpp" belum selesai Millie mengomel, Ardy langsung menyerangnya saat baru menutup pintu kamar.
"Pit.. emmh.." Ardy tak memberi Millie kesempatan untuk protes maupun berontak.
Lidahnya menjelajah mulut Millie sedangkan tangannya menjelajah bukit Millie yang sudah tak tertutup sehelai benang pun.
Ardy merobeknya.
Ardy merobek kemejanya sendiri yang dipakai Millie dengan sekali hentakkan.
Millie yang terpancing pun melakukan hal yang sama padanya.
Pertarungan itu kini menjadi aksi balas membalas serangan.
Sesekali Millie yang membalikan tubuh Ardy dan memepetnya ke tembok.
Ardy yang ingin mendominasi pertarungan liar itu mengangkangkan kedua kaki Millie di pinggangnya dan membopongnya kearah tempat tidur tanpa melepas pagutan bibir mereka.
Millie tak menyangka ternyata bercinta dengan orang yang saling mencintai bisa se-nikmat ini .
Pun dengan Ardy yang tak menyangka dengan reaksi tubuhnya kala melihat Millie emosi.
"Apa sudah selesai?" tanya Ardy terengah di sela sesapan mulutnya pada bukit Millie.
Ardy bertanya seperti itu karena meraba bagian inti Millie yang sudah tak terasa tebal lagi, namun terasa basah karena cairan dari bagian inti Millie yang menembus kain tipis.
"Baru saja selesai" jawab Millie terengah lalu kembali ******* bibir Ardy dengan ganasnya.
Senyum cabul tersungging di bibir Ardy kala bibir mereka kembali berpaut.
Tangan Ardy segera melepas kain tipis penutup inti Millie. Tanpa melepas pagutan yang semakin panas itu Ardy membuka piyama bawahnya lalu sebelah tangannya membelai inti Millie dan bermain lembut di bawah sana, membuat Millie semakin menggelinjang ingin segera dimasuki.
"Lakukan, pit" pintanya memelas.
__ADS_1
"Kamu siap?" tanya Ardy memastikan. Dia tak ingin menyakiti Millie karena ini pertama kalinya bagi mereka berdua.
Ardy tak yakin bisa melakukannya dengan baik, namun nalurinya menuntunnya untuk mengarahkan pelatuk kesayangannya pada gua lembab nan basah lalu..
"Shhhhh...." Ardy mende sah kala menekan pinggulnya. Namun Millie memekik dan reflek mencakar bahu Ardy karena rasa perih dari inti yang baru saja berhasil ditembus.
"Maaf.. maafkan aku, sayang" ucap Ardy lirih seraya mengecupi mata Millie yang meneteskan air mata.
Ardy membiarkannya berendam terlebih dahulu agar milik keduanya terbiasa akan kehadiran masing masing sambil kembali memagut bibir Millie dengan lembut.
"Apa masih sakit?" tanya Ardy seraya perlahan menarik miliknya.
"Hik.." Millie terisak lantas mengangguk. Namun Millie kembali menarik tengkuk Ardy untuk mengalihkan rasa sakitnya.
Ardy perlahan menggerakkan pinggulnya hingga cairan itu melumuri seluruh miliknya dan menjadi pelicin sehingga rasa sakit itu tergantikan oleh rasa nikmat yang tak bisa diungkapkan dengan kata kata.
"Lebih cepat.." pintanya menghiba, lantas Ardy merubah posisi mereka agar Millie yang menguasai permainan panas itu.
"Millie... Millie.. I love you.." racau Ardy kala Millie bergerak liar diatas tubuhnya hingga rasa itu perlahan memuncak kala Millie bergerak lebih cepat sambil berteriak.
"I'm coming.. i'm comiiing aahhhh..." teriak Millie lantas ambruk disusul ledakkan dahsyat Ardy untuk pertama kalinya.
"Aaaaaa...hh.. hh.. hh.."
Mereka melemas bersamaan.
Millie dibiarkan berbaring diatas tubuhnya hingga mereka terlelap.
Tak perduli melewatkan sarapan, mereka menyalurkan rasa cinta satu sama lain pagi itu.
HAPPY WEEK END
DUDUDDUDUU...😗
__ADS_1