My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Hendrik


__ADS_3

Mereka tiba di Maldives saat mentari hendak menenggelamkan diri. Membuat cahaya kemerahan itu tampak sangat indah menghiasi langit diatas hamparan perairan nan tenang.



"Woow.. it's beautiful.." ucap Millie yang takjub akan fenomena alam yang indah di tempat yang tepat.


"You are beautiful" bisik Ardy ditelinga Millie yang memeluknya dari belakang.


Millie membalas pelukan itu dan menoleh pada Ardy lantas mengecup bibir seksi suaminya itu.


"I love you" ucap Millie dengan tulus. Dia berterimakasih pada Ardy atas rasa cinta yang sangat besar yang Ardy berikan padanya.


"I love you more" balas Ardy dengan penuh perasaan.


Tanpa menghiraukan rasa lelah karena perjalanan, mereka kembali mengekspresikan perasaan cinta mereka yang kian membuncah.


"Bos, maaf mengganggu. Tuan Jordan menunggu anda di restoran" pesan Amir dibalik pintu kayu pada suatu pagi.


"Sendirian" imbuh Amir kala Ardy hendak memintanya untuk menunggu.


Ardy dan Millie saling bertukar pandang.


"Pergilah. Pasti ada yang penting" Millie memberikan izin seraya memberinya kecupan selamat pagi.

__ADS_1


5 hari di resort itu menambah intensitas bercinta mereka tergugah. Tak setitikpun Ardy membiarkan Millie sang istri jauh darinya.


Mungkin mereka memang harus rehat sementara dari bertukar peluh.


"Kamu minta temenin ibu sama Ningsih ya. Bahaya, disini banyak bule" pinta Ardy yang tak rela harus melepas pelukan hangat sang istri.


Millie terkikik dengan tingkah possesif Ardy.


"Aku gak suka bule, sayang. Aku sukanya kamu" bujuk Millie berbicara tepat didepan bibir Ardy.


"Sekali lagi ya.." pinta Ardy menghiba.


Sungguh indah dunia yang punya duid nangkring di rekening. Tancep terooos (edisi othor ngiri😗)


"Duduklah" titah Jordan yang diikuti Ardy.


Amir berdiri tak jauh di belakang Ardy untuk mengawasi sekitar.


"Maaf kalau ayah baru bisa menyampaikan hal ini. Ibumu benar benar mengalihkan dunia ayah" ucap Jordan diakhiri kekehan.


"Apa itu yang ingin ayah sampaikan?" Ardy tak mengerti dengan ucapan sang ayah yang tengah dimabuk cinta pada cinta pertamanya untuk yang ke dua kalinya.


"Ah bukan. Bukan itu. Maaf, ayah hanya tak bisa menahan diri" timpal Jordan seraya menghentikan kekehannya.

__ADS_1


"Hendrik, kakakmu ada di sekitar sini" lanjut Jordan.


Ardy mengerutkan alisnya merasa heran.


"Lalu?" tanya Ardy yang merasa tak ada korelasinya dengan kedatangan mereka untuk berbulan madu di tempat menakjubkan itu.


"Dia.. bagian dari masa lalu istrimu" jelas Jordan singkat namun berhasil membuat Ardy terkejut.


"Maksud ayah?" Ardy tak pernah mengetahui apapun mengenai masa lalu Millie selain terjebak bersama Mak Uung sang makelar 5ex.


"Apa kamu tahu siapa yang membayar madame Bunga untuk memburu Millie?" Jordan memberikan petunjuk yang semakin membuat Ardy penasaran.


Jordan lantas meletakkan sebuah foto di atas meja. Membuat mata Ardy membola.


"Kamu mengenali wajah pria ini?" lanjut Jordan bertanya seraya menunjuk wajah seorang pria dalam foto.


Pria dengan perawakan tubuh tambun dengan rambut botak di bagian tengah.


"Ini.." Ardy memang mengenali wajah itu.


Wajah yang selalu Millie hindari dan selalu sekuat tenaga mengirimkan uang kepada mak Uung demi tak dijemput paksa oleh pria dalam foto tersebut.


"Dia adalah kakakmu, Hendrik" jelas Jordan membuat Ardy bagaikan disambar petir dengan kenyataan itu.

__ADS_1


Bagaimana mungkin itu adalah kakak ke duanya.


__ADS_2