
"Aku ambilin makan dulu ya" ucap Ardy kala mereka sudah sampai di kamar istirahat yang disediakan gedung itu.
Millie mengangguk setuju. Dia memang sudah kelaparan saat pertama datang ke gedung ini.
"Ada lagi yang diperlukan?" tanya Ardy lagi sembari membuka jas dan ornamen pengantin nya lalu menyampirkannya di kursi sofa.
"Kayu putih sama air jahe madu anget" pesan Millie yang lantas diangguki Ardy.
Millie merogoh sesuatu di tas tangannya lalu membuka lemari berharap ada pakaian yang bisa dia gunakan untuk ganti.
Gaun yang dia kenakan sangatlah cantik. Millie khawatir akan merusaknya jika terus dipakai. Apalagi akan sangat kesulitan jika dia hendak buang air.
"Gawat, gak ada apa apa lagi. Masa gak disiapin minimal lingerie gitu" gerutu Millie kala melihat isi lemari yang kosong tak sesuai ekspektasinya.
"Perasaan kalo di nopel nopel yang namanya pengantin baru pasti isi lemarinya lingerie semua biar hot gitu malam pertamanya" lanjut Millie menggerutu lantas memilih masuk ke kamar mandi setelah menanggalkan gaun nya.
"Kamu mau kemana, sayang?" tanya Ardina yang terheran Ardy hendak melangkah keluar dari dalam gedung.
"Eh, ibu punya kayu putih ga?" Ardy balas bertanya.
"Ada nih. Ibu selalu bawa kalo bepergian. Millie baik baik aja kan?" ucap Ardina lantas menanyakan kabar menantunya yang tadi dilihatnya turun dari pelaminan sembari memegangi perut.
"Gak pa pa, sepertinya maag nya kambuh. Oh iya bisa minta tolong bikinin air jahe madu hangat gak?" ucap Ardy meminta bantuan sang ibu.
"Bentar, ibu tanya catering nya dulu" ucapnya lantas tampak sedikit bingung.
"Jangan jangan.." gumam Ardina mencoba menerka.
"Sayang, ini air jahe nya. Untung mereka menyiapkan sebagai antisipasi" ucap Ardina sembari menyodorkan secangkir minuman hangat itu.
"Syukurlah. Ardy ke kamar lagi ya bu. Sampaikan permintaan maaf Ardy pada tamu yang lain" pamit Ardy sambil berlalu kearah lantai 2.
Gedung itu memiliki 2 lantai dengan 1 hall yang luas pada lantai dasarnya untuk pesta pernikahan dan mampu menampung sekitar 500 orang.
Selain itu mereka menyediakan area taman jika ingin mengadakan garden party, juga total 20 kamar luxuriuos untuk para tamu mempelai yang berasal dari luar kota.
Intinya jika ingin memilih gedung tersebut sebagai tempat diadakannya pesta pernikahan, maka mereka harus membayarnya full 1 gedung dan itu tidaklah murah.
tok
tok
__ADS_1
"Sayang aku kembali" seru Ardy kala membuka pintu sembari membawa cangkir minuman hangat dengan hati hati.
"Kamu mendapatkannya?" tanya Millie yang lantas bangkit dan keluar dari dalam selimut.
Dia memegangi selimut sebatas lehernya.
"Apa kamu kedinginan?" tanya Ardy kala melihat gelagat Millie yang menutup tubuhnya dengan selimut itu erat.
"Eeee... lumayan.." jawab Millie kikuk. Dia lantas meraih cangkir dengan sebelah tangannya.
Ardy lantas membuka sepatu dan kaos kakinya saat Millie perlahan menyeruput minuman hangat itu.
"Kamu.. sudah mandi?" tanya Ardy sedikit menjeda karena melihat gaun Millie tersampir di sandaran kursi.
"Uhuh.. tapi aku gak bawa baju ganti, di lemari juga.." jawab pasti Millie, namun ucapannya tertahan kala menyadari Ardy tengah menyunggingkan senyum cabul padanya.
Millie lantas menaruh cangkir itu diatas nakas dan kembali menenggelamkan tubuhnya kedalam selimut.
Ardy menaruh kedua tangannya di pinggang lantas menunduk seraya tersenyum simpul. Bibirnya ia kulum kala membayangkan apa yang akan mereka lakukan mulai malam ini dan malam malam berikutnya.
"Apa kamu lapar, sayang?" tanya Ardy dengan suara parau.
Dia merangkak keatas ranjang dengan perlahan.
Millie mengangguk di dalam selimut.
Ardy meraba tubuh yang tertutupi selimut tebal itu, membayangkan tubuh polos Millie tengah menunggu untuk ia jamah.
"Tunggu aku, sayang. Aku akan memakanmu terlebih dahulu" goda Ardy lantas bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ardy selesai dengan cepat, dia tak sabar ingin segera bergabung dengan istrinya di dalam selimut.
"Sayang.. mau aku pijitin perutnya?" tanya Ardy lembut dan parau sambil perlahan duduk di bibir ranjang.
Dia juga sebenarnya gugup menghadapi pertama kalinya sebagai seorang pria dewasa.
Jagoan yang selama ini bersemedi sudah siap menampakkan wujudnya pada dunia Millie.
Ardy melepas handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya lalu sedikit menyingkap selimut untuk bergabung bersama sang istri.
klek
__ADS_1
Ardy menyalakan flash light dari ponselnya sehingga dia bisa menatap Millie di dalam persembunyiannya.
"Halo. Apa kamu baik baik saja di dalam sini?" sapa Ardy menatap mata Millie.
Millie mengangguk lantas melipat mulutnya.
"Apa perutmu masih sakit?" tanya Ardy mengusap pipi Millie lembut.
Millie menjawab dengan menggeleng pelan.
Imut sekali Millie kala sedang malu malu seperti ini. Pikir Ardy.
"Apa kamu.. belum siap?" lanjut Ardy bertanya dengan sebelah kakinya mengosok perlahan kaki polos Millie.
Millie terdiam.
Ardy mengulum senyum kala berfikir jika Millie tengah malu jika dia bertanya tentang hal yang intim.
Akhirnya Ardy memilih beraksi dengan menyambar bibirnya yang seksi.
Millie terkesiap dengan serangan tiba tiba Ardy.
Serangan nan lembut itu lantas disambut oleh Millie dengan membalas pagutan sang suami.
Mereka saling bertukar saliva dengan perlahan.
Pagutan itu semakin lama semakin menuntut. Ardy memposisikan tubuhnya diatas Millie tanpa melepas pagutan yang sudah membangkitkan sang petapa.
Bibirnya bergerak turun ke lembah yang tak tertutupi itu seperti dugaannya. Dan sebelah tangannya merambah bukit lain membuat Millie membusungkan dadanya.
Bibir Ardy kembali menjelajahi mulut Millie setelah memporak porandakan bukit Millie.
Tangannya yang sedari tadi bekerja menggarap bukit lain Millie turun ke lembah yang seharusnya sudah basah karena nafas Millie yang memburu ditambah ******* yang keluar dari mulutnya.
"Kok tebel?" tanya Ardy kala tangan 8tu meraba bagian inti Millie yang masih tertutup kain tipis.
"Aku sedang menstruasi" cicit Millie.
JEDDEERRRR....
ADUDUDUUUUH...
__ADS_1
KESIAN SI OTONG
😗😗😗