My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Kalap


__ADS_3

"Hai Ardy, aku hanya ingin bertanya apa kamu butuh camilan" ucap serak seorang wanita muda dengan rambut panjang tergerai, mengenakan jubah tidur berbahan satin berwarna salem, namun tak mengenakan apapun dibalik jubah tersebut.


Ardy tertegun.


"Ayu? apa apaan kamu?" tanya Ardy dengan ketus kala tali jubah yang tadinya melingkar di pinggang rampingnya dibuka perlahan dengan gerakan menggoda.


Ardy sudah tak aneh dengan godaan seperti ini.


Hanya Millie yang bisa membangkitkan sesuatu dalam dirinya.


Ayu melangkah sambil memutar tali jubah dengan sensual seraya berkata "Aku hanya menawarkan diri menjadi pengganti pasangan malam pertamamu".


Tangan ramping dengan kuku terawat itu terangkat untuk didaratkan pada dada polos nan kekar milik Ardy.


"Kamu pasti-" ucapan mende sah Ayu terjeda oleh tindakan Ardy yang menepis kasar tangannya yang hampir menyentuh tubuhnya.


Ayu terkekeh dengan penolakan Ardy. Tapi dia yakin tak bisa menolak tubuhnya yang sudah terpampang tanpa penghalang.


Apalagi Ardy membuka lebar pintu seraya memundurkan langkah sehingga Ayu merasa diberi akses oleh Ardy.


"Siapa, sayang?" tanya Millie terdengar dari arah dalam. Namun Ayu tak gentar. Dia akan menyingkirkan wanita pilihan Ardy malam ini dengan pesona tubuhnya.

__ADS_1


Seorang laki laki tak mungkin menolak pesona tubuh sintal miliknya ditambah parasnya yang teramat sangat cantik.


Biarlah istrinya menjadi penonton saat ini. Bukankah dia mempunyai sisa malam bersama Ardy?


Ayu memutuskan untuk menjadi selingannya disaat Millie tengah berhalangan.


"Badut" jawaban Ardy membuat seringai menggoda itu surut.


srett


"Jadi kek gini badut cabul nya!" pekik Millie kala membuka pintu lebih lebar lagi dan mendapati sesosok ular kadut di pagi hari nan sepi.


plak


plak


plak


"Berani kamu dateng kesini kek gini hah.. belom tau siapa gue.. aaaaaaa..." Millie menamparkan sendal jepitnya bertubi tubi pada wajah dan kepala juga menjambak rambutnya, tak lupa pukulan pukulan membabi buta yang telak mengenai sebagian tubuh semi polos Ayu hingga Ayu terjatuh ke belakang karena terdorong tubuh Millie.


Ayu memekik kesakitan karena serangan tiba tiba Millie. Dia tak bisa menahan serangan itu bahkan melawan tenaga Millie yang sangat kuat.

__ADS_1


"Cewek sialaaaaan.. lepasiiin.. toloooong..." teriak Ayu pada akhirnya karena tak kuasa menahan serangan Millie yang terus menampar wajahnya bahkan mencakarnya. Tak lupa helaian rambut yang terlepas dari kulitnya kini terselip diantara jemari Millie yang tak henti memberi pelajaran pada badut cabul satu itu.


Ardy hanya bersidekap dengan senyum miring, menikmati pertunjukan yang sudah lama dia rindukan dari sang istri.


Kala Millie tengah mengaum seperti ini membuat hasratnya memuncak.


"Ada apa ini- Ya ampun... apa yang kamu lakukan pada putriku?" hardik seorang pria paruh baya yang merupakan saudara jauh Jordan.


"Tanya putrimu, apa yang dia lakukan dengan pakaian seperti itu di depan kamar kami" balas Millie dengan suara lantang.


Laki laki paruh baya itu lantas menoleh pada sang putri yang tengah bersusah payah bangkit sambil berusaha menutup jubah tidurnya yang mendadak sulit untuk ditutup.


"Kamu.."


"Ada apa ini, Millie- ya ampuuun..." Ardina terperangah lantas menutup mulutnya saat menyadari situasi membagongkan yang membuat menantunya kalap.


"Jauhkan anak mu dari kami atau aku tak akan segan segan menguliti dan mengunyahnya" lanjut Millie masih dengan emosinya dan suara lantang seraya menunjuk Ayu yang tengah meringkuk di dekapan sang ayah sambil berderaian air mata.


Ardy menahan tubuh Millie yang terus maju mendesak anak dan ayah itu.


Millie bahkan bisa sekaligus menghajar ayah wanita itu jika membela anaknya yang terbukti bersalah.

__ADS_1


__ADS_2