
"Apa? Kak Hendrik?" Ardy terkejut dengan kenyataan yang tak pernah ia bayangkan akan kembali berurusan dengan masa lalu Millie.
Dan lebih parahnya, masa lalu sang istri kini berhubungan dengannya.
Ardy lantas bangkit kala mengingat keamanan Millie tengah terancam jika memang orang itu adalah Hendrik.
"Mau kemana kamu?" tanya Jordan.
"Aku gak percaya ayah bawa kita kesini buat ketemu sama masa lalu Millie" ketus Ardy lantas melangkah pergi.
"Jangan dulu terburu buru dalam bertindak. Tenanglah, istrimu aman. Hendrik sedang terlena dengan mainan barunya. Dia bahkan tak tahu kalau kita ada disini" sergah Jordan menahan langkah Ardy.
"Lalu apa rencana ayah?" Ardy akhirnya menuruti perintah Jordan untuk kembali duduk dan dengan tenang membahas rencana yang sepertinya sang ayah sudah rencanakan.
......................
"Maaf, nona. Anda tidak diperkenankan untuk pergi sebelum tuan kembali" sergah ajudan Jordan merentangkan sebelah tangannya menghalangi jalan namun badannya sedikit membungkuk.
__ADS_1
"Gak apa apa, cuma deket kok sekitaran sini. Lagian kita gak sendirian, iya kan bu?" tukas Millie sedikit protes karena 5 hari ini berada di ressort mewah hanya dikurung Ardy. Dia ingin sedikit merenggangkan kakinya dengan berjalan jalan di sekitar resort mewah nan indah.
"Maaf, non. Tapi ini perintah dari tuan besar. Anda juga, nyonya. Harap kembali bersama nona hingga tuan kembali. Ini untuk keselamatan kalian" pintanya tegas namun tetap mempertahankan kesopanan.
"Ya udah, kita balik aja dulu Mil. Mungkin mereka bentar lagi kembali" ujar Ardina yang menuruti permintaan ajudan suaminya. Dia yakin Jordan mempunyai alasan kuat melarang mereka keluar tanpa kehadiran dirinya.
"Aah.. ibu gak asik" keluh Millie menggerutu lantas melangkah kembali bersama Ardina dan Ningsih.
Selang beberapa lama
"Toloooong... " teriakan meminta tolong terdengar dari unit ressort yang Millie diami.
"Nona.. apa terjadi sesuatu-" pertanyaan itu terjeda oleh pemandangan Millie yang tengah sibuk menutup pipa pada wastafel. Sedangkan tubuhnya telah basah kuyup oleh semburan air dari keran yang patah.
"Cepet tolongin, malah bengong" hardik Millie yang kesulitan menahan agar air tak menyembur membasahi ruangan.
"Ah.. b-baik, non" ajudan itu lantas meminta salah satu penjaga untuk melapor pada pihak resort tentang kerusakan yang terjadi, dia juga meminta 1 orang lagi untuk membantunya menahan aliran air dan sisa pengawal ia perintahkan untuk kembali ke pos masing masing.
__ADS_1
"Nona silahkan ganti pakaian anda. Biar kami atasi masalah ini" ucap ajudan Jordan dengan sopan lalu mengambil alih menutup saluran yang patah itu dengan tangannya.
"Saya ganti di tempat ibu saja" ucap Millie seraya membawa 1 stel pakaian keluar dari unit.
Petugas perawatan ressort pun datang tak lama setelah melapor tentang kerusakan. Mereka segera memperbaiki keran yang patah itu.
"Keran ini tak mungkin patah begitu saja, tuan. Kecuali jika dihantam dengan kuat oleh sesuatu yang keras" terang teknisi itu pada ajudan Jordan.
"Apa?" sang ajudan terkejut dan mencoba terfikir akan sesuatu.
tok tok
"Milliee.. ayo mau spa di tempat ibu gak?" seru Ardina yang langsung masuk setelah mengetuk pintu.
"Kamu.. ada apa ini" lanjut Ardina bertanya keheranan karena keberadaan ajudan sang suami beserta beberapa orang dengan seragam bertuliskan 'Teknisi'.
"Gawat.." gumam sang ajudan lantas berlari keluar unit dengan tergesa.
__ADS_1
"Kerahkan orang orang. Periksa parimeter. Nona pergi" ucapnya pada walkie talkie.