
"Kamu tega" sungut Ardy kala mereka tengah berbaring bertiga dalam satu ranjang dengan David memeluk erat Ardy sebagai tameng bagi sang momy agar tidak terus menghukum Ardy.
Pasalnya, bukan hanya tidur bertiga. Namun Ardy tak bisa berkutik karena tengah dipeluk David sedangkan kaki Millie menjelajah burung pipit kesayangannya dengan kaki.
Millie tergelak. Sedari dulu dia selalu menyukai menggoda Ardy.
"Ayo tangkap aku, sentuh aku" ucapnya tanpa suara, membuat Ardy semakin meradang.
Apalagi perlahan dia menyingkap pakaian tidurnya dengan membuka beberapa kancing lantas menggigit bibirnya dengan sensual.
Kakinya tak berhenti bergerak naik turun mengurut urat yang membengkak.
"God, i swear i'm gonna kill you" geram Ardy mendesis karena sudah tak tahan lagi.
"Killing me softly with his song
killing me softly, with his song, tearing my whole life, with his words killing me softly " timpalnya lirih sambil menggerakkan kakinya sedikit menekan daging jadi berurat itu.
Ardy bergerak namun segera ditahan David yang sudah terlelap.
"Dady janan kemana mana" racaunya menahan dada Ardy dalam pelukan.
Millie semakin terkikik lantas kembali menekan kakinya pada daging jadi Ardy.
"Millie.." desis Ardy.
__ADS_1
"Sayang, dady pengen pipis dulu ya" bisik Ardy parau di telinga David.
Ajaib David terdiam kala Ardy melepaskan tubuhnya dari cekalan tubuh mungil David.
"Mampus kau, Millie" ancamnya tanpa suara membuat Millie kalang kabut. Dia tak bisa bergerak tiba tiba karena pasti membangunkan David.
Namun David beralih meraih tangan Millie untuk memeluknya dari belakang.
"Bersiaplah menerima pembalasan setimpal, kelinci licik" gumam Ardy licik lantas berbaring dibelakang Millie dan membuka kain bagian bawah Millie lantas meluncurkan roketnya.
Millie menahan erangan dengan melipat mulutnya kala kembali ditembus.
Ardy dengan santainya memainkan bukit itu terlebih bagian pucuknya.
Tak hanya itu, nafas dan kecupan Ardy menggelitik leher dan telinga membuat Millie blingsatan namun tak bisa bergerak untuk menyambut kenikmatan yang tertunda itu.
Ardy hanya sedikit menggerakkan pinggulnya, namun Millie menginginkan lebih.
Namun apa daya tubuhnya tak bisa bergerak karena tertahan oleh keberadaan David.
Millie tak tahan lagi.
Dia menolehkan kepala lantas menyambut ciuman perangsang dari Ardy.
Lagi lagi dia tak bisa mende sah kan kenikmatan yang ia rasakan itu.
__ADS_1
"Sialan kamu" desis Millie sedikit menggigit bibir seksi Ardy.
"Sudah kubilang aku akan membunuhmu dengan kenikmatan" balas Ardy yang terus menggantung rasa nikmat Millie.
Dia ingin berlama lama bermain bersama Millie.
Bagian inti Millie sudah berkedut menyesap inti Ardy.
Rasa nikmat yang tertahan itu membuat Ardy dan Millie mabuk kepayang.
Millie berhasil melepaskan diri dari David, lantas bergegas menarik Ardy keluar kamar.
Ardy yang sudah tak tahan juga ingin mengekspresikan kenikmatannya tak mau bermain main lagi.
Baru saja menutup pintu kamar David, Ardy membopong Millie ala koala dengan melesakkan rudalnya sambil memaut bibir sang istri yang juga menginginkan kegilaan bersama sang suami.
Sambil berjalan, Ardy menggerakkan bokong Millie perlahan keatas dan kebawah, membuat Millie menggila, membuka pintu kamar mereka tak lupa mengunci lantas mengacak acak jiwa Millie dengan permainan gilanya.
2 jam lamanya mereka saling memberi kepuasan seolah tak ada hari lain.
Permainan panas nan gila itu membuat mereka menginginkannya lagi dan lagi.
Semalaman itu mereka saling memberi dan menerima hujaman dan meneriakkan nama pasangan mereka kala roket itu meledak untuk yang ke sekian kalinya.
"Berjanjilah tak akan pernah meninggalkan kita lagi" pinta Millie terengah lantas menyesap bibir tebal Ardy.
__ADS_1
"Aku berjanji" jawab Ardy memeluk erat Millie.