
"Sayang, selamat ya. Semoga pernikahan kalian langgeng sampai nenek-kakek. Ibu senang akhirnya kalian bersatu" ucap Ardina memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri pasangan pengantin baru itu bergantian.
"Makasih, bu. Tapi Millie masih kesel ya sama ibu. Bisa bisanya ikut ikutan rencana Depit" gerutu Millie setelah berterimakasih.
"Hey boy. Sudah siap dengan langkah selanjutnya?" sapa Jordan memberikan selamat dengan memeluk lalu menepuk pundak sang anak. Jordan lantas memberikan sebuah amplop pada Ardy.
Seketika mata Millie membola diiringi mulut menganga yang ditutupi sebelah tangan kala ikut melihat isi amplop yang mana isinya adalah paket bulan madu untuk mereka.
"Maldives, pit.. aaaa.. makasih ayah.." ucap Millie girang, namun tanpa sadar dia memeluk sang ayah mertua, membuat Ardy berekspresi datar.
"Ekhem.." dehemnya mengingatkan Millie.
"Hhhh... resiko punya bapak kelewat ganteng ya gini" keluh Ardy dalam hati.
"Maap, yang.. reflek" ucap Millie meminta maaf lantas mengecup bibir suaminya.
"Terimakasih, yah. Tapi gak perlu repot repot kayak gini. Ardy juga mampu beli sendiri" tukas Ardy pada Jordan, sedikit kesal tampaknya.
__ADS_1
"Haha... ayah tahu kamu pasti mampu. Tak bisakah kamu memberikan ayah kesempatan untuk memberi hadiah?" protes sang ayah sembari memukul pelan bahunya dengan kepalan tangan.
"Dan kita bakalan liburan bareng" girang Ardina memperlihatkan tiket dengan tujuan yang sama.
Ardy dan Millie seketika membolakan mata dan mulut mereka.
"Gak bisa.. gak bisa.. kalian kalo mo liburan, ya liburan aja berdua" ketus Ardy menolak ide kedua orang tuanya.
Dia tak perduli pada Millie yang hendak melayangkan protes.
"Tapi ibu nanti kesepian disana kalo ayahmu lagi kerja" timpal Ardina membuat Ardy dilema.
"Sudah ku bilang dia tak akan setuju, sayang" ucap Jordan berbisik di telinga Ardina, namun sedikit menjilatnya membuat Ardina seketika mengedikkan sebelah bahunya karena rasa geli.
"Kamunya yang resek, jadi mereka gak mau ikut" desis Ardina menampar bahu Jordan.
"Apa kalian mau menggantikan kami duduk di pelaminan?" sela Ardy karena melihat antrian pemberi selamat sudah mengular.
__ADS_1
Millie mencubit gemas pinggang Ardy "Kamu kok kayak gitu sama orang tua. Lagian gak apa apa kan kita liburan bareng. Kamu juga belum pernah liburan sama ibu" cebik Millie yang kecewa karena Ardy menolak ajakan liburan sekaligus hanimun.
"Baru dikasih tiket gratis aja kamu main sosor peluk peluk ayah. Gimana nanti kalo terus terusan bareng. Bisa terwujud kan cerita cerita di nopel yang suka kamu baca" ketus Ardy tak suka jika Millie membantah keputusannya.
Millie menatap gemas tak percaya dengan sikap possesif Ardy.
"Ya ampun, burung pipitku bisa cemburu" ejek Millie mencubit kedua pipi Ardy dengan gemas.
Alih alih mencoba melepas japitan jari Millie di kedua pipinya, Ardy mengecup bibir Millie, dan membuat cubitan itu terlepas.
"Ekhem, dah gak kuat sosor sosoran ya bos. Masih panjang itu antrian. Pegelnya tahan dikit ya bos" kekeh Amir menyindir perilaku bos nya yang terang terangan mempertontonkan kemesraan mereka.
"Aduuuh... perutku.." Millie tiba tiba mengaduh memegangi perutnya, membuat Ardy khawatir.
"Kamu kenapa? sakit? apanya yang sakit?" tanya Ardy dengan tangan meraba bahu, lengan, dagu, kaki dan memindainya dari atas hingga bawah.
"Bos.. yang dipegang itu perutnya, jadi pasti kaki yang sakit" tukas Amir nyeleneh, membuat Millie menampar tangannya.
__ADS_1
"Lagian pake modus sakit perut segala" lanjut Amir bersungut.