
Jordan dan Ardina terkejut kala mendapat kabar selamatnya Ardy. Tentu saja Ardina memeluk Ardy dengan berderaian air mata.
Ibu mana yang tak terluka ditinggal anak semata wayangnya.
Terlebih mereka baru saja kembali bertemu, namun harus kembali dipisahkan oleh maut.
"Ibu.. sudah ya bu, jangan nangis terus" bujuk Millie yang terharu akan pertemuan kembali ibu dan anak itu.
"Iya, maaf ya nak. Saking terharunya ibu.. gak percaya bisa ketemu kamu lagi.." ucapnya yang kembali memeluk Ardy dan tersedu.
"Udah dong bu, bagi bagi" ucap Millie yang lantas dicubit Ardy.
Millie mencebik kesal. Dia juga belum puas memeluk sang suami.
"Ayah kemana bu? tumben, ga ada pawangnya" tanya Millie mengalihkan perhatian Ardina.
"Itu lagi masukin burung ke gudang, takut keburu ujan" jawab Ardina melepaskan pelukannya dan menyeka air mata.
"Kebiasaan deh ayah mainan burung mulu" cebik Millie tanpa canggung. Ardina hanya menepuk lengannya lantas berdiri hendak mengambil camilan ke dapur.
"Aku bantuin ibu dulu ya" pamit Millie.
Hujan tiba tiba turun sedikit deras, Jordan buru buru berlari masuk ke dalam rumah sebelum halaman penghubung rumah dengan gudang digenangi air.
degg
Ardy mematung kala melihat Jordan.
Jordan tak menyadari keberadaan Ardy yang dekat dengan pintu belakang rumahnya itu. Dia sibuk mengeringkan diri dengan handuk kecil.
"Ardy, anakku. Apa kabar kamu, nak" sapa Jordan dengan senyum ramah dan mata berkaca kaca kala melihat Ardy berdiri tepat dihadapannya.
__ADS_1
Alih alih membalas sapaan itu, Ardy mengambil langkah lebar kearah dapur mengabaikan rentangan tangan sang ayah.
"Millie.. cepet pulang" Ardy langsung menarik Millie yang tengah menyuap buah pepaya yang baru dipotong Ardina.
"Ya ampun, sayang.." Millie terkejut dan hampir terjerembab karena tarikan sang suami.
"Eh, bentar dulu, kalian mau kemana ujan gini?" tanya Ardina kebingungan.
"Ujan gini enaknya kelonan bu" teriak Millie yang sudah berada di ruang tengah karena Ardy menariknya dengan langkah cepat.
Jordan terpaku melihat tingkah Ardy.
"Apa ada yang salah?" tanya Jordan pada diri sendiri.
Dia lantas mengendus ketiaknya sendiri.
"Pantesan..
David yang tengah asik menggambar tak menyadari kepergian kedua orang tuanya.
Pun dengan Ardy dan Millie yang seolah melupakan sang anak yang mereka tinggalkan di ruang tamu.
"Enghh.. Millie.. " Ardy terkejut kala Millie tiba tiba menyerangnya dan duduk mengangkang di pangkuan Ardy.
"Ide kamu bagus, sayang.. " potong Millie mende sah kala meraup bibir Ardy.
"Tapi.." sangkalan Ardy kembali terpotong oleh has rat Millie yang kembali meminta penyatuan saat itu juga didalam mobil.
Ardy pun terpancing dan menyambut permainan gila Millie. Terlebih cuacanya sangat mendukung untuk beradu peluh.
"Pada kemana sih, kok buru buru amat?" tanya Ardina melangkah keluar dari dapur membawa 2 piring dengan isi berbeda.
__ADS_1
"Hhh.. Salah ayah yang bau burung" keluh Jordan lantas melengos pergi ke kamar mandi dengan lemas.
"Dibilangin sama mantu jangan mainan burung terus" ketus Ardina menyimpan buah buahan di meja ruang tengah dimana tas dan kantong oleh oleh dari Millie ditinggal.
Jedderrr..
"EYANG UTIIII..." suara petir mengejutkan David yang langsung berlari kearah Ardina dan memeluknya.
"Ya ampun cucu eyang, kaget ya.. sini duduk sini sama eyang uti" Ardina mengajak David untuk duduk di sofa.
"Momy sama dady kemana eyang?" tanya David celingukan.
"Tadi sih eyang liat ke luar. Tuh mobilnya masih ada" tunjuk Ardina pada mobil Millie yang tampak mencurigakan.
"Eyang.. David takuut.. ujannya.. ujannya bikin mobiy momy goyang.." rengek David mejamkan kedua mata dan menutup telinganya, membuat mata Ardina memutar jengah.
"Ayaaaah...." seru Ardina pada Jordan yang baru selesai dengan mandi kilat nya.
"Liat tuh kelakuan mantu kamu. Dasar janda gagal kurang belaian" ketus Ardina.
UDAH MO TAMAT NIH
MASIH PADA DITAHAN AJA TUH JEMPOL😎
TAPI OTHOR SENENG KO
MESKI MALU MALU TAPI BACA SAMPE SINI BERARTI CERITAKU GAK SIA SIA
BACA JUDUL YANG LAIN YA MAK
GAK KALAH SERU KOK😉
__ADS_1