
"Papaa.. iiii.... janan liatin momy kek gituu.." protes David yang tak suka jika Arsen ikut menatap kagum pada sang momy.
"Maaf maaf. Papa cuma.. ekhem.. berangkat sekarang?" tanya Arsen kala Millie sudah lebih dekat pada mereka.
Arsen semakin gugup kala Millie mengagguk seraya tersenyum pada David.
Senyum nya sama siapa yang baper siapa🤦🏻♀️
"Momyy.. napa dandan tantik tantik.. hapus mii.. David nda syukaa.." rengek David yang tak rela jika semua lelaki yang berada di lobby melirik dan menatap kagum padanya.
Millie terkekeh dengan sikap possesif sang anak.
"Jadii.. David suka kalo diejekin temen temen, punya momy jelek, iya?" balas Millie membungkam David.
"Momy nda jeyek.." cicit David hampir menitikan air mata.
"Momy dandan buat kamu, sayang. Biar kamu bangga punya momy cantik" bujuk Millie mengedipkan sebelah matanya lantas mengecup sebelah pipi David.
"Ekhem, kepedean amat ngaku cantik" ketus Arsen yang menyembunyikan rasa gugupnya.
"Sirik. Kalo gak bisa cantik jangan iri bang" timpal Millie mendelikkan mata.
"Momy.. momy.. David mau mandi bola.." pekik bocah itu kala memasuki pintu utama mall yang langsung disuguhkan permainan anak di dalam sebuah restoran cepat saji ka ef ce.
"Apa David mau makan dulu?" tanya Millie kala teringat jika dirinya belum makan sedari siang. Mungkin sang anak juga belum makan.
__ADS_1
David menjawab dengan mengangguk namun pandangannya tak lepas dari permainan yang membuat anak anak seusianya bahagia.
"Kalian makanlah, aku sudah ditunggu" ucap Arsen setelah mematikan sambungan telfon dari seseorang.
"Apa kamu tak makan dulu?" tanya Millie sedikit khawatir.
"Panitia sudah menyiapkan segalanya. Jangan khawatir" jawab Arsen lantas tersenyum. Merasa senang karena Millie memperhatikan dirinya.
"Hei jagoan papa, kamu baik baik main sama momy ya. Papa ada kerjaan dulu" pamitnya pada David dengan menggasak kepala mungil keponakan rasa anaknya.
"Hm" David lagi lagi menjawab dengan anggukan tanpa menolehkan kepala padanya.
"Sayang, dengerin momy nak" Millie men sejakarkan diri dengan tubuh mungil sang anak. Memegang kedua bahunya seraya bertatapan agar sang anak bisa fokus dengan perintahnya.
"Momy mau antri pesen makanan, sementara kamu boleh main. Tapi gak boleh keluar dari restoran. Nanti kalau momy udah dapet makannya, David harus duduk untuk makan sama momy. Mengerti?" Millie memberi perintah secara runut.
"No no. Makan sambil lari lari itu gak baik, sayang. Nanti habis makan, David boleh main lagi. Gimana, deal?" tolak Millie dengan halus.
"Okay, momy. Deal" sepakat David lantas melakukan hi five dengan sang momy lalu mengecup kedua pipinya sebagai tanda pamit.
"Pengertian sekali anaknya" ucap seorang wanita yang Millie tebak adalah ibu muda, karena wanita itu tengah memegang mangkuk berisi sop dan nasi yang sudah tampak mengembang.
Millie menoleh lantas bangkit tak menyurutkan senyumnya.
"Iya. Dia sangat pengertian. Juga possesif" tukas Millie yang menunjuk David dengan dagunya kala melihat David yang selalu menoleh padanya.
__ADS_1
Wanita itu terkekeh kala menyadari apa yang Millie katakan benar.
"Aku Mia. Anakku baru berumur 3 tahun" wanita itu memperkenalkan dirinya seraya menunjuk pada anak laki lakinya yang kini tak sengaja bermain bersama David.
"Millie, anakku satu tahun lebih tua ternyata" jawab Millie.
"David, hati hati!" seru keduanya dengan kompak karena melihat kedua anaknya berebut naik tangga perosotan.
Millie dan Mia saling menoleh lantas terkekeh. Tak menyangka nama keduanya sama.
Setelah Millie mendapatkan makanannya, dia bingung karena tak menemukan meja yang kosong.
"Millie.. sebelah sini" Mia melambaikan tangannya di sebuah meja. Beruntung Millie berkenalan dengannya sehingga mereka bisa berbagi meja untuk makan.
"Waaah.. anakmu sudah pandai makan sendiri ya" puji Mia yang takjub akan kemandirian David.
"Sebenarnya saya kasihan sama dia. Dia terpaksa mandiri karena saya bekerja" ucap Millie menatap sendu dan haru pada sang anak.
"Kenapa kamu kasih nama 'David'?" tanya Mia.
Millie tersenyum. Pikirannya seketika melayang pada pertama kali bertemu dengan sang suami.
"Karena aku menyukai nama panggilan ayahnya" jawab Millie tersenyum dengan tatapan menerawang.
"Ah, bagaimana denganmu?" Millie bertanya balik.
__ADS_1
"Mmm.. karena aku suka ayahnya" jawab Mia malu malu.
Namun jawaban Mia terdengar ambigu bagi Millie. Tapi dia tak mau mengorek privasi orang lain lebih jauh. Toh mereka baru berkenalan.