My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Tunjukkan Padaku


__ADS_3

"Momy... aku mau dady-ku" ucap David tiba tiba pada Millie.


Suaranya terdengar seperti menahan tangis.


Millie terkejut mendengarnya.


Baru kali ini dia mendengar sang anak meminta ayah kandungnya.


"Sayang, kita pulang duluan aja ya. Aku pulang naik taxi aja, kasian David kelelahan" putus Millie tanpa menunggu persetujuan Arsen karena dia langsung berbalik dan melangkah kearah pintu keluar.


degg


Millie menghentikan langkahnya tiba tiba kala melihat pemandangan yang menyesakkan.


Matanya membola, dan kakinya mematung.


"Gak mau cama mama.. " rengek anak Mia yang juga sudah lelah dalam gendongan seorang pria.


"Ardy.." lirih Millie menitikan air mata.


Kakinya tetap mematung sedangkan tubuhnya bergetar karena menahan isakannya.


Dia berharap apa yang dilihatnya hanya hayalannya saja.


Mia lantas berjalan kearah luar bersama pria yang menggendong anaknya itu. Tampaknya mereka akan pulang juga.


Namun..


Sepersekian detik pria itu melirik padanya dan tatapan mereka saling mengunci, lalu pria itu kembali fokus pada langkahnya.

__ADS_1


"Gak mungkin.. gak mungkin.." gumam Millie berderaian air mata.


"Momyy.. aku mau puyang sama dady.. aku mau dady-ku, momy.. jangan suruh temen David ambil dady-ku.." rengek David yang disambung dengan tangisan histeris.


Millie terkesiap dan berusaha menenangkannya.


Dia segera memesan taxi online agar bisa mengistirahatkan David yang tampaknya kelelahan.


Beruntung lokasi stand by taxi tersebut tidaklah jauh sehingga dalam waktu 2 menit sudah sampai di area drop off.


"Dengan nyonya Millie?" teriak sang supir memastikan pemesan pada aplikasinya adalah orang yang sedang berdiri di teras mall.


"Iya, saya Millie" balas Millie membenarkan.


degg


"Dadyyy.. aku mau dadyy.." tangis histeris David dalam pelukan Millie yang hendak masuk kedalam mobil.


Tangan mungil David direntangkan kearah sosok pria yang disangkanya adalah ayahnya.


"Sayang, tenanglah. Kita pulang sekarang ya" bujuk Millie untuk yang ke sekian kalinya, namun tatapannya pun kosong dan suaranya tercekat.


"Dady.. dady.. dadyy..." pekiknya dengan tangan meraih pria yang tanpa ia sadari sedikit berlari kearahnya dengan menitikan air mata.


Hingga mobil yang Millie tumpangi melaju menjauhinya sedangkan suara tangis David masih samar terdengar menyayat hati.


"Millie.. Millie.. Millie.." gumamnya lirih memanggil nama Millie dalam langkah gontainya.


ngiiiiing.....

__ADS_1


Suara melengking memekakkan telinga tetiba terdengar menyakitkan.


Membuat lelaki itu jatuh berlutut sambil menutup kedua telinga dengan kedua tangannya.


"Aaaarggh..."


Pria itu mengerang kesakitan, hingga sekuriti mendekatinya dengan sigap.


"Tuan, apa anda baik baik saja? tuan.. tuan.. mohon bantuan.. mohon bantuan.. pak direktur pingsan di area drop off" lapor sekuriti melalui saluran radio satu arah.


Millie kewalahan dalam menenangkan David yang terus menangis histeris.


Selama perjalanan hingga tubuh David di seka, tangisan menyayat hati itu tak kunjung berhenti membuat Millie frustasi.


"Sayang tenanglah, kita bobo ya, ini udah malem. Nanti dimarahin tetangga" bujuk Millie yang juga sesenggukan mengingat kejadian di mall tadi.


Namun tangis David tak kunjung berhenti. Millie khawatir kondisi anaknya ini membuatnya kejang kejang.


Millie mendekapnya erat sambil ikut tergugu.


"Aku mau dadyy.. kembalikan dady-kuu... " David kembali berteriak hirteris dengan suara yang sudah serak. Lantas tubuh itu melemas.


Millie tergugu memeluk sang anak yang tiba tiba tertidur karena kelelahan, dengan sisa sisa senggukan.


"Ya Tuhan.. tunjukkan padaku jika itu memanglah benar suamiku" lirih Millie berdoa sambil berderaian air mata dan memeluk David erat.


Merekapun tertidur karena kelelahan.


TAHAAAAN😣

__ADS_1


__ADS_2