My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Kembaran


__ADS_3

Sebelum ke butik langganan Jordan, mereka mampir terlebih dahulu ke toko kristal, tempat perabotan rumah tangga yang terbuat dari kaca kristal dijual.


Bukan karena apa, setiap kali Jordan menggila dan menarik Ardina dalam kegilaannya, tak sedikit mereka memecahkan perabot pecah belah yang harganya selangit yang berada di dalam rumahnya.


"Hhhh... borosnya punya calon mertua" gumam Millie yang tak habis pikir dengan uang yang ada di rekening Jordan.


Pasalnya hampir seminggu 2 kali mereka mengganti perabot yang pecah karena ulah pasangan paruh baya yang baru merasakan nikmatnya pengantin baru.


"Nanti kamu juga ngerasain" timpal Ardina terkikik dengan komentar calon menantunya.


"Lagian apa kalian gak cape belanja ginian terus? genti pake piring seng atau melamin kek, biar awet gitu" lanjut Millie menggerutu, tak merasa canggung jika yang dikomentari adalah calon mertuanya.


"Sayang, kenapa aku harus duduk di depan?" protes Jordan yang tak terima harus duduk bersebelahan dengan supir.


"Udah duduk diem. Heran deh si otong gak kenyang kenyang" tukas Ardina dengan ketus. Dia sendiri heran dengan kebucinan Jordan yang dia ketahui semasa SMA merupakan cowok cool dan pendiam.


Benar saja, saat turun dari mobil dan Jordan meminta kecupan perpisahan, Jordan tak mau melepaskan tautan bibirnya membuat Millie terpaksa menarik paksa calon ibu mertuanya, menyelamatkannya dari tatapan mencibir orang orang.


"Ayah, udah deh cuma bentar kok" ketus Millie.


"Hehe.. maaf, abis bibir ibu mertuamu manis" timpal Jordan terkekeh dengan tingkahnya sendiri. Jempolnya ia sapukan dengan lembut pada bibir bengkak Ardina.


"Nih, biar puas" cebik Millie sembari menyodorkan lipstik berwarna merah pada Jordan, lantas bergegas menarik Ardina menjauh darinya.


Ardina dan Jordan terkekeh dengan sikap Millie.

__ADS_1


Mereka sengaja melakukan hal itu agar Millie mendesak Ardy untuk segera menghalalkannya dan merasakan kebahagiaan pasangan yang sudah halal.


"Bu.. yang bener aja, masa aku pake beginian ke undangan?" protes Millie kala memindai hasil tangan ajaib para MUA yang juga memilihkan gaun pesta yang indah.


Millie baru pertama kali memakai gaun seindah dan secantik itu karena dia tak pernah menghadiri pesta kalangan elite. Dia terus memutar tubuhnya ke kiri dan ke kanan, mengagumi dirinya sendiri yang telah bermetamorfosa menjadi wanita anggun.



"Kamu sangat cantik, sayang. Semua orang harus tahu kalau anakku sangat beruntung mendapatkan wanita cantik seperti kamu" ucap lembut Ardina mengusap rambut Millie yang kembali diwarnai dengan warna pirang sesuai intuisi sang ahli.


Ardina mengakui, dibalik sifat bar bar nya gadis pilihan sang anak, tersembunyi kecantikan luar dan dalam yang hanya orang terdekatlah yang mengetahui.


"Tapi kalo dandan kek gini bisa bisa Millie ngerebut perhatian pengantin pria dong bu" kelakar Millie yang masih memutar mutar tubuhnya dihadapan cermin.


"Gak pa pa, rebut aja selagi bisa" balas Ardina terkekeh.


Mobil mewah berwarna merah itu membawa mereka ke sebuah gedung pernikahan mewah ala eropa yang disewakan dengan harga selangit dimana penyewanya berasal dari kalangan atas.


"Nyonya, silahkan masuk lewat samping. Acara hampir dimulai" sambut seorang ber seragam hitam putih. Tampaknya mereka kru dari wedding planner yang disewa pemilik hajat, pikir Millie.


Mereka pun mengikuti arahan kru tersebut tanpa banyak bertanya.


"Apa pestanya belum dimulai, bu?" tanya Millie yang dibawa seorang lainnya duduk di sebuah kursi dengan cermin besar di hadapannya.


Millie lantas di pasangkan aksesori seperti mahkota untuk menambah aksen cantik yang cocok dengan gaun nya.

__ADS_1


"Belum, mereka baru mau ijab kabul" jawab Ardina berbisik, lantas mengapit lengan Millie untuk mendekat ke area ijab kabul yang berada di sisi sebelah kanan panggung pelaminan.


degg


Tubuh Millie seketika menegang kala dibawa berdiri tepat dihadapan pengantin pria yang tengah menjabat tangan lelaki paruh baya di depannya, dan dengan lantang mengucap kalimat ijab kabul tanpa kendala.


β€œSaudara Ardy Wijaya bin Jordan Wijaya, Saya nikahkan dan saya kawinkan anda dengan keponakan saya Millie Anderson binti Sulaiman dengan mas kawin satu unit rumah sakit, dibayar tunai" ucap lantang seorang lelaki yang Millie kenal adalah pamannya.


"Saya terima nikah dan kawinnya keponakan paman yang bernama Millie Anderson binti Sulaiman dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap lantang Ardy dengan sekali tarikan nafas.


Seketika kata 'sah' menggema di seluruh ruangan kala penghulu menyatakan jika ucapan ijab qabul itu telah sah, dan mereka kini resmi menjadi pasangan suami dan istri yang diakui agama juga negara.


"Gak mungkin.." lirih Millie tertegun dengan setitik air mata jatuh dari pelupuk.


"Selamat, sayang. Kamu akhirnya resmi menjadi.."


"Ini gak mungkin" ucapan selamat yang dilontarkan Ardina terpotong oleh gumaman Millie yang masih tertegun menatap pria yang kini tersenyum padanya.


Kakinya melangkah mundur seraya terus menggumam "Gak.. ini gak mungkin.. "


"Millie sayang, kamu kenapa?" tanya Ardina terheran. Apa Millie se shock itu karena diberi kejutan oleh Ardy, pikir Ardina.


"Sejak.. sejak kapan Depit punya kembaran.." lanjut Millie terus melangkah mundur.


...πŸ€¦πŸ»β€β™€οΈπŸ€¦πŸ»β€β™€οΈπŸ€¦πŸ»β€β™€οΈ...

__ADS_1


ADA YANG MASIH PUNYA SISA VOTE?πŸ™„πŸ˜—


__ADS_2