
"Tapi dokter Millie nya sedang off duty, pak. Biar bapak ditangani dokter lain ya pak. Ini lukanya harus segera dijahit" sergah perawat yang bertugas malam di ruang IGD. Tepatnya orang yang ditempatkan Amir untuk mengintai dan mengawasi pergerakan suruhan anak buah Jordan yang bisa kapan saja berpura pura menjadi pasien darurat demi mencari informasi mengenai Ardy maupun Millie.
"Tidak mau. Biarkan saja saya mati kehabisan darah dan itu akan menjadi tanggung jawab kalian. Saya hanya percaya pada dokter Millie" tolak Sony, ajudan Jordan. Lebih baik dia kehabisan darah di rumah sakit ini daripada mati mengenaskan ditangan Jordan.
"Apaan sih, ganggu orang bobo cantik aja" gerutu Millie yang datang ke ruang IGD dengan piyama panjangnya. Tak lupa mengenakan snelli sebagai seragam khusus memasuki area steril.
"Ah, dokter sudah datang rupanya. Ini dok, tuan ini menolak ditangani jika bukan oleh dokter" tukas perawat bayaran.
Dia tahu hanya orang dari masa lalu Millie yang memanggilnya dengan nama asli, karena orang orang di rumah sakit mengenalnya dengan sebutan 'Gumy'.
"Apa anda pernah bertemu saya sebelumnya?" tanya Millie menguji.
"Ah iya.. kita pernah bertemu.. auh.. di pengkolan.. waktu saya kena serangan jantung.. aaww.." karang Sony sembari mengaduh karena luka di pelipisnya tengah dibersihkan dengan cairan pembersih luka oleh perawat. Dan Millie bagian menjahit luka menganga itu. Sebenarnya Sony mengambil kasus keponakan bos nya, Hansel, tempo hari, berharap Millie lupa dengan wajah Hansel.
"Hemm.. jantung ya, saya lupa. Baiklah, karena anda meminta ditangani oleh saya secara khusus, saya harap anda membayar saya ekstra karena ini di luar jam kerja saya" tukas Millie mencoba mengambil keuntungan ekstra dari rencana yang dibuat Ardy.
"Tentu saja. Apa ini cukup?" jawab Sony seraya mengeluarkan cek senilai 20 juta dari saku celananya.
__ADS_1
Millie segera mengambil dan membaca nominal yang tertera.
"Haaa... bisa cepet kaya gue, pit" lirih Millie pada saluran bluetooth-nya kala menghitung jumlah nol nya yang tertera pada lembaran cek berulang kali untuk memastikan.
"Dasar mata duitan. Cepet balikin" balas Ardy yang ikut berbisik.
"Sirik lo. Ni rejeki gue, ko elo sewot" timpal Millie yang mempertahankan bisikannya sembari berjalan kearah wastafel untuk mencuci tangan sebelum memakai sarung tangan karet saat hendak melakukan tindakan.
"Gue bisa kasih elo berkali kali lipat dari itu. Balikin cepet" titah Ardy lagi yang tak suka jika Millie menerima pemberian lelaki lain.
"Apartemen pala lo botak, balikin sana" pekik Ardy gemas dengan Millie yang bersikukuh tak mau mengembalikan cek itu.
"Dih, pala burung lo yang botak" timpal Millie yang lantas mengabaikan bujukan Ardy. Dia akan menganggap teriakan Ardy di telinganya sebagai lagu rock.
Millie lantas melakukan tugasnya dalam menjahit luka Sony.
"Bos, gadis itu sudah kembali ke tempatnya tinggal, dia memang tinggal di mushola yang ada di basement, bos" bisik Sony melaporkan situasi melalui sambungan telfon. Dia lantas menangkap beberapa gambar Millie yang memasuki mushola setelah berwudhu lalu melakukan sholat malam, dan..
__ADS_1
ciiit
Sebuah mobil blind van tiba tiba berhenti didepan mushola, lalu beberapa orang pria tampak turun dan memasuki mushola tersebut tanpa membuka alas kaki.
"Tunggu bos.. tampaknya.."
"Heeeiii... sialan.. lepasin guhmmpp.." Millie berteriak dan meronta kala beberapa pria itu sekonyong konyong mengangkut paksa Millie yang tengah melakukan ibadah malamnya lalu membekapnya dan membawanya masuk kedalam blind van berwarna hitam itu.
"Gadis itu diculik, bos" panik Sony.
"Gawat, bisa mampus aku kalo gini ceritanya" batin Sony menangis.
TAMBAHAN MAK
INGET JANGAN DULU SUUZON MA EYKE YEY😉
JEMPOLNYA PADA KEMANA INI🙄
__ADS_1