
"Iya saya. Masih suami Millie yang sah" ucap Ardy dengan mantap. Dia tahu siapa lelaki di hadapannya ini.
Pasti yang mencoba menarik perhatian Millie dengan mendekati anaknya.
Tapi kenapa wajah mereka sedikit mirip ya. Tanya Ardy dalam hati.
"Ardy? gak mungkin" gumam Arsen.
"Kenapa gak mungkin? saya memang masih hidup, dan anda menjauhlah dari istri saya" tegas Ardy memberi peringatan.
Arsen mengernyit.
"Apa apaan ini?" pikirnya.
"Gak usah tegang gitu sama kakak sendiri" tegur Millie yang tiba tiba datang dari arah dapur dengan membawa beberapa camilan dan teh chamomile.
Ardy sedikitnya terkejut.
"Kakak? pantesan mirip" pikir Ardy yang seketika kikuk.
"Kak Arsen, suamiku ini amnesia setelah kejadian itu. Terus kita gak sengaja ketemu di mall waktu launching produk kemaren.
Dasar emang jodoh ya ga. Dipisahin 5 tahun akhirnya ketemu lagi. Jadi inget kisah Nabi Adam dan Siti Hawa" ucap Millie penuh cinta. Millie tanpa ragu memeluk lengan Ardy dengan senyum mengembang.
"Begitu" jawab Arsen kecewa. Ya, dia kecewa karena kesempatannya mendapatkan hati Millie gagal total.
Ketidak hadiran Ardy saja sangat sulit meluluhkan hatinya, apalagi sekarang Ardy kembali, meski ingatannya tak utuh.
"Apa kamu yakin kalau dia Ardy? mungkin mereka hanya mirip" tukas Arsen mencoba menyangkal kehadirannya.
"Kamu bisa cek DNA ku. Sudah pasti akan berbeda dengan DNA David bukan, jika aku bukanlah ayahnya?" timpal Ardy yang merasa tersinggung dengan perkataan orang yang disebut sebagai kakaknya ini.
"DNA, ya ampun, kenapa gak kepikiran ya?" sela Millie.
"Jadi maksud kamu, kamu juga ragu, setelah kita melakukan itu?" kesal Ardy namun membuat Arsen tercengang "Apa? kalian.."
Millie sontak menutup mulut Ardy.
"Ehe.. becanda, kak" Millie lantas mencubit pinggang Ardy, lalu memilih pergi ke kamar untuk membersihkan diri.
Suasana di tuang tengah mendadak canggung.
"Jadi.. apa ingatanmu sepenuhnya hilang?" tanya Arsen akhirnya memecah kecanggungan.
"Mmm.. tidak juga. Selama koma, aku selalu memimpikan wajahnya dan tingkahnya. Lalu nama yang dia sematkan padaku. Hanya itu yang aku ingat" jelas Ardy menerawang, memutar ingatannya kembali saat baru tersadar dan akhirnya diberi nama 'David' karena pengakuannya.
"Keluargamu? apa kamu tak ingat ayahmu, ibumu, atau.. aku kakakmu?" berondong Arsen.
__ADS_1
Ardy menjawabnya dengan menggelengkan kepala.
Arsen mengerti kenapa Ardy hanya mengingat Millie.
Karena Millie tulus padanya. Dan ketulusannya membekas dalam ingatan juga hati.
Karena itu juga yang dia rasakan terhadapnya.
Meskipun Millie kerap ketus dan judes padanya, namun apapun yang dia lakukan selalu penuh dengan perhatian dan ketulusan.
"Maaf membuatmu kecewa. Aku tahu meski kamu merasa lega, namun lebih banyak kecewa karena aku kembali.
Aku juga tahu kalau kamu menyimpan rasa padanya.
Terimakasih karena telah menjaga mereka selama ini" ucap tulus Ardy namun menohok Arsen.
Millie yang tak sengaja mendengar hal itu menghentikan langkahnya.
Dia memang sudah tahu tentang perasaan Arsen padanya meski tak kunjung diutarakan, namun dia tak menyangka jika Ardy juga melihat hal itu.
Millie merasa iba pada Arsen. Meski dia tak pernah sekalipun memberikan kesempatan pada siapapun untuk memasuki hatinya, namun Millie mengetahui perjuangan Arsen selama ini.
Seandainya saja dia tak segigih itu, mungkin tak akan se sakit ini.
Bagaimanapun, Millie tetap akan menolaknya dan memilih menjadi orang tua tunggal selamanya bagi sang buah hati.
"Apa.. apa sejelas itu?" tanya Arsen sedikit menunduk.
Millie enggan mendekat karena tak tahu harus berbuat dan berkata apa.
"Kamu benar. Kamu sudah kembali, jadi tugasku sudah selesai. Baiklah, aku kembalikan mereka padamu" ucap Arsen akhirnya seraya menghela nafas dalam.
Kepalanya ia tengadahkan untuk mencegah cairan dari matanya jatuh.
"Pastikan jangan pernah tinggalkan mereka lagi, atau.."
"Carilah pasangan, dan lupakan aku" akhirnya Millie memberanikan diri untuk berbicara.
Arsen terkesiap dengan kedatangan dan ucapan Millie yang tiba tiba.
Millie melangkah mendekat lantas duduk disebelah Ardy dan menggenggam tangannya.
"Kakak tahu kalau aku tidak bisa menerima hati lain selain Ardy, suamiku" ucap Millie hati hati. Namun harus dia utarakan agar Arsen tak terus berharap padanya.
Arsen bergeming.
Tenggorokannya mulai tercekat.
__ADS_1
"Meskipun dia tak kembali, aku tetap tak bisa menerima hati lain. Bagiku, pernikahan hanya sekali dalam seumur hidup. Selain itu, aku ingin bertemu kembali bersamanya di surga kelak" ucap Millie menatap dalam pada Ardy.
Arsen bisa melihat cinta itu pada mata Millie.
Tatapan yang tak pernah ia berikan selain kepada David sang buah hati.
"Baiklah, kalau begitu. Saya tenang karena kalian sudah ada yang menjaga. Saya pulang dulu" pamit Arsen tanpa dicegah Millie.
Dia mengerti jika Arsen memang harus mulai menata hatinya.
Dia tak ingin niat baiknya justru menyulitkan Arsen untuk melupakannya.
Tidak bermaksud jahat, namun itulah dunia tempat kita tinggal.
Jika ada yang bilang dunia sungguh tak adil, maka dia juga ingin menyalahkan dunia 5 tahun terakhir ini.
Atau bahkan jauh sebelum dia dipertemukan dengan Ardy.
Namun sekali lagi, kita tinggal di dunia yang fana. Yang penuh dengan cobaan.
Keterpurukan justru membuat kita semakin kuat dalam menjalani hidup.
Tak ada yang bisa disalahkan, tak ada yang perlu disesali.
Yang sudah terjadi, ya sudah seharusnya terjadi.
Kita hanya mengikuti skenario Tuhan dalam menjalankan kehidupan ini.
"Kamu baik baik aja?" tanya Ardy merangkul pundak Millie yang tampak lesu.
"Aku baik baik aja. Tapi dia pasti enggak" jawab Millie.
"Apa kamu menyesal?" sedikitnya Ardy merasa tidak enak karena seolah merebut kehidupan orang.
"Aku akan lebih menyesal kalo dia gak bisa lupain aku. Aku udah jaga jarak, bahkan komunikasi sama dia aja kalo tentang David.
Masalahnya, dia selalu ada buat David" jelas Millie lalu mereka duduk di sofa dan merebahkan dirinya di dada Ardy.
"Aku bahkan tinggal terpisah dari ibu dan ayah kamu biar gak terus dijodohin. Tapi dia selalu membuat alasan jika David butuh sosok seorang ayah.
Dia bahkan menjadi tameng David kala dicemooh teman temannya kalau dia gak punya papa. Untuk itulah David memanggilnya papa" Millie mengusap pipi Ardy lembut.
"Pasti sulit buat kalian. Maafkan aku" lirih Ardy di telinga Millie lantas mengecup kepalanya lembut.
Millie menggeleng, lantas berbalik dan berkata "Ini sudah jalan hidupku. Hidup kita. Berdo'a saja semoga jalan kita mulai sekarang tak ada rintangan lagi" ucap Millie dengan jemari membuat pola lingkaran di dada Ardy.
"Kamu tinggal memenuhi janji kamu" lanjutnya ambigu, membuat Ardy mengernyit.
__ADS_1
"Kasih aku anak yang banyak" bisik Millie lantas menimpa tubuh Ardy dan menerkam bibirnya.
"Momyyy janan makan dadyyy... huaaaa"