My Crazy Roommate

My Crazy Roommate
Mimpi Buruk


__ADS_3

"Depit.. jangan lepas.. tolong bertahanlah..." mohon Millie berderaian air mata.


"Millie.... " ucap lirih Ardy yang menggantung bertahan pada cekalan tangan Millie. Sedangkan bobot tubuhnya dibebani oleh tubuh Hendrik yang berpegangan padanya.


"Millie..." Ardy mengulangi memanggil nama istrinya dengan suara sendu.


"Naiklah, sayang. Kamu harus selamat. Kamu janji mau kasih anak yang banyak buat aku..." ucap Millie tersedu.


Tangan Ardy sedikit demi sedikit melonggar karena bobot tubuh Hendrik.


Tubuh Millie ditahan oleh empat orang, sedangkan tubuh Millie setengahnya hampir meluncur ke bawah.


"Millie... say my name.." ucap Ardy seraya tersenyum dan menitikan air mata.


"Depit.. bertahanlah..


CEPETAN TARIIK..." teriak Millie pada orang orang yang memegangi kedua kakinya.


Jordan beralih membaringkan dirinya tengkurap di sebelah Millie, berusaha mengambil alih tangan Ardy, namun sungguh sulit ia lakukan.


Sedikit saja Ardy ataupun Millie melonggarkan cekalan mereka, maka Ardy akan jatuh bersama Hendrik yang erat memeluk kedua kaki Ardy.


"Please.. say my name.." mohon Ardy dengan tatapan menghiba.


Namun Millie menggeleng dengan cepat.


Dia mengerti maksud dari permintaan Ardy sang suami.

__ADS_1


"Just my name, honey... once.. and for the last.." pinta Ardy kembali. Air matanya sudah tak terbendung lagi.


"Diamlah dan panjat!" titah Millie dengan lantang.


"I love you, Millie.." ucap Ardy seraya melonggarkan cekalannya dari tangan Millie. Dia tahu tak mungkin lagi bisa bertahan lebih lama. Dia tak mau Millie ikut terjatuh.


"JANGAN LAKUKAN... JANGAN LEPAAAS... DEPIIIT... JANGAN LEPAASS..."


"I love you, Millie.. forever..." Ardy melepaskan cekalannya sehingga Millie sulit menahannya lagi.


Tautan tangan itu terlepas begitu saja.


"NOOOOO..... ARDIIIII.... " Millie meneriakan nama sang suami untuk pertama kalinya,


Sekaligus yang terakhir.


"Hhhhhhhhhh......"Millie tersentak dan bangun karena terkejut.


Peluh membanjiri tubuhnya, membuat pakaian dan seprei itu basah.


Hawa dingin di musim hujan tak membuatnya merasakan kedinginan.


Degup jantung yang memompa cepat membuatnya sedikit merasakan nyeri di dada.


"Momy?..." seru suara anak kecil memanggilnya mencicit.


Millie menolehkan kepala, dia merasa bersalah karena telah membuat sang anak terbangun.

__ADS_1


"Sayang.. kenapa bangun?" tanya balik Millie mengusap sebelah pipi chubby anak itu.


"Momy mimpi buyuk yagi?" lanjut bocah laki laki berusia 4 tahun itu bertanya lantas mengangsurkan tubuhnya mendekat pada Millie dan berdiri dengan lututnya untuk menyeka keringat di kening Millie.


Bocah itu terlihat sangat khawatir pada Millie yang masih mengatur nafas akibat degupan jantung yang bertalu dengan cepat.


"Sedikit, sayang. Momy gak pa pa kok. Ayok bobo lagi" ucap Millie seraya tersenyum dan membaringkan tubuh sang anak lalu dipeluknya erat.


"Janan nanis, momy.. ai yuv yu( I love you)" bujuk sang anak mengecup kelopak mata Millie yang tak sengaja menitikan air mata.


"I love you more" jawab lirih Millie menahan mati matian isakan yang ingin keluar.


Pagi menyapa. Millie tengah berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan sebelum berangkat ke rumah sakit.


"Good morning my prince" sapa seorang pria matang dari arah pintu seraya merentangkan kedua tangannya agar bocah lucu yang tengah mengayun ayunkan kakinya yang menjuntai di kursi makan itu dengan bebasnya melompat ke pelukannya.


"Papaaa...." pekik sang bocah yang langsung melompat turun dari kursi lantas berlari dan melompat ke pelukannya. Menghujaninya dengan kecupan basah pada seluruh wajah pria itu.


Millie memutar malas bola matanya.


Millie selesai membuat sarapan lalu menghidangkannya pada piring masing masing.


"David, makanlah dulu. Setelah itu ambil mainan yang mau kamu bawa ke rumah eyang" titah Millie pada bocah berusia 4 tahun itu.


"Ayo papa, kita sayapan duyu. Papa pasti yapey, kan kan?" ajak David pada pria yang baru dipeluknya itu.


"Uhh.. papa sangat lapar.. tau aja kalo papa belum sarapan" jawabnya seraya bangkit dan menggendong David sembari menggelitik lehernya dengan janggut tipis yang tumbuh di wajah tampannya.

__ADS_1


"Berhentilah kalian bersandiwara di rumah ini. Geli tau dengernya" gumam Millie dengan ketus. Tangannya sibuk menyiapkan sendok dan mengisi gelas dengan air minum.


__ADS_2