
Ardy merasakan denyut yang sangat menyakitkan pada kepalanya. Terlebih karena melihat bayangan Jordan yang tengah berdiri dibalik jendela menatap kearah mobil mereka.
Ardy meremas pinggul Millie yang tengah bergerak liar diatas pangkuannya, lalu memeluknya erat.
"Jangan keluar, atau kamu akan ditangkap" ucap Ardy lirih, lantas tubuhnya melemas dan pingsan.
Millie yang tengah menikmati kegiatannya terkejut.
Pasalnya sang burung pipit kesayangannya melemas dan terlepas.
"Sayang.. sayang kamu kenapa?" Millie menepuk nepuk pipi Ardy karena tak kunjung mendapat respon dari Ardy.
"Gawat.. Ardy.. sayang bangun... lagi nanggung ini masa pingsan..." Millie segera merapikan pakaiannya lalu memasukkan burung pipit ke kandangnya agar bisa meminta bantuan pada Jordan yang tengah terlihat mengawasi mobil mereka.
Sedikit mencurigakan namun dia tak punya pilihan.
Millie mencari ponselnya untuk menghubungi Jordan.
"Sialan, tas nya mana di rumah lagi" keluhnya karena baru teringat meninggalkan tas dan sang anak di ruang tamu.
Millie memeriksa denyut nadi Ardy di lehernya.
"Lemah. Ya Tuhan, apa lagi ini" gumamnya sedikit panik.
__ADS_1
Millie lantas sedikit membuka kaca mobil agar udara segar bisa masuk.
Sedikit cipratan air hujan tak masalah selama dia bisa menyediakan cukup oksigen. Lalu merendahkan posisi sandaran kursi agar Ardy bisa berbaring.
"Ayaaahh.. toloong..." teriak Millie sambil melambai lambaikan tangannya ke luar jendela.
Jordan yang melihat isyarat itu segera mengambil payung dan berlari kearah mobil mereka, meninggalkan teriakan Ardina yang meminta penjelasan.
"Ada apa Millie?" tanya Jordan sedikit menunduk agar bisa melihat kondisi di dalam mobil.
Jordan sangat yakin terjadi sesuatu pada pasangan yang baru dipertemukan kembali itu.
"Ardy pingsan, ayah. Gimana ini, mana hujan lagi mau di gotong ke dalem" jawab Millie.
Jordan lantas merogoh saku celananya.
"Kayu putih? ayah tau bakal kayak gini?" tanya Millie terheran dengan sigapnya persiapan Jordan.
"Kamu pikir ayah ngapain ngawasin kalian?" cebik Jordan lantas memberikannya pada Millie agar disapukan ke sebagian tubuh Ardy.
"Ck.. jangan jangan pengalaman pribadi" timpal Millie menggerutu karena ketahuan lalai.
"Udah jangan bawel. Itu idungnya, biar Ardy nyium baunya" titah Jordan.
__ADS_1
"Engghh.. Millie.." racau Ardy sadar dari pingsannya.
"Sayang, kamu sadar.. huhuuu.. kamu bikin aku takuut.." Millie langsung memeluk dan mengecupi wajah Ardy bertubi tubi.
Jordan memutar bola matanya jengah dengan kelakuan menantu nya yang lebay.
"Ya udah, nih ayah bawain payung. Masuk ke rumah biar bisa makan sama minum minuman anget.
Jangan dikekepin sendiri terus, Mill." sindir Jordan pada Millie lantas berbalik pergi setelah menepuk bahu Ardy.
Millie hanya bisa menggerutu tak jelas dengan sindiran sang ayah mertua.
"Millie.. kalian.." ucapan Ardy menggantung. Entah apa yang ada dalam pemikirannya. Sedari sadar dari pingsannya, dia terus memijat pelipis yang terasa berdenyut.
"Kenapa sayang? kamu pusing? apa jangan jangan.." Millie memggantung kalimatnya seraya menutup mulutnya yang menganga.
"Kenapa?" Ardy balas bertanya. Penasaran dengan pikiran Millie.
"Jangan jangan kamu hamil" gumam Millie membuat Ardy terperangah lantas terkekeh.
"Mana mungkin aku hamil" timpal Ardy sambil menyentil kening Millie. Gemas dengan tingkahnya yang tak sesuai dengan profesinya.
Millie mencebik seraya mengusap keningnya "Kali aja tiba tiba rahim nemplok di perut kamu" selorohnya.
__ADS_1