My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Lelaki misterius


__ADS_3

Tidak Terasa tiga bulan telah berlalu, libur pertengahan semester sebentar lagi. Hari itu adalah hari yang clara tunggu, karena selama beberapa hari liburnya akan di isi dengan kegiatan pramuka.


Clara, tia, putry dan eny terpilih mengikuti kegiatan pramuka yang akan mewakili sekolah bersama para senior ( kakak kelas ). Clara sangat sudah tidak sabar, diapun sudah membayangkan pasti akan sangat ramai dan sangat menyenangkan baginya, karena kegiatan pramuka saat itu bukan kegiatan biasa, melainkan hari kelahirnya pramuka, sehingga akan ada banyak sekolah yang ikut partisipasi kegiatan pramuka tersebut. Tidak hanya anak prmuka dari sekolah SMA saja yang ikut berpartisipasi, melainkan beberapa sekolah dari SD maupun SMP, serta panita-panita pramuka.


Akhirnya hari yang clara tunggu-tunggu telah tiba. Keberangkatannya hari itu secara bersamaan dengan para anggota pramuka lainnya yanh sudah terpilih mewakili dati sekolhnya, sehinga mereka harus berkumpul terlebih dahulu disekolahnya dan akan berngkat menggunkan dua bus yan sudah di tersediakan oleh sekokahnya.


Tak lama kemudin, setelah mereka tiba tempat tujuan. Pertama yang clara rasakan dan yang dia lihat yaitu sesuai dengan apa yang dia bayangkan, suasana yang begitu ramai,serta banyak tenda yang sudah berdiri, tapi terasa begitu menyenangkan dan tenang, karena suasana hutan yang begitu masih indah.


Disana merekapun dibagi menjadi tiga kelompok, sehingga dari sekolah clara mendirikan sebanyak tiga tenda. Karena anggota pramuka yang mewakili sekolahnya clara lebih banyak jumlah laki-lakinya dibandingkan jumlah perempuan. Sehinga tenda untu perempuan baik itu senior maupun junior hanya beridir satu tenda saja, sisa dua tenda lainnya diberikan untuk yang laki-laki.


Hari pertama aku sebagai junior merasa ikatan persaudaraan itu mulai terasa begitu akrab dengan senior dan guru pembimbing.


Setelah selsai mendirikan tenda, merekapun diberi waktu isirahat selama 15 menit.


Tidak lama kemudian tiba-tiba terdengar suara peluit berbunyi menggunakan mice, tanda semua angota pramuka baik itu dari SD, SMP, SMA berkumpul, merekapun bergegas meninggalkan tenda. Sesampai di lapangan, mereka semua di beri tahu peraturan apa saja yang tidak diperbolehkan. Tidak hanya itu, mereka semua saat itu juga di perintahkan untuk saling mengenal satu sama lain dengan anggota pramuka dari sekolah-sekolah lainnya.


Keesokan harinya... ,


Terdengar suara azhan subuh, tanda semua anggota pramuk waktunya bangun. Semua anggota pramuka bergegas pergi mengambil air wuduh dan melaksanakan sholat berjamaah.

__ADS_1


Tepat pukul 06:00 pagi, semua anggota pramuka baik itu murid dari SD, SMP maupun SMA hanya di beri waktu satu jam untuk mandi dan sarapan. Clara, putry, tia dan eny, mereka tidak pernah terpisahkan,.dan merekapun bergegas menuju kamar mandi. Sesampai disana antrian begitu panjang. Karena waktu terus berjalan, antrian masih panjang, akhirnya mereka.berempat dan ada beberpa dari sekolah lainnya juga melakukan hal yanv sama dengan mereka, yaitu mereka hanya mencuci muka dan mengosok gigi secapat mungkin.


Sisa waktu tinggal 30 menit, merekapun bergegas menuju tendah. Sarapan sudah disiapkan oleh yang bertugas hari itu, mereka langsung menyantap sarapan sebelum waktu yang diberikan habis.


Pluitpun berbunyi, tanda waktu yang diberikan telah habis .


Kegitan selanjutnya, menaiki bukit mengelilingi hutan sambil menanam bibit-bibit pohon yang sudah di sediakan panitia. Setiap kelompok terdiri dari enam orang, dari sekolahnya clara dibagi menjadi tiga kelompok. Saat itu mereka harus melewati lima pos, setiap pos akan di beri tantangan pertanyaan tetang pramuka. Tidak hanya itu setiap melewati pos mereka juga harus membatu teman-temannya melewati pintu yang terbuat dari tali pramuka, dan mereka tidak diperboleh mengenai tali itu stiap melewati pos, jika gagal, mereka harus mengulanginya sampai mereka berhasil. Clara dan yang lainnya terlihat sangat menikmati suasana saat itu sambil bernyayi. Kegiatan saat itu selsai tepat 04:30 sore, kegitan yang begitu melelahkan, sebenarnya jarak mereka mendaki bukit tidak terlalu jauh, yang membuat kegiatan selsai begitu lama, karena banyaknya anggota pramuka baik itu dari SD, SMP, serta SMA lainnya.


Malampun tiba..


Seiring berjalannya waktu, clara melihat disekelilingnya, begitu banyak anggot-anggota pramuka yang masih semangat bercanda tawa di depan tendanya masing-masing. Keseruan tenda dari sekolah SDpun terlihat masih semangat bernyayi dan bermain di depanbtendanya, begitu juga dengan keadaan di tenda clara.


Tiba-tiba, salah satu kakak senior clara sedang membuat kopi, dan guru pembimbingnya pun juga menginginkan segelas kopi.


"Clara, kakak boleh minta tolong gak, pak guru minta kopi. Kakak mau buatin, tetapi kopinya habis. Coba kamu ke tenda kakak senior yang laki-laki, siapa tau mereka memiliki banyak kopi."


Walaupun ada rasa keraguan dihatinya, clara langsung bergegas menuju tenda kakak senior laki-lakinya, karena tidak semua anggota senior yang laki-laki clara mengenalnya.


Jarak tenda senior laki-laki tidak terlalu jauh, hanya sekitar ada enam langkah dari tendanya. Dengan cahaya lilin yang mulai redup, Saat itu clara melihat ada tiga sosok laki-laki dan satu perempuan tepat didepan tenda tersebut. Mereka terlihat sangat menikmati petikan suara gitar dan sambil bernyayi.

__ADS_1


Clara tidak begitu jelas mengenal wajahnya mereka, karena begitu gelap. Tetapi dia memberanikan diri melangkahkan kakinya kearah tenda tersebut.


"Permisi kak, maaf ganggu sebentar."


"Iya siapa ya?" (Sahut salah satu dari mereka).


"Aku diminta kak Echa menanyakan disini ada kopi atau tidak. kalau ada boleh minga satu bungkus?".


"Eee Kamu toh, nama kamu clarakan?".


"Iya kak?".


"Tunggu sebentar ya, aku ambil didalm tenda dulu."


Salah satu dari mereka bangkit dari tempat duduknya sambil memwa lilin untuk mencari kopi yang akan diambilkannya. sementara yang lain tetap asyik melanjutkan bernyayi sambil memaikan gitarnya.


Tak lama kemudian clarapun diberikan tiga bungkus kopi, clara belum sempat memengang bungkusan kopi tersebut, kopi itu terlepas dari tangan senior yang akan memberikannya, bungkusan kopi itupun jatuh tepat di hadapan lelaki yang memainkan gitar, clarapun spontan langsung mengambilnya. Karena suasana malam itu cukup gelas gelap, tak disangka gitar yang dimainkannya itu megenai pipi clara. Clara keceblosan mengeluh kesakitan, lelaki yang memegang gitar itupun spontan menyentuh pipi clara yang dikenakan gitarnya dan meminta maaf karena dia benar-benar tidak sengaja.


Clara terkejut dengan sentuhan tangan lelaki itu dan langsung bergegas meninggal tenda seniornya itu.

__ADS_1


Tidak tahu kenapa, clara tidak bisa melupakan kejadian saat itu. Clara sendiri tidak terlalu jelas melihat siapa sosok laki-laki tersebut, Kejadian yang baru saja dia alami itu tidak dia ceritakan ke sahabat-sahabtnya.


Yang clara pikirkan, dia berharap semoga lelaki yang mengenai gitar pada wajahnya saat itu tidak terlalu jelas melihat wajahnya, sehingga dia tidak mengenali wajah clara.


__ADS_2