My Love Story With 5 Men

My Love Story With 5 Men
Emosional di penuhi dengan air mata.


__ADS_3

Waktu begitu cepat berputar, clara mulai kembali ke sekolahnya. Dimana hari itu merupakan hari terakhirnya dia mengijak kaki di sekolah tersebut. Senin pagi clara seperti biasa berngkat bersama ketiga sahabatnya, sesampai disekolah clara tidak melihat richy. clara terus menghubungi richy, akan tetapi tidak ada respon dari richy.


Clara mengingat akan apa yang richy beritahukan kepadanya pada malam harinya, bahwa hari ini final pertandingan basket yang dia ikuti sebelumnya dan bertanding di sekolah lain.


Pikir clara apakah dia pergi ikut pertandingan itu, clara bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Tapi richy sendiri sudah berjanji tidak akan ikut serta dalam pertandingan semi final basket untuk hari ini. Clara kembali berpikir, mungkin richy berubah pikiran.


Clara tahu bahwa pertandingan itu pasti sangat pentibg buat tim basketnya, tapi bagaimapaun ini merupakan hari terakhir clara bertemu dengannya. Clara sengaja bela - belain datang lebih pagi agar waktunya bertemu richy lebih banyak untuk di habiskan, meskipun dia tahu bahwa pembagian rapot akan dilaksanakan sekitar jam 12 siang.


Tidak lama kemudian, clara menfapatkan telpon dari pak hamdan untuk segerah menemuinya di ruang kepala sekolah. Pak hamdan merupakan guru yang membantu clara masuk ke sekolah itu dan beliau juga yang membatu clara mengurus surat perindahannya.


clarapun bergegas menuju ruang kepala sekolah. clara langsung memberikan surat penerimaan yang dia dapatkan dari sekolah tempat bakalan dirinya pindah ke guru hamdan. Guru hamdanpun langsung menyerahkannya ke kapala sekolah. Ketika itu Kepala sekolah menyuruh clara meminta raportnya ke wali kelasnya saat itu juga. Saat itu juga clara pangsung menuju ruang guru dimana tempat wali kelasnya berada.


"Permisi Bu, Maaf menggangu."


"clara, ada apa?. Ada yang bisa ibu bantu?"


"Begini bu, hari ini merupakan hari terakhir saya disekokah ini karena saya akan pindah sekolah. Saya baru dari ruang kepala sekolah dan saya sekarang dalam proses mengurus surat pindah. Kepala sekolah meminta saya untuk segera membawa raport saya saat ini juga ke ruangan beliau. Jadi saya keseni, apakah boleh saya menerima raport terlebi dahulu. Saya tahu, waktu pembagian rapot beberapa jam lagi."


Tidak hanya wali kelas clara yang terkejut akan perpindahannya, melainkan guru - guru lain yang berada diruang guru saat itu juga kaget ketika mereka mendengar akan perpindahan dirinya. Tidak hanya wali kelas clara yang bertanya alasan kenapa dia harus pindah sekolah, melainkan beberpa guru melemparkan pertanyaan yang sama kepadanya.


lagi - lagi dan lagi, clara hanya bisa terdiam dan menjawabnya dengan air mata.Wali kelas clara yang melihatnya menangis saat itu langsung memelukku, pelukan itu begitu hangat clara rasakan bahkan sesekali wali kelasnya menepuk pundak clara dengan lembut.


"Maaf Bu saya tidak bisa menyelasakan alasannya." ( sahut clara).


Wali kelaskupun tidak mempermasalahkan ketika clara tidak memberitahukan alasannya. Setelah memberikan saran, itu Ibu renata langsung menyerahkan raport clara.


"Clara, setelah selsai dari ruang kepala sekolah nanti kamu kembali kesini lagi ya." ( Sahut salah satu guru yang dekat dengan clara yang bernama namanyan pak zem).

__ADS_1


"Iya pak".


clara kembali keruang kepala sekola dan langsung menyerahkan raportnya. Kepala sekolah langsung mentanda tangani surat perpindahan sekolahnya beserta raport clara.


Tak lupa,sebelum kembali kembali ke kelasnya, clara kembali ke ruang guru lagi menemui pak zem. Pak zem yang kebetulan berada di depan ruang guru, beliau yang melihat clara langsung memanggilnya


Pak zem yang mendengar perpindahan clara dan memanggilnya untuk kembali keruangan guru dengan maksud ingin mnegajak clara foto bersama. Pak zem ingin memiliki foto bersama dengan clara agar memiliki kenangan bersama, cetus pak zem.


Ketika menyelsaikan foto bersama pak zem, clara lngsung kembali ke kelasnya. Raport dan surat izin perpindahannya tidak bisa dia masukan ke dalam tasnya, karena hari itu clara mengenakan tas berukuran kecil sehingga clara hanya bisa memegangnya.


Banyak murid yang terlihat memilih duduk di luar kelas sambil menunggu raport yang bakalan mereka terima. Saat clara berjalan menuju kelasnya, beberapa murid yang menyadari clara memegang raport melihat kearahnya. Clara orang yang tidak pernah berjalan menunduk disekolahnya, akan tetapi berbeda dengan hari itu karen dia melakukan hal tersebut.


Sesampai didepan kelas, Semua teman kelas clara melihat kearahnya yang memegang raport. Beberapa mereka mendekati clara dan mencoba bertanya.


"Clara, itu raportkan?. Kok bisa kamu terima raport duluan Clara?. Dari tadi kita perhatikan belum ada dari kelas 1, 2 maupun kelas kelas 3 yang wali kelasnya masuk kelas untuk membagikanraport."


Tema kelasnya sempat tidak percaya, mereka mengira clara hanya bercanda. Untuk memastukan agar teman-teman kelasnya percaya clara memperlihatkan surat persetujuan perpindahanya, serentak mereka memeluk clara. Sedangkan ketiga sahabatnya menagis melihat clara yang saat itu di peluk oleh teman kelas. Sambil tersenyum, clara berjalan dan langsung memeluk ketiga sahabatklnya sambil menangis berasama.


Beberpa murid dari kelas lain memperhatikan kelas clara yang saat itu beberapa murid menagis dan berpelukan. Clara yakin mereka juga tidak tahu kenapa keadaan kelas clara saat itu serempak menangis.


"Semenjak dari tadi aku mengurus surat pindahku, apakah kalian melihat kakrichy?" ( Tanya clara kepada ketiga sahabtnya).


"Sejak tadi, kita tidak melihatnya sama sekali."


Clara kembali mencoba menguhubunginya richy, ternyata ponselnya tidak aktif. Dari depan kelas clara memperhatikan seluruh depan kelas maupun ruangan lainnya, clara tidak melihat richy sama sekali. Ketika itu clara melihat teman - teman dekatnya richya dan beberapa teman kelasnya juga saat itu sedang duduk depan ruang konputer dan disana juga terlihat tyo. Clara membaranikan diri mengahampiri mereka, bagaimanapun bagi clara mereka semua juga mengenal dirinya, jadi tidak ada alasan malu maupun sungkan.


"Permisi kak." (mereka yang sedang duduk didepan ruang komputer saat itu serempak melihat kearah clara).

__ADS_1


"Clara, ada yang bisa kami bantu?" ( sahut salah satu dari mereka).


"Kakak semua lihat kak richy tidak?"


"Emangnya kamu tidak tahu kalau tim basketnya richy hari ini masuk semi final?. paling sebentar lagi mereka semua sampai sekolah, karena barusan salah satu dari mereka menelepon untuk bertanya tentang pembagian raport. Mereka juga memberitahukan bahwa mereka sudah dekat dengan sekolah?"


"Aku tahu kok kak, aku kira dia tidak ikut serta semi final. Aku boleh minta tolong nggak kak?"


"Boleh. Minta tolong apa clara?, kamu baik - Baik sajakan?"


"Tidak terlalu baik sih kak. Aku meminta tolong, jika kakak lihat kak richy, tolong beri tahukan dia bahwa clara menunggu dia di kelas."


Tidak lama kemudian stelah beberapa menit clara baru kembali ke kelas, dia melihat richy menghampiri teman - temannya yang saat itu masih duduk di depan ruang komputer.


Clara tidak tahu apa yang mereka bicarakan, terlihat richy langsung menghampiri clara ke kelasnya. Tepat didepan kelas, richy sudah melihat clara memegang raport dan surat perpindahannya. Dia langsung mengambil surat yang berada di tanga clara, ketika dia membuka dan membaca dia langsung menangis.


Teman kelas clara yang sudah tahu tentang perpindahannya saat itu dan melihat richy menangis, teman - teman kelasnya meminta clara dan richy membicarakan dengan tenang di dalam kelas. Sahabat clara yang saat itu berdiri didepan pintu kelas melihat keadaan clara dan richy menagis secara emosional , mereka mencoba menenangkan keduanya.


"Apakah ini harus terjadi diantara kita berdua, jujur aku ingin sekali merobek surat perpindahan dd. Maaf kalau aku egois, tapi aku belum sanggup harus jauh dari kamu. Sedangkan kita punya waktu bertemu hanya disekolah saja. Lalu bagaimana aku bisa bertemu kamu lagi, kalau kita berada disekolah yang berbeda dan jarak yang lumayan jauh." (sahut richy sambil menagis).


"Jadikan ini perpisahan termanis diantara kita. Sesibuk apapaun aku nanti, aku akan selalu ada buat kakak. Sejauh apapun kita terpisah, jarak tidak akan dapat memisahkan hubungan kita. Aku janji, aku akan menjaga, mata dan hati ini untuk kakak." ( Jari clara spintan mengusap air mata yang mengalir dipipi richy).


"Janji!!??" (sahut richy sambil menyodorkan jari kelingngkingnya).


"Iya aku janji, aku tidak akan pernah lupa dengan janjiku. Aku harap kakak bisa jaga diri, dan tidak membuat ulah disekolah. Kurang lebih 6 bulan lagi kakak akan menghadapi UAN, kakak harus belajar lebih giat lagi dan kurangi bermainnya. Kakak harus bahagia, ingat aku selalu ada buat kakak."


Hanya waktu yang mampu mengerti. Awalnya clara bertemu dengannya begitu hangat, bukan berarti perpisahan di antara keduanya saat itu benar - benar berakhir, hanya saja jarak yang memisahkan. Clara menyebut perpisahannya merupakan sebuah perpisahan yang indah.

__ADS_1


__ADS_2