
Sore hari, terdengar suara ponsel clara berbunyi. Awalnya clara berpikir itu panggilan dari richy mengirimkannya sebuah pesan seperti biasanya, ternyata dugaan ku salah karena dia mendapatkan kiriman pesan dari nomor yang tidak dia kenal.
"Ini aku, aku meminta izin untuk save nomor kamu di ponselku ya. Dari die."
Beberapa menit kemudian panggilan masuk dari richy, clara dengan senang langsung menerima pangilan masuk tersebut tanpa membiarkan richy menunggu lama.
Meskupun clara menyadari ada pesan masuk, dia tidak menghiraukannya karena sudah terlalu asik berbicara dengan richy. Clara benar-benar tidak menghiraukan pesan masuk di ponselnya itu. Hingga pembicaraanya dengan richy berakhir, clara langsung meletakan ponselnya dan sudah tidak mengecek ponselnya lagi karen sore itu clara langsung mencuci pakaiannya.
Tepat pukul 7:40 malam, clara baru memegang ponsel kembali. Saat mengecek ponselnya hanya ada empat peaan masuk, satu pesan masuk dari richy yang selalu mengucapkan selamat malam kepadanya dan satu pesan dari die yang ternyata pesan itu sudah masuk dari semenjak semenjak clara telpon - telpon dengan richy. Sementara dua pesan masuk yang tersisa dari nomor yang sama, tapi clara tidak tahu itu dari siapa. Clara mencoba membuka membuka peaan masuk dari nomor yang tidak dia kenal terlebih dahulu. Tal disangka, benar-benar di luar dugaannya. Entah dari mana perempuan itu mendapatkan nomor ponsel clara dan lebih parahnya lagi, dia berani mengirimkan clara peaan dengan isi langsung to the point.
"Aku kiki, pacarnya die" ( Isi SMS 1).
"Aku minta tolong jauhin dia. Kamu itu tidak cocok denganya dan tidak sebanding denganku. Aku jauh lebih cantik darimu. Jangan bermimpi kamu bisa mendapatkankan dia." ( Isi SMS 2 ).
Clara memilih tidak membalasnya pesan yang mengaku bahwa dirinya adalah kiki karena clara tahu dia buka tandingannya. Kiki mungkin merasa lebih populer dari clara, dan clara sendiri sadar bahwa dia baru masuk dua minggu menjadi murid disekolah itu. Bagi clara sendiri, kiki sudah salah menilai dirinya. Mungkin kiki berpikir bahwa clara tidak sepopuler dirinya, sehingga dia meremehkan clara. Padahal clara hanya menggap die sebagai temanya dan tidak mungkin lebih, sehingga clara tidak terlalu menganggap serius pesan yang dia dapatkan dari kiki. Akan tetapi clara tidak tinggal diam begitu saja, clara langsung mengirim isi pesan yang kirimkan kiki kepadanya kepada die.
Di sekolah clara sebelumnya belum pernah ada yang meremehkannya secara langsung, apalagi dari seorang adik kelas. Meskipun clara murid baru, setidaknya clara berharap sebagai adik kelas bisa lebih sopan terhadap kakak kelasnya selama kakak kelas tidak berprilaku buruk.
Tiba-tiba ponsel clara berbunyi, ternyata panggilan masuk dari die.
Die bebar-benar langsung menghubungi clara ketika clara mengirim isi pesan yang kiki kirimkan ke padanya.
Saat clara menerima panggilan masuk dari die, die langsung mempertanyakan maksud pesan yang clara kirimkan kepadanya. Clara mencoba menjelaskan lebih jelas lagi kepada die, tentu die terkejut. Akan tetapi die sendiri tidak mengetahui akan nomor tersebut yang mengaku-ngaku itu kiki, karena nomor kiki bukan itu yang die ketahui. Bahkan die menjelaskan kepada clara bahwa kiki bukan lagi kekasihnya, melainkan mereka sudah memiliki masalah dan putus sebelum dirinya hadir di sekolah itu.
"Lalu apa maksud dia mengirimkan aku pesan seperti itu?. Atas perkataan dia, aku merasa dia menuduhku seolah - seolah kalian putus karena aku. Jika seperti apa yang kamu bilang tidak ada sangkut pautnya denganku, apalgi kalian putus satu minggu sebelum aku pindah sekolah. Kamu juga tahu sendiri aku sudah punya pacar, jadi mana mungkin aku merebut kamu dari dia." (unjar clara dengan sedikit menaikan nada bicaranya).
__ADS_1
"Aku minta maaf, sekali lagi aku benar-benar minta maaf. Aku akan membicarakan ini dengan kiki agar dia tidak salah paham terhadapmu lagi dan hal seperti ini tidak terulang lagi.
"Heran juga deh, padahal kalian sudah putus kenapa malah nyalahin orang lain. Terutama aku, yang jelas - jelas aku belum terlalu mengenal dan begitu dekat denganmu."
"Iya aku mengerti. Aku memang sudah sering minta putus padanya, akan tetapi dia tidak pernah teirma dengan keputusanku. Jujur saja, aku benar - benar sudah tidak perduli dengannya lagi."
"Aku tidak mau tahu tentang hubungan kalian, lebih baik die selsaikan kesalah pahaman ini dengannya. Ya sudah kalau gitu aku tutup telponnya, karena aku sudah mengantuk."
Keseokan harinya, saat pulang sekolah clara berjalan bersama ai. Sebelum tiba dipintu gerbang sekolah, tami yang selalu mengendarai motor kesekolah tiba-tiba berhenti dan mencoba mengoda clara dan ai.
Tiba - tiba die yang juga mengendarai motornya ikut berhenti tepat didepan clara. Tami mencoba mengoda die, begitu juga die mencoba mengoda tami. Itu sudah menjadi kebiasaan tami melakukan candan dengan orang yang dia kenal sehingga clara hanya tersenyum.
Sesuatu yabg tak terduga terjadi dan clara mengganggap sudah kelewatan. Clara tidak menyangka kiki mengahampiri die dan menatap kearah clara. Ai dan tami seketika diam, mereka tahu apa yang sudah terjadi antara clara, die dan kiki, karena pagi itu clara sudah menceritakan kepada mereka berdua tentang pesan yang kiki kirimkan malam itu kepadanya.
Bukan ingin menjelekan seseorang, clara menceritakan prihal yang dia dapatkan karena dia merasa sudah nyaman dengan kedua sahabat barunya yang diangap clara sudah sangat dekat. Bagimanapun clara merasa mereka bisa memberikan solusi tentang apa yang dia dapatkan ketika menceritakan semua apa yang terjadi kepadanya dan clara merasa mereka dapat di percaya.
Mendengar ajakan clara, tami langsung menyalakan motornya.
"Buruh - buruh sekali, takut ya?" ( Sahut kiki ).
Clara tidak pernah merasa bersalah sama sekali, akan tetapi keadaan saat itu yang membuat clara ingin cepat pergi. Keadaan saat itu jam pulang sekolah dan lumayan rame karena tepat didepan gerbang. Apalagi mereka berdua orang yang dikenal oleh semua murid disekolah itu, jadi clara rasa bukan waktu yang tepat untuk ladeni bocah yang menurut clara sendiri bukan level tandingannya. Clara tidak mau jadi bahan perhatian oleh murid - murid lainnya, kali itu clara hanya ingin mencari kenyaman di sekolah barunya bukan menjadi bahan perbincangan atau gosip murahan.
"Kenapa, kamu menghidar dari permasalahanya?. Dan kenapa kamu juga tidak membalas pesan dariku tadi malam, apakah kamu merasa bersalah atau takut atau tidak tahu mau membalas apa?" ( Sahut kiki kembali).
Terlihat sangat jelas bahwa kesabaran clara mulai hilang, untungnya clara berusaha menahan emosinya dan tidak menghiraukannya.
__ADS_1
"Ngaca woy ngacaaaa!" ( cetus kiki dengan tegas).
Banyak murid yang mulai melihat kearah clara dan clarapun menyadari itu. Clara sudah tak tahan lagi, akhirnya clara langsung berbalik arah menghampiri kiki. Clara sudah tidak perduli dengan nama baiknya lagi, tidak apa - apa jika harus jadi bahan perhatian saat itu, pikir clara.
"Apa kamu bilang, Ngaca??!!!. Aku tidak mengerti kenapa kamu malah menyalahkan aku atas hubungan kamu dengan die. Die sudah menceritakan prihal hububgan kalian, kalau kamu dan dia sudah putus sebelum aku pindah ke sekolah ini. Jadiiii, die maupun aku berhak dekat satu sama lain. Jika lelaki sudah tidak mau balikan, yang butuh kaca itu bukan aku, tapi seharusnya kamu. Kamu seharusnya intropeksi diri kenapa die sudah tidak menginginkan kamu lagi. Kalau kamu tidak punya kaca di rumah, aku bisa belikan kamu agar kamu bisa menanyakan diri kamu di depan cermin. Ataauuuu kamu mau beli sendiri, biar aku kasih kamu uangnya sekarang juga. Kamu tenang saja, aku punya uang cas. Kamu sebut saja kamu butuh berapa!!!. Kamu jangan anggap dirimu paling Ok disekolah ini, mungkin aku tidak sepopuler kamu saat ini. Tapi disekolahku sebelumnya, aku jauh lebih populer dibandingkan kamu." (Sahut clara dengan emosi. Tami dan ai kaget melihat reaksi clara, mereka berdua langsung menarik tangan clara).
"Sudah-sudah cukup. Kamu seharusnya perbaiki sikap kamu kiki." ( Sahut die ).
"Aku bersikap seperti ini karena kamu die. Kamu baru mengenal perempuan ini, tapi kamu sudah melupakan aku begitu saja dan aku tidak bisa terima begitu saja." ( Sahut Kiki ).
"Kamu lebih baik selsaikan masalah kamu die. Sekali lagi aku jelaskan, aku tidak ada sangkut pautnya tentang putusnya hubungan kalian.Aku sebenarnya malas mengubris mantan kamu, tapi dia sudah kelewatan batas." ( Sahut clara ).
"Aku minta maaf clara, aku tidak tahu harus berkata apalagi. kalau begitu aku balik duluan?" ( Sahut die ).
Saat die menyalahkan kendaraannya, kiki langsung mengahalangi kendaran die. Melihat kejadian itu, clara tidak habis pikir melihat tingkah seorang wanita yang begitu kekeh ingin mempertahakan hubungannya meskipun seorang lelaki sudah tidak mau.
"Kamu mingir nggak?" ( Sahut Die ).
"Aku tidak mau mingir." ( Sahut kiki).
"Jaga sikap kamu kiki, orang - orang memperhatikan kamu. Seharusnya kamu malu dilihat banyak orang. Kamu tidak takut apa nama kamu jelek. Sekarang juga kamu mingir, jangan halangi aku."
"Aku tidak perduli apa kata orang. Aku hanya ingin hubungan kita kembali seperti sebelumnya."
"Kamu sadar tidak apa yang sudah kamu katakan, Kita putus karena kesalahan yang kamu buat sendiri dan itu bukan pertama kalinya kamu selingkuh dibelakang aku. Aku benar-benar sudah capek sama kamu, hubungan kita sudha tidak bisa seperti dulu lagi. Ingat aku begini bukan karena wanita lain, tetapi semua karena kamu sendiri yang tidak mau berubah." (Sahut Die).
__ADS_1
Die mengegas motornya dengan kemcang, sedangkan kiki masih tetap tidak perduli. Die mencoba melajui kendaraannya, dia tidak perduli dengan kiki yang menghalangi jalannya. Die langsung meninggalkan kiki, begitu juga sebaliknya. Clara langsung pulang dengan berjalan kaki bersama ai sampai dirumah ai. Karena kebetulan menuju kerumah Neneknya harus melewati depan rumah ai, jadi clara memilih menunggu jemputannya dirumah ai.