
Waktu sesuatu yang tidak terasa berputar begitu cepat olehku. Tidak terasa aku sudah melewati waktu beberapa bulan, sampai akhirnya UAN kurang lebih tinggal satu bulan lagi.
Akan tetapi sebelum melaksanakan ujian sekolah berstandar nasional, semua murid kelas 3 disekolahku maupun disekolah lain, baik itu kelas jurusan IPA, IPS maupun yang mengambil jurusan Bahasa, terlebih dahulu pasti melakukan ujian praktik.
Saat - saat seperti sekarang ini, aku sangat membutuhkan banyak dukungan. Akupun mendapatkan keinginanku, dan aku sangat bahagia karena satu minggu sebelum aku melaksanakan ujian praktek, ayahku pulang dari kalimantan. dan dia berjanji tidak akan kembali ke kalimatan lagi. Aku sangat bahagia.
Akan tetapi kebahagiaan itu hanya bertahan lima hari. Empat hari sebelum ujian praktek, aku mendapatkan pesan melalui messenger melalui akun fecbookku. Aku mendapatkan pesan messenger bukan dari teman di facebookku, melainkan seseorang perempuan yang cantik, tapi ku tidak mengenalnya. Awalnya aku biasa saja, dan tidak menghiraukan pesan yang dia kirim pertama. Tapi setelah pesan kedua dia kirim melalui messenger, aku mulai berubah dan langsung membalas pesan perempuan tersebut.
"Kamu siapa, bagaimana kamu kenal Kak Richy" ( Respon pertamaku setelah perempuan tersebut mengirimkan akumesseger yang dua kalinya ).
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku, aku hanya ingin tahu apa hubungan kamu dengan Richy?" ( Perempuan itu bertanya balik ).
"Apa urusan kamu tanya - tanya aku siapanya Kak Richy, emangnya kamu sendiri siapa?" ( Saling melempar pertanyaan ).
"Kamu mau tahu siapa aku, tapi kamu jawab dulu pertanyaanku, kamu ada apanya Richy?"
"Ok aku akan jawab pertanyaan kamu, Aku pacarnya Kak Richy" ( Sahutku ).
"Aku sih belum pernah bertemu Richy, tapi aku tertarik dengannya saat dia menerima pertemannku di facebook. Dan sepertinya dia juga tertarik kepadaku, karena dia selalu membalas pesanku".
"Kamu perempuan gila".
"Terserah kalau kamu tidak percaya kepadaku. Kamu mengatakan aku gila, aku tidak perduli. Yang peting aku sudah memberitahukan kamu saja. Kalau kamu tidak percaya coba saja kamu buka akun facebooknya richy itu".
"Aku tidak tahu Pasword facebook Kak Richy".
__ADS_1
"Katanya pacarnya, masa tidak tahu pasword facebook pacarnya sendri. Begini saja deh, aku akan kasih kamu email dan pasword akun facebookku. Tapi kamu harus janji dulu, setelah kamu membaca pesan di messengerku dengan pacar kamu. kamu harus kasih tahu aku, biar aku bisa ganti pasword facebookku lagi, takutnya nantinkamu buka lagi".
Awalnya aku tidak percaya, akan tetapi perkataan perempuan itu membuat aku sedikit menjadi penasaran, akupun langsung menyetujui perktaan perempuan itu
Perempuan itu langsung mengirimkan aku email dan pasword akun facebooknya. Ketika aku menerima email dan paswordnya, aku ragu ingin membuka facebook perempuan itu. Aku takut apa yang dikatakan perempuan itu benar adanya. Tapi aku mendorong diriku sendiri sekuatnya, aku memberanikan diri membuka akun facebook perempuan itu.
Ketika aku masuk ke akun facebook perempuan tersebut, pelan - pelan aku membuka pesan di messengernya. Pertama aku hanya melihat ada pesan di messenger tersebut atas nama facebook Kak Richy. Persaanku mulai tidak karuan, aku memberanikan membuka dan membaca pesan antara kak Richy dengan perempuan itu. Ingin rasanya aku tidak percaya, tapi itulah yang aku lihat. Aku sudah tidak pungkiri lagi, persaanku rasanya di cabik - cabik, air mataku menetes dengan sendirinya.
Karena keadaan saat itu aku masih disekolah, Tami yang melihatku menangis, dia langsung menghampiriku.
"Clara kamu kenapa??" ( Sahut Tami ).
"Aku tidak apa kok Tam, sepertinya mataku kelilipan".
Tepat di siang Hari, saat pulang sekolah. Aku langsung masuk kamar dan mengunci diri. Aku mencoba menghubungi Kak Richy, Tapi tidak ada respon darinya. Aku memilih mengirimkan dia SMS.
Ketika malam hari Kak Richy baru membalas SMSku. Aku langsung menghubunginya ketika aku melihat balasan SMS dari Kak Richy.
"Ya hallo dd, Ada apa?".
"Aku mau bertanya sama kakak, siapa perempuan yang bernama Ovi teman facebook kakak".
"Aku mana tahu, banyak yang folow akun facebookku, ya aku terima saja. Kenapa?"
"Apakak pernah kak chating dengan perempuan yang bernama Ovi melalui messenger facebook?".
__ADS_1
"Aku tidak mengirim pesan melalu messenger dengan seorang perempuan".
"Aku selama ini sudah jujur kepada Kak Richy, siapa - siapa saja teman dekatku baik itu teman perempuanku mauoun teman dekatku yang laki - laki. Tapi kenapa kakak harus membohongiku ketika aku bertanya. Kenapa kakak harus menyembunyikan ini kepadaku" ( Aku mulai menaikan nada bicaramu dengan sedikit marah ).
"Kenapa kamu seperti baru saja memarahiku, aku masih tidak mengerti. tolong jelaskan apa yang kamu maksud".
Akupun menyelaskan semua apa yang terjadi kepada Kak Richy.
"Setelah aku mendengar cerita kamu. Aku sangat mengerti. Tapi jujur aku tidak tahu apa - apa masalah pesan di messenger ku itu. Sepertinya itu teman - teman yang tinggal di asrama ini, karena mereka sering meminjam akun facebook. Aku tidak tahu mereka gunakan untuk apa, tapi yang pastinya itu bukan aku. Tolong percaya kepadaku" ( Sahut Kak Richy ).
"Bagaiman bisa akun facebookmu, kakak kasih pinjem begitu saja kepada teman yang tinggal diasrama yang sama dengan kakak. Itu pasti hanya alasan kakak kan, bawah - bawah nama teman kakak. Sedangkan aku saja, tidak tahu email maupun pasword facebook kakak".
"Ya sudah kalau kamu tidak percaya, aku tidak mau memperpanjang masalah. Aku mau istirahat, karena besok pagi aku kekampus" ( Kak Richy langsung mematikan ponselnya ).
Aku tidak menyerah sampai segitu saja, aku berusaha menghubungi kak Richy kembali. Tapi dia tidak menerima panggilan masuk di ponselnya. Aku mengirim dia SMS, Kak Richypun membalasnya.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak kepadaku, tapi aku mengatakn yang sebenarnya" ( SMS dari Kak Richy ).
"Bagaimana caranya aku bisa percaya begitu saja, kalau aku sudah membaca di messenger permpuan yang bernama Ovi itu dengan kakak".
"Berarti kamu lebih percaya dia dari pada aku??".
"Bukan begitu maksudku kak, hanya saja aku binggung".
"Kalau kamu merasa perkataan perempuan itu benar, dan kamu tidak mempercayaiku sedikitpun. Ok, cukup sampai disini saja hubungan kita. Dan aku jelaskan sekali lagi perempuan itu tidak aku kenal sama sekali. Jadi kamu tidak perlu membahas perempuan itu lagi kepadaku, Karena mulai sekarang kita sudah tidak ada hubungan lagi. Dan satu hal lagi yang harus kamu tahu, aku selama disini setia pada kamu, dan hanya ada kamu di hatiku. Tapi aku tidak percaya kamu akan lebih mempercayai perempuan yang kita berdua tidak kenal sama sekali. Aku kecewa pada kamu, aku baru pulang kuliah dan capek. Tapi kamu malah mengajak aku ribut, buka malah mempertaanyakan keadaanku saat ini. Sekarang kamu bebas, aku tidak akan mengganggu kamu lagi".
__ADS_1