
Dia orang yang biasa mengabaikan clara, keterbiasaannya sehinga membuat clara bisa memakluminya. Clara mencoba untuk tidak memikir sesuatu hal yang kecil seperti sikap Kak Richy yang tak acuh ketika menghampiri dia ketendanya saat itu.
Tanpa basa-basi, Tepat di depan tendanya kak Richy langsung mengatakan sesuatu kepada clara dan di depan teman-teman clara yang lainnya. karena semua anggota pramuka dari sekolahnya bahkan guru pembimbing tahu bahwa clara dan Kak Richy berpacaran.
"Aku tidak mau kamu terlalu akrab dengan laki-laki itu."
"Loh ko gitu??. Kakak saja bisa bercanda tawa di dalam tenda dan terlihat begitu akrab dengan perempuan yang baru saja kakak kenal, walaupun banyak orang lain yang berada saat itu. kenapa aku tidak boleh?. Bukankah kita juga harus saling mengenal satu sama lain dengan anggota-anggota pramuka dari sekolah lainnya. Jadi setelah aku pikir - pikir, ketika aku melihat kakak mengabaikan aku saat kakak bersama teman lama maupun teman yang baru kakak kenal, saya mencoba berpikir postif dan tidak permasalahkan."
"Ya sudah lupain saja, aku minta maaf kalau aku tadi mengabaikan kamu."
Menjadi salah satu anggota pramuka membuat clara belajar satu hal. Berusaha untuk tidak membatasi mengenal satu sama lain sesama anggota pramuka, tidak peduli mereka lebih tua atau lebih mudah, kaya mapun miskin. Tidak hanya itu, menjadi anggota pramuka juga mengajarkan kita untuk mencintai Alam.
Keesokan paginya, kegiatan semua anggota pramuka yaitu penanaman seribu pohon di hutan. Kagiatan saat itu bebas, tidak harus berjalan bersamaan dengan teman satu sekolah, kita bisa berbaur dengan yang lainnya. Satu orang membawa enam bibit pohon. Saat pengambilan bibit, akan diberi jarak jalan oleh panita, maksimal lima orang satu kelompok. Clara tidak melihat Kak Richy ketika pengatrian pengambilan bibit. Saat itu clara hanya melihat tia dan ari. Clarapun ikut bergabung berjalan bersama mereka. Entah dari mana datangnya frans, dia mencoba ikut bergabung bersama clara, Tari dan Ari.
Untuk sampai di hutan, diawal kita semua harus melewati sungai. Keadaan air sungai saat itu tidak sampai melewati lutut mereka, hanya saja terdapat banyak batu - batuan sehingga jika mereka tidak berhati-hati bisa jadi mereka akan terjatuh.
Ketika menyebrangi sungai, clara melihat banyak anggota pramuka yang laki-laki mengendong teman perempuannya dan ada juga beberapa kelompok yang saling pagang tangan dengan erat untuk melewati sungai itu walapun mereka baru saling kenal.
ketika kelompok clara menyebrangi sungai, ari memilih mengendong tia tepat dibahunya. Mau tidak mau claraharus menyebrangi sungai sendiri, pikirnya
Tiba-tiba frans yang satu kelompok saat itu dengan clara, dia menawarkan diri untuk memengan tangannya saat menyebrangi sungai. Clara tidak punya pilihan lain, dari pada nantinya akan jatuh lalu basa kuyup kenapa tidak clara menerima tawaran dari frans.Menurut clara itu hal yang wajar saja karena banyak anggota pramuka lainnya melakukan hal seperti itu, pikinya.
Perjalanan penanam pohon lumayan melelahkan. Kegiatan selsai tepat jam 12 siang, semua anggota pramuka beristirahat sambil menyantap makan siangnya masing - masing di tendanya.
Frans menghampiri clara tanpak terlihat malu. Clara yang saat itu bersama Tiga sahabanya ada juga ari dan Kak Reno. Frans menyodirkan clara sebotol air dingin. Merasa tak enak jika menolak minuman yang frans berikan kepadanya, clara langsung mangambil pemberiannya dan mengucapkan terimakasih. Setelah menerima minuman yang diberikan frans kepadanya, diapun langsung kembali ketendannya. Ternyata Kak Richy melihat frans memberikan clara minuman tersebut. Kak Richy menghampiri clara, disitu juga dia mengeluarkan unek - uneknya.
"Apakah tidak cukup kamu menerima bantuan tangannya tadi saat menyebrangi sungai?"
__ADS_1
"Aku tidak mengerti maksudnya kakak apa." ( Jawabku ).
"Kamu pura-pura tidak tahu atau memang tidak mengerti apa yang aku maksud. Kamu kira aku tidak tahu kalau kamu pegangan tangan saat menyebrangi sungai tadi dengan laki itu. dan sekarang tangan kamu begitu ringan menerima pemberian minuman dari dia. atau niat kamu mau balas dendam buat aku cemburu, gara - gara aku kemaren tidak menghiraukan kamu saat bercanda dengan perempuan lain. Kamu kemaren lihat sendiri ditenda itu bukan hanya ada aku dan Feni, tapi ada lima orang lain juga?!" ( Matanya kak Richy mulai berkaca - kaca ).
"Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran kakak. Aku pegang tangan Frans tadi saat menyebrangi sungai, kakak tahu sendiri batu disungai itu licin, jika aku tidak berhati - hati aku bisa saja terjatuh. lagian bukan hanya aku dan frans yang melakukan hal seperti itu, tapi banyak anggota pramuka yang bahkan mereka baru saling kenal memengan tangan satu sama lain. bukankah itu suatu hal yang wajar, untuk saling membatu.
Dan yang kedua, aku menerima minuman dari dia karena aku tidak tahu harus berkata apa untuk menolak minuman yang dia berikan. Aku juga menerima minuman dari dia, aku langsung kasih Kak Elo setelah Frans pergi barusan." ( jawabku dengan tegas ).
"Ooo gitu, jadi kalau dia mengatakan cinta sama kamu, kamu juga akan menerima dia dengan alasan kamu tidak tahu harus barkata apa untuk menolak lelaki itu?".
Kak Reno yang saat itu duduk bersama clara mencoba menenangkan Kak Richy. Clara yang saat itu belum sempat menjawab perkataan Kak Richy, Kak Elo langsung mangajak Kak Richy kembali ketendanya.
Satu jam kemudian, ternyata Ari mencari clara. Saat itu clara ke kamar mandi mencuci muka bersama empat teman anggota pramuka lainnya. Ketika clara balik tenda, rny dan putry memberitahukan clara kalau ari baru saja mencarinya. Clara langsung bergegas mengahampiri ari yang saat itu bersama tia.
"Ri katanya Eny dan Putry kamu mencari aku, ada apa??" ( Tanyaku ).
"Iya aku baru saja cari kamu, ingin memberitahukan kamu, kalau Kak Richy baru saja pergi menghampiri Frans ketendanya".
"Ada apa Clara?" ( Tanya Frans ).
"Eeeeee, Barusan tidak terjadi sesuatu padamu kan?"
"Oooowww masalah itu, iya barusan saja pacar kamu dari sini. Dia memberitahukan aku bahwa dia pacarnya kamu, dan dia meminta agara aku tidak mendekati kamu lagi."
"Aku minta maaf atas nama Kak Richy. Aku tidak tahu apa yang ada dipikirannya saat ini, sekali lagi aku minta maaf jika ada kata - kata Kak Richy yang kurang menyenangkan." ( sawutku ).
"Iya ngak apa - apa kok, aku tidak terlalu ambil pusing, di bawa santai saja." ( Sawutnya ).
__ADS_1
"Terimaksih Frans atas pengertiannya."
Clara tidak langsung kembali begitu saja ke tendanya, melainnkan clara mencari Kak Richy ke Tendanya. Clara melihat dia lagi duduk sambil memainkan gitarnya bersama tiga temanya yang sedang berbaring tepat dibelakang tenda mereka. Clara langsung mengahampirinya.
"Kak, bisa berhenti sebentar tidak memainkan gitarnya. Ada yang ingin aku bicarakan sebentar".
"Iya ngomong saja." ( Sawutnya ).
"Aku akan mulai ngomong, kalau kakak sudah berhenti memainkan gitarnya. Tapi kalau kakak tidak mau berhenti memainkan gitarnya sebentar, aku akan pergi dari sini."
Kak Richy tidak berhenti memainkan gitarnya sama sekali, lalu clara memilih pergi saat itu juga dengan perasaan kesal.
pukul 04:00 sore hari, putry, eny dan tia menelponnya mengunakan ponsel eny. Mereka tidak menyadari kalau clara tidak berada di perkemahan saat itu, karena clara baru saja pergi meninggalkan perkemahan sekatar 20 menit yang lalu.
"Clara barusan Kak Richy cari kamu, dia tanya-tanya kamu dimana kepada kita bertiga."
"Iya aku lagi pergi beli air bersama Kak Lili ( Senior perempuanku ), aku ngak sempat kasih tahu kalian. Soalnya tadi pak guru ( pembimbing kita ), meminta Kak Lili membelikan air, saat itu aku kebutalan duduk bareng Kak Lili, jadi dia meminta aku menemaninya membeli air."
"Terus kenapa kamu belum balik?" ( Tanya Putry ).
"Iya kemungkinn aku balik jam limaan, soalnya tadi Kak Lili juga sudah minta izin mau kerumah keluargannya sebentar, sekalian kita mau mandi di rumah keluarnya Kak Lili. Oooowww ya kalau Kak Richy cari aku lagi, bilang saja aku sudah pulang kerumah, jangan kasih tahu dia yang sebenarnya dimana aku."
"Gimana caranya kita bohongi kak Richy, jelas - Jelas tas kamu masih ada disini." ( Sahut Eny ).
"Jawabnya gampang, bilang saja kalau tasku itu sudah di titip dikalian untuk bawahkan pulang." ( jawabku ).
Ketiga sahabt coara benar - benar melakukan apa yang di katakan clara kepada mereka. Tidak lama kemudian, clara mendapatkan sebuah SMS.
__ADS_1
"Clara, barusan Kak Ricy bertanya lagi ke kita dimana kamu. Soalnya katanya dia hubungi kamu, kamu tidak mengangkat telpon dari dia. kitapun sudah kasih tahu bahwa kamu sudah pulang. dan dugaan kita benar, dia mempertanyaakn tas mu yang masih disini, kitapun menjawabnya seperti apa yang kamu katakan. Dan sekarang dia lagi berbaring di tenda kita, sepertinya dia menangis deh."
Clara mulai merasa sedikit khawatir. Saat itu masih jam 04:20 sore, clara mencoba mengajak Kak Lili untuk segera kembali ke perkemahan. Kak Lili langsung mengiyakan permintaannya. Kejadian yang tidak clara dan kak Lili harapkan, malah terjadi. Saat itu motor yang mereka kendari ditengah jalan bannya tiba-tiba bocor. Untungya didekat tempat kejadian, ada sebuah tambal ban. Clara yang berniat menghubungi seseorang, tiba-tiba batre ponselnyahabis. Clara mencoba meminjam ponsel Kak Lili, akan tetapu kak lili sendiri meninggalkan ponselnya di perkemahan. Jadi tidak ada pilihan lain, clara hanya bersabar karena tidak bisa menghubungi siapapun saat itu. Setelah tiga puluh menit lamanya mereka menunggu, clara dan kak Lili melanjutkan perjalanan yang tentunda untuk kembali ke perkemahan.